Harga Pertalite ini
berada di atas harga BBM jenis Premium (oktan 88) dan di bawah harga BBM jenis
Pertamax (oktan 92), Jakarta, Kamis (23/7/2015). Pertamina akan mulai
memasarkan Pertalite pada Jumat (24/7/2015). (Liputan6.com/JohanTallo)
Liputan6.com,
Pekanbaru - Menjelang Hari
Raya Idul Fitri, masyarakat Riau mendapat kabar gembira dari pemerintahan
setempat terkait harga Pertalite. Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi ini
akan turun seiring dengan berlakunya Peraturan Daerah Riau tentang Pajak 5
persen harga Pertalite.
Sekretaris
Daerah Riau Ahmad Hijazi menjelaskan, harga Pertalite yang semulanya Rp 8.150
per liter akan turun menjadi Rp 7.750. Hal ini terjadi karena adanya
harmonisasi dengan Perda yang diketuk palu April lalu itu.
"Insya
Allah ini akan menjadi THR bagi masyarakat Riau," kata Ahmad kepada
wartawan, Selasa (29/5/2018).
Ahmad
menyatakan, setidaknya Pertalite turun 7 hari sebelum Lebaran karena Perda
sudah dimasukkan ke lembaran daerah Riau.
"Setelah
itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) akan menyampaikan lembaran daerah
tersebut ke Pertamina untuk penyesuaian harga," sebut Ahmad.
Terpisah,
Wakil Ketua DPRD Riau NoviwaldyJusman berharap masyarakat Riau bisa merasakan
harga Pertalite dengan pajak lima persen sebelum hari raya idul Fitri nanti.
"Ya,
kita tentu berharap sebelum idul Fitri sudah bisa dirasakan, kan revisi Perda
ini sudah lama juga dinantikan oleh masyarakat," ungkapnya.
Saat
ini, kata Politisi Demokrat ini, DPRD sudah melakukan harmonisasi terkait hasil
evaluasi yang diserahkan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) beberapa
waktu lalu.
1 dari 2 halaman
Termahal
Petugas mengisi BBM
kendaraan konsumen di SPBU, Jakarta, Kamis (5/1). Penetapan harga BBM Umum
jenis Pertamax, Pertamax Plus, Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite dan
Pertalite merupakan kebijakan korporasi Pertamina. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebelumnya, harga
Pertalite di Riau menjadi termahal di Indonesia karena Pemerintah Provinsi Riau
menerapkan pajak 10 persen. Hal itu membuat Pertalite menjadi Rp 8 ribu per
liter.
Tak
lama kemudian, Pemerintah Pusat menaikkan lagi harga Pertalite menjadi Rp 150
hingga harga di Riau menjadi Rp 8.150 per liter.
Mahalnya
harga ini membuat ribuan mahasiswa pernah menduduki gedung DPRD Riau. Massa
mendesak ada revisi Perda tentang Pajak Pertalite hingga akhirnya dibentuk
panitia khusus.
Beberapa
bulan bekerja, akhirnya Pansus setuju pajak Pertalite diturunkan menjadi 5
persen. Dengan demikian harga Pertalite di Riau akan menjadi Rp 7.750 per
liter. Hanya saja hal ini belum berlaku karena Perda ini masih tahap
harmonisasi.

:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/680451/original/ilustrasi-cpo1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/liputan6-media-production/medias/680455/original/ilustrasi-cpo5.jpg)