Sumber
Tribun Pekanbaru
Terkait
seberapa besar pembiayaan perbankan menggenjot pelaku UMKM diberbagai sektor
pertumbuhan ekonomi baru yang tengah digalakkan Provinsi Riau, Siti mengatakan
penyaluran dari pihak perbankan terutama kredit sektor UMKM masih belum
mencapai harapan.
"Ditahun
2017 ini penyaluran kredit UMKM masih dibawah angka 20 persen. Kita menargetkan
kinerja penyaluran kredit sektor tersebut mampu mencapai angka tersebut,"
ujarnya.
Ia
mengatakan untuk pengembangan sektor baru perlu ada peningkatan fasilitas,
infrastruktur, iklim investasi, SDM dan berbagai perbaikan lainnya.
Gubernur
Riau, Arsyadjuliandi Rachman mengatakan dari sejak beberapa tahun lalu
pemerintah telah fokus menggarap sumber pertumbuhan ekonomi baru salah satunya
di bidang kepariwisataan berbasis budaya.
Untuk sektor ini setelah beberap tahun gencar digalakkan telah
mampu menghasilkan sejumlah destinasi baru yang memiliki potensi besar.
Peningkatan
infrastruktur kesejumlah destinasi wisata yang ada di Riau beberapa tahun
terakhir jadi pendorong berkembangnya destinasi wisata yang ada di Riau.
"Ditahun
2018 ini kita akan coba menggarap wilayah pesisir Riau dengan melirik potensi perikanananya," katanya.
Ia
mengatakan sektor perikanan di Riau memiliki potensi besar
dalam rangka menyumbangkan hasil positif pada perekonomian masyarakat.
"Dengan
Riau memiliki garis pantai sepanjang 2.076 kilometer, kita yakin ini akan
memberi sumbangsih besar bagi pertumbuhan ekonomi di Riau," pungkasnya.
Tak
hanya membahas tentang kondisi ekonomi di Riau, dalam Pertemuan Tahunan 2017
ini Bank Indonesia juga menyalurkan bantuan
modal kepada lima kelompok tani yang ada di Riau serta dana penyediaan
fasilitas air bersih bagi warga Kabupaten Meranti.
Bantuan
ini merupakan bagian dari Program Sosial Bank Indonesia

Tidak ada komentar:
Posting Komentar