Pada Tahun 2016 lalu, BPS selindo termasuk BPS Kabupaten Siak telah melaksanakan kegiatan listing SE2016 yang menghasilkan data dasar mengenai usaha/perusahan di berbagai aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian. Dari hasil SE2016, jumlah usaha di Kabupaten Siak sebanyak 33.182 usaha. Jumlah ini merupakan terbesar ke delapan dari empatbelas Kabupaten/Kota di Provinsi Riau.Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang dapat diserap oleh usaha di luar sektor pertanian adalah sebanyak 90.118 orang. Perbandingan jumlah usaha dengan jumlah tenaga kerja adalah 1 berbanding 2,7 yang berarti setiap satu usaha yang berada di Kabupaten Siak dapat menyerap 2- 3 orang tenaga kerja. Lalu bagaimana dengan aktivitas ekonomi yang paling banyak diusahakan di Kabupaten Siak?
Secara
kuantitas, aktivitas ekonomi yang paling banyak dijalankan atau mendominasi
adalah usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan
Sepeda Motor (kategori G) sebesar 17.922 usaha
atau sebesar 54 persen. Kemudian diikuti oleh usaha pada kategori
Penyediaan Akomodasi dan Penyedian Makan Minum (kategori I) sebesar 6.602 usaha
atau sebesar 19,9 persen dan Industri Pengolahan (kategori C) sebesar 2.351
usaha atau sebesar 7,09 persen. Ketiga kategori atau lapangan usaha ini
merupakan kategori yang paling banyak diminati atau diusahakan oleh penduduk
Kabupaten Siak.
Dari aspek
ketenagakerjaan, penyerapan tenga kerja
paling tinggi berada pada usaha
Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor
(kategori G) sebanyak 28.945 orang. Selanjutnya diikuti oleh Industri
Pengolahan (kategori C) sebanyak 20.418 orang, usaha Pendidikan (kategori P)
sebanyak 13.415 orang dan usaha pada
kategori Penyediaan Akomodasi dan Penyedian Makan Minum (kategori I) sebanyak
10.558 orang. Bila dijumlahkan, keempat kategori tersebut mampu menyerap 81,39
persen tenaga kerja yang ada di Kabupaten Siak. Uniknya, walaupun jumlah usaha
pada kategori Industri Pengolahan hanya 7,09 persen dari total seluruh usaha,
penyerapan tenaga kerja pada sektor tersebut cukup tinggi yaitu sebesar 22,66
persen. Berbeda dengan usaha Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan
Perawatan Mobil dan Sepeda Motor yang hanya mampu menyerap 32,12 persen tenaga
kerja padahal jumlah usaha yang ada mencapai 54 persen dari total seluruh
usaha.
Kontribusi Tiga Sektor Usaha
Dominan terhadap Perekonomian Kabupaten Siak
Tiga kategori
yang paling banyak diusahakan oleh penduduk kabupaten Siak masing-masing
berkontribusi pada PDRB Non Pertanian Tahun 2016 sebesar 2,45 persen untuk
kategori Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda
Motor; 0,06 persen untuk kategori Penyediaan Akomodasi dan Penyedian Makan
Minum; dan 43,82 persen untuk kategori Industri Pengolahan.
Hal yang
menarik adalah dua sektor yang jumlah usahanya paling dominan tidak memberikan
kontribusi /share yang signifikan terhadap PDRB Kabupaten Siak Non Pertanian
Atas Dasar Harga Berlaku 2016. Hal Ini disebabkan oleh Perekonomian Kabupaten
Siak masih didominasi oleh Sektor Pertambangan dan Penggalian yang
berkontribusi sebesar 45,2 persen dan diikuti oleh Sektor Industri Pengolahan.
Peranan UMK dalam Perekonomian
Kabupaten Siak
Secara umum,
kegiatan usaha diklasifikasikan menjadi Usaha Mikro Kecil (UMK) dan Usaha
Menengah Besar(UMB). Penentuan klasifikasi usaha didasarkan oleh beberapa
kriteria antara lain berdasarkan omset, status badan hukum dan jumlah tenaga
kerja. Usaha Mikro Kecil memiliki kriteria omset pertahun kurang dari 2,5
Miliar dan jumlah tenaga kerja berkisar 1-19 orang.
Peranan UMK
dalam perekonomian Indonesia cukup kuat mengingat ketika krisis ekonomi 1998,
UMK mampu bertahan dan mampu menyerap tenaga kerja sehingga menjadi penggerak
perekonomian pasca krisis. Hal ini
disebabkan karena UMK sangat fleksibel
dan mudah berinovasi.
Data SE 2016
Kabupaten Siak menunjukkan bahwa 98,7 persen atau 32.742 usaha tergolong UMK,
selebihnya hanya 1,3 persen atau 440 usaha yang tergolong UMB. Dominasi UMK
juga terlihat pada level provinsi dan level nasional dengan persentase mencapai
98 persen. Lalu bagaimana peranan UMK dalam penyerapan tenaga kerja di
kabupaten Siak? Ternyata dari total tenaga kerja sebanyak 90.118 orang, UMK
menyerap 73,6 persen atau 66.344 orang, sementara UMB hanya menyerap 26,4
persen saja.
Meskipun UMK
sangat berkembang pesat di Indonesia, bukan berarti eksistensi UMK tidak
mengalami hambatan dan tantangan. Ketersediaan modal, pemasaran dan kurangnya
penggunaan teknologi mengakibatkan lemahnya daya saing UMK terhadap gempuran
produk impor dan produk hasil UMB.
Oleh sebab itu, sangat diperlukannya campur
tangan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah terkait kebijakan yang
berpihak untuk memeajukan dan meningkatkan daya saing UMK. Terlebih lagi perlunya
edukasi pengguaan internet dan teknologi yang masih sangat minim digunakan oleh
pelaku UMK. Mengingat UMK adalah penggerak roda perekonomian bangsa,
pengembangan UMK diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
menyerapan tenaga kerja yang maksimal khususnya untuk Kabupaten Siak.
Rini (Siak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar