[OPINI] Perempuan Riau Cerdas Berinvestasi

Inisiatif Melakukan Perubahan (Do Initiative For Change) menjadi bagian penting yang harus dilakukan oleh perempuan Riau, yaitu perempuan yang “paham” keuangan, apalagi saat perempuan menikah akan berperan sebagai manager keuangan keluarga. Bila perempuan tidak paham tujuan keuangan keluarga, maka konsekuensi yang muncul adalah pengeluaran lebih besar daripada pendapatan sehingga  keluarga kurang sejahtera.
Perempuan yang cermat mengelola keuangan keluarga bisa mengalokasikan pendapatan yang tepat serta mampu menyisihkan uang untuk modal usaha keluarga. Memang  tidaklah mudah namun perempuan yang mempersiapkan secara baik akan mengetahui potensi ekonomi di lingkungan sekitarnya yang bisa diolah, teliti mengelola modal usaha serta menjalankan usaha secara profesional, sehingga hasil yang di dapat akan maksimal.

                 Inilah yang dikatakan Perempuan Riau yang “cerdas” paham akan pentingnya investasi, berarti ia telah  berpotensi mandiri secara finansial untuk dirinya sendiri, ikut membantu perekonomian pasangan dan keluarga, serta turut mendukung tercapainya tujuan pembangunan nasional.
                Berdasarkan hasil SUPAS 2015, jumlah pendududk Provinsi Riau adalah 6.30 juta jiwa merupakan yang terbesar keempat di Pulau Sumatera setelah Provinsi Sumatera Utara, Lampung, dan Sumatera Selatan. Dilihat dari proyeksi penduduk 2010-2020 berdasar hasil Sensus Penduduk (SP) 2010 jumlah penduduk menurut   jenis kelamin dan kelompok umur Provinsi Riau tahun 2016 untuk jumlah penduduk laki laki sebanyak 3.34 juta jiwa dan jumlah penduduk perempuan 3.16 juta jiwa . Jika ingin Riau menjadi provinsi  yang berperan strategis memberdayakan teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup, maka  kuncinya terletak pada peran investasi perempuan. Karena dilihat dari jumlah penduduk perempuan yang hampir sama banyaknya dengan jumlah penduduk laki-laki. Sebaiknya, pemerintah Riau memperbanyak membangun lapangan kerja, kesempatan karir dan kesempatan wirausaha bagi perempuan.  Sehingga, peluang perempuan Riau untuk berinvestasi akan lebih banyak.
          Jika dilihat dari jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Lingkungan Pemerintahan Provinsi Riau menurut Jenis Kelamin Tahun 2016,  Jumlah   PNS laki-laki sebanyak 4.428 jiwa dan jumlah PNS perempuan sebanyak  3.541 jiwa. Dari data tersebut terlihat bahwa saat ini sudah banyak perempuan Riau yang ikut andil untuk bekerja dan menjadi tulang punggung keluarga. Apalagi perempuan sebagai ibu rumah tangga juga sebagai wanita karir berani untuk menginvestasi kembali penghasilannya untuk keluarganya, terutama anak-anaknya. Sehingga akan tercipta multiplier effect untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pendidikan, kesehatan, & potensi yang ada dalam anggota rumah tangga. Perempuan yang bekerja perlu diberdayakan agar fokus kepada kualitas hidup keluarganya dan tidak menyerahkan pendidikan kepada baby sister /para guru di sekolah. Karena fakta membuktikan perempuan yang berpendidikan mampu membesarkan dan mendidik  anak-anak menjadi lebih baik dan sejahtera.
Sedangkan dilihat dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2016  untuk persentase berumur 10 tahun ke atas menurut ijazah tertinggi yang dimiliki dan jenis kelamin di Provinsi Riau 2016 bahwa 6,15 persen perempuan  berijazah D IV /S2/S3 sedangkan  laki-laki  yang berijazah D IV /S2/S3 sebesar 5,25 persen. Ijazah D III  yang dimiliki untuk perempuan 3,04 persen sedangkan laki-laki yang berijazah D III sebanyak 1,56 persen. Dari data ini terlihat bahwa bisa dikatakan perempuan sebenarnya lebih  unggul dibandingkan laki-laki. Dengan kata lain, walaupun saat ini cukup banyak perempuan Riau yang menunjukkan bahwa dirinya mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi yang tidak kalah besarnya dalam berbagai bidang pembangunan, mulai dari ilmu pengetahuan,teknologi, politik, ekonomi, sosial, dan bahkan pertahanan dan keamanan, namun masih lebih banyak perempuan Riau yang belum mampu menunjukkan potensi dan jati dirinya secara optimal, karena masih terkungkung oleh keterbatasan/kemiskinan secara struktural, kultural, dan alamiah.
Maka diperlukan upaya untuk memberdayakan tenaga kerja perempuan untuk berwirausaha dan bersekolah, agar perempuan  dapat membuka  lapangan kerja sendiri dan ikut berkontribusi membangun keluarga dan daerah Riau. Sehingga, perempuan akan berani untuk melakukan investasi  yang sesuai tujuan hidup serta lebih banyak perempuan  menjadi pengambil keputusan agar keputusan –keputusan yang dibuat memperhatikan lebih bnayak aspek yang penting bagi keluarga dan perempuan.  Bagi perusahaan/instansi perlu memperhatikan keberadaan perempuan dalam komposisi pengambil keputusannya, dan perempuan harus lebih banyak diberdayakan untuk bisa tampil  ke muka menjadi pemimpin.
                Kelak, perempuan seperti inilah yang bisa membangun Riau di masa mendatang. Perempuan Riau Cerdas Berinvestasi.


Arni Juwita
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar