Perhelatan
Konferensi Tingkat Tinggi Asosiasi Negara Lintas Samudera Hindia ( KTT IORA – Indian Ocean Rim Association) yang cukup
bersejarah sukses terlaksana pada awal tahun 2017, tepatnya tanggal 5 – 7 Maret
2017. KTT yang dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo,
adalah KTT yang pertama kalinya sejak IORA dibentuk 20 tahun yang lalu dan
Indonesia adalah tuan rumahnya. KTT IORA beranggotakan 21 negara dari tiga
benua, yakni Asia 11 negara (Bangladesh, India, Indonesia, Iran, Malaysia,
Oman, Persatuan Emirat Arab, Singapura, Sri Langka, Thailand, dan Yaman),
Afrika 9 negara (Afrika Selatan, Comoros, Kenya, Madagaskar, Mauritius,
Mozambique, Seychelles, Somalia, dan Tanzania), serta Australia.
KTT
kali ini membuka peluang yang sangat besar untuk peningkatan ekspor Indonesia
(termasuk Riau). Kenapa tidak, kawasan IORA yang dihuni sekitar 2,7 miliar jiwa
merupakan pangsa pasar yang sangat potesial bagi berbagai produk barang dan
jasa dari Indonesia (termasuk Riau). Bahkan dalam KTT ini dilahirkan suatu
kesepakatan yang disebut Jakarta Concord. Dimana dalam Jakarta Concord dimuat
enam kesepakatan, yang salah satu butirnya adalah Meningkatkan Kerjasama
Perdagangan dan Investasi. Berarti ekspor Indonesia (termasuk Riau) berpeluang
besar untuk lebih ditingkatkan lagi dibanding sekarang. Yakni meningkatnya nilai
dan volume perdagangannya, dan bertambah ragam jenis komoditinya.
Menurut
data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, terlihat perbedaan yang sangat
mencolok rata-rata ekspor Riau pertahun ke negara-negara IORA. Selama enam
tahun terakhir, hanya empat negara anggota IORA, yang rata-rata ekspor Riau
pertahun diatas 1 persen, itupun semuanya berada di Asia. Negara tersebut
adalah Bangladesh sebesar 2,02 persen pertahun dengan nilai sebesar 1,98 miliar
dollar AS, berikutnya Singapura 2,63 persen pertahun dengan nilai sebesar 2,64
miliar dollar AS, Malaysia 5,58 persen pertahun dengan nilai 5,55 miliar dollar
AS, dan yang tertinggi adalah ke India sebesar 11,82 persen pertahun dengan
nilai sebesar 12,00 miliar dollar AS. Selebihnya 16 negara, rata-rata ekspor
Riau pertahun di bawah 1 persen, antara lain ke Iran hanya 0,63 persen per
tahun, Thailand 0,60 persen pertahun, Uni Emirat Arab 0,54 persen pertahun,
Australia 0,41 persen pertahun. Sedangkan ke negara-negara Afrika, ekspor yang
paling tinggi hanya 0,44 persen pertahun yaitu ke negara Tanzania dengan nilai
ekspor sebesar 448,73 juta dollar AS.
Implementasi
kesepakatan KTT IORA kedepannya jika dilaksanakan dengan sungguh-sungguh,
merupakan peluang dan angin segar bagi peningkatan ekspor Riau, utamanya ke
negara-negara IORA dari benua Afrika. Pada tahun 2016 baru tercatat sebesar
125,21 juta dollar AS nilai ekspor Riau ke negara-negara IORA dari benua Afrika,
dengan rincian Tanzania sebesar 41,90 juta dollar AS, Kenya 38,34 juta dollar
AS, Afrika Selatan 30,76 juta dollar AS, Mozambique 8,50 juta dollar AS,
Madagaskar 5,21 juta dollar AS, Mauritius 426,82 ribu dollar AS, Somalia 39,60
ribu dollar AS, Seychelles 17,16 ribu dollar AS, dan Comoros 14,98 ribu dollar
AS. Barang-barang yang di ekspor, semuanya produk hasil industri, seperti
kertas dan karton, berbagai produk kimia, lemak dan minyak hewan/nabati, bubur
kayu (pulp), dan buah-buahan.
Ke
depannya bukan hanya produk-produk hasil industri saja yang di ekspor ke
negara-negara tersebut, produk-produk ekspor lainnya dari Riau dapat pula
dikirim. Dari hasil pertanian antara lain ada bahan-bahan nabati, biji-bijian
berminyak, buah-buahan, ikan dan udang, daging hewan, sayuran, lak, getah, dan
damar, binatang hidup, pohon hidup, dan bunga potong, dan lain-lain. Dari hasil
industri antara lain ada karet dan barang dari karet, kayu dan barang dari
kayu, berbagai makanan olahan, minuman, bahan kimia organik, ampas dan sisa
industri makanan, olahan dari buah-buahan/sayuran, hasil penggilingan, olahan
dari tepung, serat tekstil dan benang kertas, berbagai barang buatan pabrik, dan
masih banyak lagi hasil industri lainnya. Dari hasil tambang ada bahan bakar
mineral, kelompok garam, belerang, kapur. Semua barang-barang tersebut adalah
kualitas ekspor dan sudah teruji dan diterima di berbagai negara belahan dunia
lainnya.
Dari
uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ekspor Riau ke negara-negara anggota
IORA dari Afrika, dan sebagian negara-negara IORA dari benua Asia, seperti
Yaman, Oman, Persatuan Emirat Arab, dan Iran masih sangat rendah. Apalagi jika
dibandingkan dengan ekspor Riau di luar negara-negara IORA, seperti ekspor Riau
ke negara-negara Eropa, maupun negara-negara di Amerika. Tentu sangat jauh,
baik dari sisi nilai dan volume perdagangannya, maupun dari jumlah ragam
komoditinya.
Inilah saatnya, melalui komitmen Jakarta Concord di
antara negara-negara Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (IORA), kendala
untuk meningkatkan perdagangan luar negeri dapat segera diatasi. Apalagi
kemampuan Indonesia di bidang kemaritiman yang lebih mumpuni, bakal memudahkan
melakukan penetrasi pasar baru tujuan ekspor, kata Menteri Perdagangan
Enggartiasto Lukito.
Irfarial

Tidak ada komentar:
Posting Komentar