Rp60 M Benahi Jalan Provinsi di Siak

SIAK (RIAUPOS.CO) - Ruas jalan provinsi yang rusak parah melintasi berbagai Kabupaten di Riau bakal segera dilelang. Khusus di Siak, sekitar delapan pekerjaan sudah disiapkan dengan total anggaran Rp60 miliar. 

   Selain peningkatan ruas jalan rusak parah di Koto Gasib dengan kaki seribu berikut jembatan, jalan perusahaan Pekanbaru-Perawang di PT SIR tahun ini juga akan dibangun jembatan.

   Berdasarkan data yang dirangkum, Selasa (6/2), delapan hingga sembilan proyek pekerjaan dan peningkatan jalan serta jembatan untuk ruas jalan provinsi di Siak bakal segera dilelang. Dengan demikian Maret atau April mendatang, perbaikan pada ruas-ruas jalan rusak sudah mulai dikerjakan di lapangan.

  “Tentu kita berharap agar ruas jalan di Koto Gasib yang banyak berlubang segera diperbaiki, karena sering terjadi kecelakaan yang menyebabkan kematian,” kata Dwi (35) warga Pekanbaru yang rutin bolak balik Pekanbaru-Siak saat berbincang mengenai ruas jalan rusak tersebut.

  Khusus ruas jalan dimaksud, Pemprov Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp28 miliar. Guna pembangunan Jembatan Koto Gasib ruas Simpang Beringin-Maredan-Simpang Buatan. Posisinya di tengah jalan lurus Koto Gasib tersebut.

   “Disiapkan perencanaan untuk konstruksi kaki seribu. Sepanjang 200 meter pada bagian yang bergelombang di sekitar jembatan dengan anggaran Rp28 miliar,” ungkap Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto, Selasa (6/2) siang.

   Lokasi yang bakal dipasang dengan konstruksi kaki seribu tersebut nantinya berada pada posisi tengah jalan sepanjang 16 Km dari simpang Maredan-Km 11 tersebut. Pekerjaan akan segera dilakukan begitu tahapan dan proses lelang tuntas.

   Selain Rp28 miliar untuk ruas jalan tersebut. Juga dijelaskan Dadang, khusus ruas jalan Provinsi di wilayah Kabupaten Siak juga sudah akan segera dilelang pekerjaan pemeliharaan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur. Pemeliharaan sepanjang 0,7 Km berkala dan 20 Km rutin. Pagu anggaran disiapkan Rp4,2 miliar.

   Kemudian juga ada pemeliharaan Jembatan Teluk Masjid Rp2,1 miliar, Pemeliharaan jalan Pakning-Teluk Masjid-Simpang Pusako Rp6,2 miliar, Pemeliharaan jalan Simpang Beringin-Maredan-Simpang Buatan Rp4,2 miliar. Pemeliharaan Jembatan Perawang Rp1,9 miliar, peningkatan jalan Simpang Minas-Simpang Pemda-Simpang Tualang Timur sepanjang 0,6 Km dengan pagu Rp5,3 miliar dan peningkatan Jalan Siak-Perawang 0,85 Km dengan pagu Rp3,9 miliar.

   “Semua akan segera dilelang. Termasuk ada anggaran Rp5 miliaran untuk pekerjaan buat jembatan di jalan perusahaan itu (PT SIR) ya. Tahun ini satu unit jembatan, jadi ampang-ampang di sana dilepas,” sambungnya.

Sumber: Riau Pos, 07 februari 2019
http://www.riaupos.co/194266-berita-rp60-m-benahi-jalan-provinsi-di-siak.html#.XGEh0dIzbIU
Share:

Pemprov Anggarkan 2.000 Rumah Layak Huni

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Riau memastikan penganggaran untuk Rumah Sehat Layak Huni (RSLH) tahun ini. Jumlahnya mencapai 2.000 unit dengan estimasi anggaran perunit Rp60 juta. Dengan demikian, pemprov kembali bisa memberikan bantuan RSLH kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman kepada Riau Pos, Senin (4/2). Ia menjelaskan, kebutuhan masyarakat akan RSLH masih sangat banyak tahun ini. Bahkan untuk tahun lalu masih ada warga yang belum mendapatkan. Untuk itu pihaknya telah memperjuangkan bagaimana program RSLH bisa masuk ke APBD 2019.

‘’Alhamdulillah masuk dan kembali kami anggarkan. Insyaallah segera berjalan. Namun untuk lebih selektif, kami meminta supaya masyarakat yang menerima bantuan benar-benar patut. Artinya, jangan sampai calon penerima berkecukupan tapi tetap dapat bantuan,” paparnya.

Beberapa syarat yang dibuat antara lain masyarakat dengan umur diatas 60 tahun. Dimana menurut pemikiran dewan, umur diatas 60 tahun tidak lagi produktif dalam menghasilkan. Kemudian masyarakat yang sudah memiliki dasar bangunan pada rumah. Bukan baru memiliki tanah.”Artinya rumah yang tidak layak kita jadikan rumah yang layak. Baik dari segi MCK-nya itu harus benar-benar layak,” tambahnya.

Nantinya setiap kabupaten/kota akan mendapat jatah 178 unit RSLH. Dimana tim penilai calon penerima bantuan dibentuk sendiri oleh dinas terkait. Kepada pelaksana, lelaki yang karib disapa Dedet itu meminta agar program tersebut dimanfaatkan sebaiknya. Jangan sampai ada kongkalikong atau mempermainkan program tersebut. Seperti menjual program dengan imbal balik dari penerima bantuan.

Sumber: Riau Pos, 05 Februari 2019
http://www.riaupos.co/194183-berita-pemprov-anggarkan-2000-rumah-layak-huni-.html#.XGEhDdIzbIU
Share:

Wisatawan Padati Pasar 1.000 Durian

ROHUL (RIAUPOS.CO) - Iven Pasar 1.000 Durian yang dipusatkan di objek wisata Danau Cipogas, Desa Sialang Jaya, Kecamatan Rambah, Sabtu (2/2), dihadiri ribuan pengunjung dan wisatawan.

Pasalnya, Pasar 1.000 Durian yang baru pertama dilaksanakan dan dalam rangka memeriahkan pengukuhan pengurus Gerakan Pesona Indonesoa (GenPi) Kabupaten Rohul yang bekerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Rohul, berlangsung sukses..

Suksesnya iven Pasar 1.000 Durian, terlihat tingginya minat dari masyarakat maupun wisatawan dari luar Rokan Hulu yang hadir yang diperkirakan mencapai  3.000 hingga 3.500 orang yang datang untuk menikmati 1.200 durian yang telah disiapkan oleh panitia.

Bupati Rokan Hulu H Sukiman dalam sambutannya menyambut baik dan mendukung ivent Pasar 1.000 Durian yang baru pertama kali digelar dalam rangka memeriahkan pengukuhan pengurus GenPi Rohul.

Menurutnya, Pasar 1.000 Durian sukses mendapatkan perhatian dari wisatawan dan masyarakat luar Rokan Hulu, dan ini akan dijadikan kalender iven pariwisata yang digelar setiap tahunnya oleh Pemkab Rohul melalui Disparbud.

Sukiman menyebutkan, iven Pasar 1.000 durian ini memberikan dampak terhadap penambahan penghasilan masyarakat maupun petani atau pemilik tanaman durian.

 ‘’Pasar 1.000 Durian memberikan dampak yang cukup besar. Terutama dalam promosi objek wisata Rohul. Lebih dari itu, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat atau pedagang, khususnya pemilik pohon durian. Bayangkan 1.200 buah durian yang disiapkan panitia habis, dengan voucher senilai Rp50 ribu makan durian sepuasnya di satu lapak,’’ tuturnya.

Orang nomor satu Rohul itu mengatakan, pemerintah daerah akan menjajaki kerjasama dengan pihak Telkom. Karena trendnya sekarang ini, jaringan telekomunikasi 4G atau 3G di lokasi objek wisata sangat berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan.

‘’Di era digital saat ini, objek wisata harus didukung dengan kualitas signal telekomunikasi. Kecenderungan wisatawan saat ini, lebih suka berkunjung ke objek wisata yang memiliki kualitas internet yang bagus. Keberadaan mereka di lokasi wisatan, langsung di-upload ke media sosial. Makanya jaringan telekomunikasi yang bagus di objek wisata menjadi perhatian kita kedepan,’’ tambahnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Rohul Drs Yusmar MSi menjelaskan, iven Pasar Seribu durian, salah satu langkah, dalam rangka memperkenalkan dan mempromosi objek wisata yang ada di Rohul.

 ‘’Pasar 1.000 Durian dijadikan kalender iven pariwisata tahunan Pemkab Rohul. Bahkan salah satu perbankan plat merah siap berpartisipasi untuk mendukung dalam mempromosikan objek wisata di Rohul,’’ tuturnya.

Sumber: Riau Pos, Senin 04 Februari 2019
http://www.riaupos.co/194128-berita-wisatawan-padati-pasar-1000-durian.html#.XFfjhNIzbIU

Share:

100 Persen Desa di Siak Berlistrik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Awal tahun ini, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau kembali memberikan sumbangsih besar kepada Provinsi Riau karena telah melistriki seluruh desa yang berada di Kabupaten Siak.

Hal ini ditandai dengan diadakannya acara peresmian 100 persen desa berlistrik yang digelar di Desa Muara Kelantan Kecamatan Sungai Mandau, Siak, Kamis (31/1)

‘’Ada 4 desa terakhir yang belum berlistrik dan kini telah kami listriki yaitu Desa Tasik Betung, Desa Rantau Bertuah, Desa Teluk Lancang dan Desa Teluk Lanus,’’ ujar Irwansyah.

Beliau mengungkapkan telah mengeluarkan dana yang besar demi tercapainya 100 persen desa berlistrik Kabupaten Siak. ‘’Pembangunan infrastruktur kelistrikan pada 4 desa terakhir ini telah menghabiskan dana lebih dari Rp19 miliar,’’ ungkap Irwansyah.

Infastruktur kelistrikan yang dibangun pada desa tersebut di antaranya Jaringan Tegangan Menengah (JTM) dengan total lebih dari 35,7 KMS, Jaringan Tegangan Rendah (JTR) lebih dari 19,3 KMS dengan total keselurahan daya Gardu Distribusi lebih dari 720 kVA. ‘’Seluruh infastruktur kelistrikan ini dibangun demi meningkatkan kesejahteraan dan ekonomi pada masyarakat. Karena dengan pertumbuhan listrik maka pertumbuhan ekonomi pada suatu daerah pun ikut meningkat,” tambah Irwansyah.

"Pada 2011 Kabupaten Siak, rasio desa berlistrik hanya 33 persen. Tapi pada saat ini 2019, Alhamdulillah Siak telah mencapai 100 persen atas upaya PLN melistriki desa-desa," ujar Syamsuar.

Sumber: Riau Pos, Jumat 01 Februari 2019
http://www.riaupos.co/193991-berita-100-persen-desa-di-siak-berlistrik.html#.XFfhItIzbIU
Share: