“Kenapa didata lg,pak? Kemarin sudah pernah di
data.” Begitu ucap salah satu pemilik usaha saat petugas mendatangi lokasi
usahanya untuk pendataan Sensus EKonomi Lanjutan 2016 (SE Lanjutan 2016) pada
bulan Agustus lalu. Ada juga yang menyatakan “Lagi-lagi sensus,bu. Apa gunanya
untuk kami?” Pertanyaan-pertanyaan tersebut sudah tak asing lagi diterima oleh
petugas lapangan (pencacah) dari Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah. BPS
sebagai lembaga pemerintah ditunjuk untuk menyediakan data khususnya penyelenggaraan
statistik dasar. Salah satu bentuk kegiatan statistik dasar yaitu pelaksanaan
sensus atau survei. Melalui survei atau sensus, dapat dipastikan bahwa petugas
pencacah akan sangat terkait dengan masyarakat.
Pada segelintir
kelompok masyarakat, terdapat pemikiran bahwa sensus atau pun survei yang
dilaksanakan berarti akan adanya program bantuan dari pemerintah. Pemikiran seperti ini yang sering diluruskan
oleh pencacah. Sensus yang diadakan oleh BPS bukanlah semata-mata karena akan
adanya bantuan, tetapi untuk memenuhi kebutuhan pemerintah seperti data-data bidang
sosial, ekonomi dan lainnya. Data
merupakan pondasi dalam setiap perencanaan pembangunan.
Perbedaan
kegiatan sensus dan survei terletak pada jumlah respondennya. Sensus berarti
subyek pendataan tidak boleh ada yang terlewat untuk di data. Contohnya: Sensus
Penduduk, Sensus Pertanian, sensus Ekonomi. Sedangkan survei, respoden
ditentukan secara sampel, dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan
sehingga dapat mewakili populasi.
Target responden
dari setiap kegiatan sensus atau survei (responden pencacahan) antara lain
usaha, rumah tangga bahkan instansi pemerintah. Beberapa survei atau sensus pada
tahun ini yang respondennya adalah rumah tangga atau pelaku usaha antara lain:
1.
Sensus Ekonomi, terakhir dilaksanakan selama
bulan Agustus-pertengahan Septemver 2017, mendata semua usaha termasuk usaha
rumah tangga. Diperoleh data jumlah usaha, jumlah tenaga kerja, maupun
karakterisitk usaha lainnya. Dimensi pemanfaatan data ini cukup besar karena
dilakukan secara sensus atau pendataan lengkap secara serentak di tingkat
nasional.
2.
SUSENAS (Survey Sosial Ekonomi Nasional),
dilaksanakan dua kali setahun di bulan Maret dan September 2017 ke rumah tangga
sampel. Data yang diperoleh data pengeluaran rumah tangga, kondisi perumahan
serta keterangan lainnya. Indikator sosial yang dapat diperoleh angka
ketimpangan pendapatan.
3.
SAKERNAS (Survey Angkatan Kerja Terpilih),
dilaksanakan bulan Februari dan Agustus 2017 pada rumah tangga terpilih sebagai
sampel. Data yang diperoleh mengenai ketenagakerjaan. Indikator sosial yang
dapat diperoleh dari pengumpulan data SAKERNAS ini antara lain tingkat
pengangguran terbuka.
4.
Survey Harga Konsumen (SHK), dilaksanakan untuk
daerah kota yaitu Pekanbaru dan Dumai. Survei ini bersifat rutin mingguan, dua
mingguan dan bulanan. Kegiatan yang dilakukan seperti; pendataan harga barang
komoditi tertentu di pasar tradisional, pasar modern, outlet, toko,sekolah dan
lainnya. Data yang diperoleh yaitu Inflasi bulanan.
5.
Kegiatan rutin lainnya seperti pendataan
Industri Besar Sedang, pendataan Industri Mikro Kecil, Pendataan Survei
Tendensi Konsumen, Pendataan Harga Perdagangan Besar, Survei Tendensi Konsumen
dan survei lainnya.
Berdasarkan
penjelasan di atas terlihat begitu kompleksnya pendataan yang dilakukan oleh
BPS. Kompleks dalam hal kerutinan waktunya dan juga keberagaman jenis survei.
Semua ini tentunya untuk memenuhi kebutuhan pengguna data atau stake holder terkait. Respon yang
beragam diperoleh dari responden, khususnya responden pada kegiatan rutin yang
bersifat mingguan, bulanan maupun triwulanan. Namun dengan pendekatan dengan
respoden, petugas mampu menjalin kerjasama yang baik.
Mewujudkan
mayarakat yang sadar data merupakan pekerjaan rumah bersama. Sadar data bukan
hanya dari sisi bersedia didata tapi juga dari sisi kualitas data yang
diberikan. Bagaimana pemerintah membuat suatu kebijakan jika data tidak
tersedia. Data itu mahal tetapi lebih mahal lagi membangun tanpa data. Mari
Bersama membangun negri dengan data.
Siswiny

Tidak ada komentar:
Posting Komentar