[OPINI] Berkualitaskah Penduduk Riau?

Riau, salah satu provinsi penyumbang nilai PDRB terbesar nasional (peringkat ke lima) memiliki kualitas penduduk dengan kategori “Tinggi” yaitu sebesar 71,20 lebih tinggi dari kualitas penduduk secara nasional (70,18).
Apa itu kualitas penduduk?. Kualitas penduduk merupakan salah satu penentu berhasil tidaknya pembangunan di suatu daerah. Kualitas penduduk adalah tingkat/taraf kehidupan penduduk yang berkaitan dengan kemampuan dalam pemenuhan kebutuhan seperti pangan, sandang, perumahan, kesehatan, pendidikan.
Salah satu tolak ukur yang digunakan untuk melihat kualitas penduduk adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diukur melalui tiga aspek dasar, yaitu : A Long and Healthy Life (umur panjang dan hidup sehat), Knowledge (pengetahuan), dan A Desent Standard of Living (standar hidup layak).
Capaian IPM diklasifikasikan menjadi kategori rendah (IPM < 60), sedang (60 ≤ IPM < 70), tinggi (70 ≤ IPM < 80), dan sangat tinggi (IPM ≥ 80). Pengklasifikasian pembangunan manusia bertujuan untuk mengorganisasikan wilayah-wilayah menjadi kelompok-kelompok yang sama dalam dalam hal pembangunan manusia

Aspek Kesehatan

Kualitas penduduk Riau dilihat dari aspek kesehatan (umur panjang dan hidup sehat) tercermin pada nilai Angka Harapan Hidup saat  lahir (AHH)  sebesar 70,97 yang dapat diartikan bahwa jumlah tahun yang diharapkan dapat dicapai oleh bayi yang baru lahir untuk hidup di Riau adalah 70,97 tahun.
Peningkatan angka harapan hidup penduduk Riau tidak terlepas dari upaya pemerintah daerahnya. Upaya pemerintah melalui program-program pembangunan juga telah dilaksanakan diantaranya meningkatkan akses masyarakat terhadap fasilitas kesehatan, peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan sarana dan prasarana kesehatan, dan menyediakan obat-obatan yang terjangkau oleh masyarakat.
Upaya pemerintah tersebut dalam tercermin pada peningkatan jumlah rumah sakit, puskesmas, puskesmas pembantu, dokter , perawat, dan bidan yang meningkat cukup banyak. Dari sisi Anggaran, dana APBD Riau yang dialokasikan pemerintah untuk kesehatan juga mengalami peningkatan yaitu sebesar 192,5 Triliun dalam kurun waktu 2013-2016.


Aspek Pendidikan
Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia Pemenuhan atas hak untuk mendapatkan pendidikan dasar yang layak dan bermutu merupakan ukuran keadilan dan pemerataan atas hasil pembangunan. Dari Aspek Pengetahuan/Pendidikan, kualitas penduduk Riau dapat dilihat melalui angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) dan Harapan Lama Sekolah (HLS).
 Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) Riau adalah sebesar 8,59 yang berarti rata-rata lamanya penduduk Riau usia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal hingga kelas VIII (SMP kelas II).  Angka Harapan Lama Sekolah (HLS) Riau adalah sebesar 12,86 yang berarti bahwa anak-anak sekolah di Riau memiliki peluang untuk menamatkan pendidikan mereka hingga lulus SMA atau D1.
Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan adalah dengan memperkecil angka putus sekolah dan meningkatkan jumlah angka yang melanjutkan antar jenjang pendidikan. Upaya lain yang dilakukan yaitu dengan meningkatkan akses dan mutu pendidikan anak usia dini (PAUD), meningkatkan partisipasi sekolah jenjang pendidikan dasar yang bermutu, meningkatkan akses dan mutu pendidikan menengah, meningkatkan akses dan daya saing pendidikan tinggi, serta meningkatkan mutu pendidik dan tenaga kependidikan

Aspek Standar Hidup Layak
Standar Hidup Layak merupakan aspek ketiga dalam penentuan kualitas penduduk yang direpresentasikan oleh pengeluaran per kapita yang disesuaikan (Purchasing Power Parity/PPP). Besaran pengeluaran per kapita yang disesuaikan  penduduk Riau adalah sebesar Rp. 10,465 juta per tahun.
Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (kesejahteraan masyarakat) sehingga dapat mendukung lancarnya pelaksanaan pembangunan, pemerintah melakukan upaya dalam bentuk: menekan laju pertumbuhan penduduk, merangsang kemauan berwiraswasta, menggiatkan usaha kerajinan rumah tangga/industrialisasi, memmperluas kesempatan kerja, dan meningkatkan GNP dengan cara meningkatkan barang dan jasa.
Meskipun kualitas penduduk Riau sudah termasuk kategori tinggi, pemerintah daerah tidak boleh terlena  dengan capaian tersebut, karena di Riau masih terjadi disparitas kualitas hidup penduduk antar kabupaten/kota terutama antara Kota Pekanbaru (79,69) dan Kabupaten Kepulauan Meranti (63,90). Ini akan menjadi peer bersama bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas penduduk di Riau secara keseluruhan dan merata.

Fitri Hariyanti
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar