Bank Dunia Prediksi Pertumbuhan Ekonomi RI 5,3 Persen

JAKARTA - Bank Dunia baru saja merilis laporan kondisi ekonomi Indonesia. Prediksi Bank Dunia terdahap pertumbuhan Indonesia 2018 tidak berubah, yakni 5,3 persen.

Country Director World Bank for Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, meski ada beberapa tantangan, namun Bank Dunia yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai level tersebut. Salah satu tantangannya meredanya kenaikan harga komoditas di tahun ini dan berubah menjadi penghambat.

"Momentum dalam pertumbuhan investasi yang padat impor ini diperkirakan akan berlanjut dalam waktu dekat ini," tuturnya di Energy Building, Jakarta, Selasa (27/3) dilansir detik.

Dikatakannya, permintaan dalam negeri yang tinggi juga akan meredam kontrubusi ekspor. Kenaikan impor juga diyakini lantaran kebijakan perampingan proses impor.

Bank Dunia juga memprediksi inflasi tahun ini akan berada di kisaran 3,5 persen. Sementara neraca transaksi berjalan minus 1,9 persen.

Sementara pada kuartal IV 2017, Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,2 persen, sehingga secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2017 mencapai 5,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi di 2017 didorong investasi yang lebih tinggi. Hal itu juga sejalan dengan pemulihan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi global dan arus perdagangan yang lebih tinggi.(kt11)
Sumber : KataRiau.com, 27 Maret 2018
Share:

Harga Emas Jatuh dari Posisi Tertinggi dalam 6 Pekan

Liputan6.com, Tokyo - Harga emas jatuh usai mencapai level tertinggi dalam 6 minggu terpicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) dan peningkatan risiko di pasar keuangan global. Meski demikian logam mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di beberapa negara.

Melansir laman Reuters, Rabu (28/3/2018), harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1,.343,84 per ounce. Ini usai menyentuh posisi tertinggi sejak 16 Februari USD 1.356,66 per barel.

Sementara harga emas berjangka AS untuk perdagangan April turun USD 13, atau 1 persen, ke posisi USD 1.342 per ounce.   

Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama ini. Maklum, Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.

Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas sebagai tempat berlindung yang aman.

"Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu, emas terkadang akan menguntungkan," kata Simona Gambarini, Ekonom Komoditas di Capital Economics.

Kondisi Geopolitik

Hal yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik. Salah satunya dari Rusia, yang mengatakan akan mengambil langkah balasan terkait keputusan AS untuk mengusir 60 diplomat negaranya dengan tuduhan mata-mata.

Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.

Adapun harga perak tercatat turun 0,7 persen menjadi USD 16,54 perounce setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu di posisi USD 16,80. 

Harga Platinum turun 1,1 persen menjadi USD 941,99 per ounce, mencapai USD 935, terendah sejak 3 Januari. Harga Palladium meningkat 0,1 persen ke posisi USD 974,50 per ounce.
Sumber : Merdeka.com, 28 Maret 2018
Share:

Harga Minyak Dunia Naik Bertahan di Atas USD 70 per Barel

Liputan6.com, New York - Harga minyak mentah dunia naik, bertahan di atas USD 70 per barel untuk hari ketiga. Kenaikan terpicu kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah dapat menyebabkan gangguan pasokan. Investor juga masih berhati-hati meskipun terjadinya peningkatan output global.

Melansir laman Reuters, Rabu (28/3/2018), harga minyak mentah berjangka Brent naik 28 sen ke posisi USD 70,40 per barel.  Sementara harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 19 sen menjadi USD 65,74 per barel.

Harga minyak telah naik lebih dari 7 persen sejauh ini pada bulan ini dan sebesar 5,3 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini. Ini berada pada jalur kenaikan kuartalan ketiga berturut-turut, sesuatu yang pasar belum saksikan sejak akhir 2010.

Kondisi geopolitik dan ekspektasi terjadinya pengendalian pasokan oleh eksportir dunia telah membantu mendorong harga minyak Brent berada di atas USD 70 tahun ini untuk kedua kalinya sejak akhir 2014. Namun para analis mengatakan kekuatan ini mungkin tidak bertahan lama.

“Kenaikan harga minyak baru-baru ini mungkin telah mengejutkan karena gambaran mendasar yang mendasarinya tidak membenarkan Brent mendekati USD 70. Pandangan ini didasarkan pada fakta sederhana bahwa pertumbuhan pasokan minyak non-OPEC akan mengalahkan kenaikan permintaan minyak global tahun ini,” kata analis PVM Oil Associates Tamas Varga.
Sumber : Liputan6.com,28 Maret 2018
Share:

Kejar pertumbuhan 5,3 persen, ini tantangan harus dihadapi RI versi Bank Dunia

Merdeka.com - Kejar pertumbuhan 5,3 persen, ini tantangan harus dihadapi RI versi Bank Dunia.
Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Rodrigo Chaves memprediksi pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) rill Indonesia sebesar 5,3 persen di 2018. Angka tersebut masih berada pada target yang telah ditetapkan pemerintah Indonesia.

"Proyeksi PDB Indonesia di 2018 yakni 5,3 persen. Hal ini penting diketahui mengingat prediksi ini dekat dengan estimasi dari potensi PDB pemerintah yang ada," tuturnya di Soehane Hall, Jakarta (27/3).

Namun demikian, ada beberapa risiko yang perlu diwaspadai sebagai penghambat pertumbuhan ekonomi. Pertama yaitu kondisi harga komoditas, dan juga konsumsi sektor swasta yang terbilang lambat.

"Ada beberapa risiko terhadap proyeksi tersebut. Hal ini di antaranya perdagangan global yang lebih lambat dan juga melambatnya pertumbuhan konsumsi sektor swasta yang terjadi di tingkat domestik. Kondisi harga komoditas juga diperkirakan menjadi penghambat tahun ini," tuturnya.

Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Frederico Gil Sander mengatakan, selama 15 tahun terakhir, kebijakan fiskal Indonesia hanya fokus pada stabilitas makroekonomi saja. Sehingga, dia menyarankan Indonesia lebih fokus memperhatikan 60 persen keluarga terbawah tahun ini. Hal ini guna mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan dan inklusif.

"Untuk mendukung pertumbuhan yang inklusif, Indonesia perlu melakukan belanja lebih efektif untuk pendidikan, membelanjakan lebih banyak di bidang prioritas seperti infrastruktur, kesehatan, dan juga bantual sosial," tuturnya.

Dalam laporannya, Bank Dunia memperkirakan pengeluaran pada pemilu mendatang dan harga komoditas yang lebih baik akan memberikan dorongan pada perekonomian Indonesia. Hal ini juga memicu peningkatan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dalam kurun waktu dua tahun ke depan.
Sumber : Merdeka.com, 27 Maret 2018
Share:

Konsumsi kopi RI meningkat tiga kali lipat, produsen berpeluang kembangkan produk

Merdeka.com - Popularitas kopi di dunia bahkan di Indonesia kian meningkat. Jika dulu seringkali dianggap minuman orang berumur, kini kopi berhasil menjadi minuman kekinian di kalangan anak muda. Berkembangnya ragam jenis kopi serta menjamurnya kedai-kedai kopi turut menjadi faktory ang membuat kopi lebih dekat dengan masyarakat dan menjelma menjadi bagian dari gaya hidup modern.

Data dari ICO (International Coffee Organization) mencatat, pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi di Indonesia lebih besar dari pada dunia pada umumnya. Tren peningkatan konsumsi kopi ini juga tercermin di kanal jual beli online. Berdasarkan data Tokopedia, penjualan kopi di platform marketplace-nya meningkat hampir 3x lipat, dari yang sebelumnya sekitar 40 ribu produk pada 2016 menjadi hampir 120 ribu produk selama 2017.

Peningkatan popularitas kopi ini peluang besar bagi produsen dan pengusaha kopi lokal yang menjadi merchant Tokopedia.

"Indonesia adalah surganya pecinta kopi, karena hampir seluruh kopi-kopi terbaik berasal dari sini, seperti kopi Luwak, Toraja, Wamena, Gayo dan lain sebagainya. Dengan misi pemerataan ekonomi secara digital, Tokopedia hadir sebagai ekosistem bagi para produsen dan pengusaha kopi yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia agar dapat lebih mudah menjangkau pelanggan di mana-pun mereka berada," ucap Co-head Marketplace Tokopedia, Garri Juanda dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Selasa (27/3).

Saat ini katanya, pembeli dapat menemukan kopi yang dijual langsung oleh merchant Tokopedia yang berdomisili di Kabupaten Mimika, Papua. Sebagai bentuk dukungan untuk petani di Indonesia, Tokopedia mengundang petani-petani kopi lainnya di seluruh pelosok Indonesia untuk dapat berjualan langsung melalui Tokopedia.

"Ke depan, kami berkomitmen mendukung produsen dan pengusaha kopi lokal dalam mengembangkan skala bisnisnya. Tokopedia serius dalam memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan, termasuk peningkatan kualitas produksi, pemasaran, branding serta penyediaan fitur-fitur yang memudahkan merchant dalam menjalankan bisnisnya sehari-hari," tambanya.

Berdasarkan data penjualan Tokopedia, kopi dari jenis bijikopi Arabika dan Robusta masih menjadi varian yang paling diminati oleh masyarakat selama tahun 2017. Tidak hanya itu, rupanya mulai banyak penikmat kopi yang tertarik untuk meracik kopi sendiri ala kafe. Ini terlihat dalam neraca penjualan di Tokopedia di mana terdapat tiga tipe produk yang menjadi favorit masyarakat, yakni pour over hand grip, grindel manual serta elektrik, dan saringan kopi.

Khusus untuk para pecinta kopi, Tokopedia menyediakan laman khusus berupa Hot List Kopi Indonesia yang mempermudah pengguna mendapatkan kebutuhan produk kopi lokal. Hingga saat ini, Tokopedia memiliki lebih dari 4.000 seller kopi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Bulan Februari lalu, Tokopedia menjadi sponsor utama sekaligus mitra pengembangan bagi Koperasi Komunitas Kopi Indonesia (Kokopi) dalam melaksanakan Kopi United, sebuah pameran kopi nasional yang bertujuan untuk mendorong industri kopi lokal, terutama dalam meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Indonesia.

Dalam acara, para pegiat kopi bisa belajar mengembangkan berbagai potensi bisnis terkait komoditas ini. Sedikitnya terdapat 15 nomenklatur bisnis kopi Indonesia mulai dari penanaman, pengolahan paskapanen, penjualan biji dan bubuk kopi, pengelolaan kedai kopi, desain dan perlengkapan kedai kopi, merchandise, oleh-oleh khas daerah, lukisan, pengharum ruangan, hingga bahan campuran pembuat pakaian.

Kopi United mendapat respons yang sangat baik, diikuti puluhan pelaku bisnis kopi dari hulu ke hilir dengan transaksi biji kopi mencapai 4,5 ton. Lebih dari 20 ribu pengunjung hadir selama tiga hari berlangsungnya Kopi United, dengan penjualan kopi mencapai 9000 gelas. [idr]
Sumber : Merdeka.com, 27 Maret 2018

Share:

Proyek Pembangunan Jembatan Siak IV Terkendala Hujan

PEKANBARU - Proyek pembangunan jembatan Siak IV terkendala karena kondisi cuaca tak menentu belakangan ini. Curah hujan cukup tinggi membuat pylon tidak bisa dicor.

Hal ini diungkapkan oleh Kabid Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau, Yunnan Haris, Rabu 28 Maret 2018 di Pekanbaru.

"Akibat kondisi cuaca tak menentu, berimbas pada pengerjaan lanjutan pembangunan jembatan Siak IV. Seperti pada pengecoran beton pylon jembatan yang hari ini tak bisa dilakukan karena hujan," katanya.

"Memang sedikit kendala karena faktor cuaca, misalnya hari ini rencananya ngecor pylon, tapi tak jadi karena hujan," sambungnya.

Dia menambahkan, kalau kondisi cuaca tidak berubah dalam beberapa hari kedepan, maka pengerjaan proyek ini akan dilakukan penundaan.

"Kalau dilaksanakan nanti dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap kualitas beton pylon. Sebaiknya itu memang dikerjakan saat cuava panas, tidak mendung dan hujan," katanya.

Hingga kini dia menambahkan, progres pembangunan proyek multy years itu beru mencapai 19,25 persen dan pengerjaannya terus dilaksanakan. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 28 Maret 2018
Share:

Timur Tengah dan Afrika Utara Butuh CPO, Harga TBS Sawit di Riau Naik

PEKANBARU - Negara di Timur Tengah dan Afrika Utara butuh CPO untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri mereka. Hal ini ternyata berimbas pada harga TBS sawit di Riau selama sepekan ke depan.


Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkembangan Mutu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, T Neni menjelaskan harga TBS sawit periode 28 Maret hingga 3 April 2018 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit.

"Jumlah kenaikan terbesar ada pada kelompok umur 10 sampai 20 tahun yang mengalami kenaikan harga sebesar Rp25,71 per kilogram atau mencapai 1,39 persen dari harga minggu lalu. Sehingga harga TBS periode saat ini untuk kelompok umur itu menjadi Rp1.876,60 per kilogram," katanya, Selasa 27 Maret 2018 di Pekanbaru.

Selain negara di Timur Tengah dan Afrika Itara, harga CPO juga meningkat karena adanya kenaikan permintaan untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng bulan Ramadan nanti. Kenaikan sudah mulai terlihat pada akhir Maret hingga satu bulan sebelum Ramadhan.

"Ditambah lagi saat ini masih diterapkan penangguhan pajak ekspor CPO Malaysia dan baru berakhir pada 7 April nanti sehingga mendorong ekspor membaik. Selain itu nilai ringgit Malaysia juga sedang melemah terhadap dollar AS," sambungnya.

Selain itu, kenaikan harga TBS disebabkan oleh naiknya harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp64,69 per kilogram, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp145,71 per kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp77,28 per kilogram, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp47,81 per kilogram, PT. Citra Riau Sarana mengalami kenaikan sebesar Rp50,00 per kilogram dari harga minggu lalu.

Sedangkan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp406,10 per kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp290,91 per kilogram, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp276,76 per kilogram dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp46,00 per kilogram dari harga minggu lalu. (bpc3)

Berikut hasil rapat penetapan harga TBS sawit Harga periode 28 Mar sampai dengan 03 April 2018.
Umur 3 tahun Rp1.343,47
Umur 4 tahun Rp1.499,92
Umur 5 tahun Rp1.604,89
Umur 6 tahun Rp1.652,39
Umur 7 tahun Rp1.715,37
Umur 8 tahun Rp1.768,87
Umur 9 tahun Rp1.825,85
Umur 10 sampai 20 tahun Rp1.876,60
Umur 21 tahun Rp1.831,36
Umur 22 tahun Rp1.785,39
Umur 23 tahun Rp1.740,16
Umur 24 tahun Rp1.721,92
Umur 25 tahun Rp1.648,95
Indeks K: 91,04 %
Harga CPO Rp8.014,28
Harga Kernel Rp6.050,34.
Sumber : Bertuahpos.com, 27 Maret 2018
Share:

191 Regulasi Dicabut

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sejauh ini sudah 141 regulasi yang dicabut karena dianggap mengganggu peningkatan produksi dan ekspor pertanian. Dijelaskan Amran, saat ini pihaknya tengah merevisi 50 peraturan menteri pertanian.

“Semua yang menghambat investasi dan ekspor kami cabut. Hasilnya adalah, kalau kami mau bandingkan 2013, ekspor itu Rp23 triliun. Masuk 2014 sampai hari ini, rata-rata Rp46 triliun per tahun,” kata Amran di Kantor Kementan, Jakarta, Senin (26/3).

Amran melanjutkan, ekspor yang paling tinggi ada di sektor perkebunan holtikultura dan peternakan. Di samping itu, Amran juga membuka pintu bagi investor yang mengeluhkan sulitnya regulasi. Amran Sulaiman akan membantu mereka menghapus Permen tersebut.

“Sampaikan ke kami, ini menghambat. Kami segera cabut,” kata Amran. Dia menambahkan, langkah ini juga didukung oleh Presiden Joko Widodo.

Selain itu, Amran juga kerap menyampaikan kepada instansi terkait untuk mencabut aturan yang mempersulit produksi dan ekspor. Amran melakukan itu saat rapat koordinasi bersama menteri dan lembaga terkait. “Kami ada rakor. Kementerian lain kami koordinasi,” ujar menteri asal Sulawesi Selatan itu.(tan/jpnn)
Sumber : Riaupos.co, 27 Maret 2018
Share:

Rupiah Menguat, Tahan Laju Pelemahan Indeks

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pelemahan indeks harga saham gabungan (IHSG) masih berlanjut meski tidak terlalu dalam. Senin (26/3) indeks ditutup di angka 6.200,17 setelah sepanjang perdagangan cukup lama anjlok di 6.100. Saat penutupan, indeks hanya melemah 0,17 persen.

Asing mencatat jual bersih (net sell) Rp906,58 miliar di seluruh market. Pelemahan tersebut masih lebih baik karena tidak terlalu dalam bila dibandingkan dengan pelemahan akhir pekan lalu. Dalam sebulan terakhir, indeks telah melemah 7,16 persen.

Faktor ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS hingga yang terbaru, yakni perang dagang antara AS dan Cina, menjadi penyebab indeks anjlok berturut-turut. ”Awan gelap tampaknya masih menyelimuti IHSG, masih cenderung berada di zona merah,” kata analis senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada.

Meski terjadi pelemahan, menurut dia, angkanya memang terbatas. Beberapa sektor mulai menguat meski tipis. Misalnya sektor pertambangan, agrobisnis, dan industri dasar. Penguatan itu terlihat dari kembalinya aksi beli para pelaku pasar.

Mulai berkurangnya pelemahan pada sejumlah bursa saham Asia dan penguatan rupiah yang tipis menahan laju pelemahan IHSG. Beberapa indeks mulai naik. Antara lain Nikkei 225 yang naik 0,72 persen; Hang Seng dengan kenaikan 0,79 persen; Dow Jones yang meningkat 1,32 persen; serta FTSE 100 yang naik 0,39 persen. Di regional, rata-rata bursa saham masih merah.

Rupiah dalam catatan kurs tengah Bank Indonesia (BI) menguat tipis 0,03 persen. Di kurs Bloomberg, rupiah menguat 0,32 persen ke level Rp13.738. ”Adanya anggapan ekonomi Indonesia akan turun drastis pada tahun-tahun mendatang tidak membuat laju rupiah kembali melemah. Bahkan, adanya harapan menteri BUMN yang menargetkan tahun ini tidak ada lagi perusahaan BUMN yang merugi turut direspons positif di pasar saham,” ulas Reza.

Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan menyatakan, investor sebaiknya tidak terpancing sentimen eksternal. Sebab, secara fundamental ekonomi Indonesia masih kuat dan kondisi bisnis emiten masih bagus. Hal itu terlihat dari laporan keuangan para emiten tahun 2017 yang rata-rata mencatat pertumbuhan laba bersih. Beberapa emiten juga sudah berhasil melewati masa restrukturisasi.

”Investasi beli saham itu persepsi utamanya jangka panjang. Namanya naik turun, setiap saat pasti ada. Kalau investasinya untuk jangka panjang, hal-hal seperti itu seharusnya enggak mengganggu,” tuturnya.(rin/c11/fal/das)
Sumber : Riaupos.co, 27 Maret 2018
Share:

Dua Bulan Terakhir, 1.596,86 Hektar Lahan di Riau Terbakar

Riauterkini - PEKANBARU - Luasan lahan terbakar terhitung 14 Januari sampai hari ini telah mencapai 1.596,86 hektar. Kebakaran lahan terparah ada di Bengkalis, yang mencapai 151.5 hektar, diususul Dumai 110.25 hektar.

"Berdasarkan rekapitulasi yang kita terima terhitung 14 Januari sampai saat ini, Bengkalis dan Dumai daerah terbanyak lahannya terbakar," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau Edwar Sanger, Senin (26/3/18).

Selain itu menyusul Kepulauan Meranti 894.11 hektar, Siak 131.5 hektar, Indragiri Hulu 121,5 hektar, Rokan Hilir (Rohil) 52.75 hektar, Kampar 15.25 hektar.

Sementara sisanya hanya hitungan puluhan hektar, bahkan Rokan Hulu (Rohul) hanya tercatat 1 hektar saja lahan terbakar. Kemudian Pekanbaru 31 hektar, Indragiri Hilir 31 hektar serta Pelalawan 58 hektar.

"Kita terus up date datanya, harapan kita tentu saja bagaimana lahan terbakar bisa kita atasi jangan sampai meluas dengan bekerja sama, mulai dari BPBD, Menggala Agni, dibantu personil TNI/Polri melalui unsur-unsurnya," ungkap Sanger.

Ada pun dari hasil pantauan patroli yang dilakukan hari ini dengan menggunakan Helikopter Bell 412 milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), menemukan dua titik lahan terbakar Desa Penyengat Kecamatan Sungai Apit Siak.

Kemudian ditemukan juga titik api di Desa Lukul Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kepulauan Meranti. Hanya saja dari laporan yang diterima berdasarkan hasil pantauan Satelit NOAAg 18 dan Satelit Terra/Aqua (BMKG) sama-sama nihil justru nihil.

"Mungkin karena cakupannya tidak terlalu luas, makanya dari laporan Terra dan NOAA nihil saja hari ini," ujar Sanger usai melaksanakan patroli udara tersebut.

Sejumlah pejabat yang juga ikut dalam pemantauan lahan terbakar tersebut, yakni Wakil Bupati Kepulauan Meranti Said Hasyim, Kapolres Meranti La Ode Proyek. BPBD Meranti M Edy Afrizal, Korem 031/WB P Sitorus. Manggala Agni Edwin Putra.***(mok)
Sumber : Riauterkini.com, 27 Maret 2018
Share:

Meski Harga Karet Lebih Tinggi Wakil Bupati Kepulauan Meranti Minta Petani Tanam Kelapa

SELATPANJANG- Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Said Hasyim meminta para petani karet mengganti tanaman karetnya dengan tanaman kelapa.

Menurut Said Hasyim, tanaman kelapa lebih menjanjikan ketimbang karet.

"Harga karet acap tidak stabil. Sekali harganya turun, sulit untuk naik lagi," ujar Said Hasyim, Selasa (27/3/2018).

Meskipun per kilogramnya, harga kelapa tidak semahal harga karet, namun harga kelapa dinilai lebih stabil.

"Jika pun harga kelapa turun, namun tidak begitu signifikan," ujar Said Hasyim pada tribunpekanbaru.com
Lagipula kata Said Hasyim, mayoritas tanaman karet milik masyarakat Meranti tidak produktif lagi.

Sebab, tanaman karet milik masyarakat Meranti sudah berusia di atas 40 tahun.

"Bahkan ada juga masyarakat masih menyadap tanaman karetnya yang sudah berusia seratus tahun. Kalau sudah tua, tebang saja," ujar Said Hasyim.(*)
Sumber : TribunPekanbaru, 27 Maret 2018

Share:

Laba bersih Delta Dunia pada 2017 tumbuh 26,04%

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) mendapat berkah dari kenaikan harga batubara. Laba bersih DOID hingga akhir 2017 lalu terdongkrak 26,04% dibanding tahun sebelumnya menjadi US$ 46,74 juta. 

Produsen batubara ini juga mencetak kenaikan pendapatan 25% menjadi US$ 764,61 juta. Pendapatan DOID terutama berasal dari kontrak penambangan PT Berau Coal sebesar US$ 434 juta. Pelanggan besar lainnya yang memberi pendapatan besar bagi DOID yakni PT Sungai Danau Jaya, PT Kideco Jaya Agung dan PT Adaro Indonesia.  

Sandro Sirait, Analis Trimegah Sekuritas, mengatakan, ada dua katalis positif yang menopang kinerja DOID, yakni kenaikan harga batubara dunia dan pertumbuhan jumlah kontrak serta kenaikan tarif menggali lahan konsesi. "Tarif menggali lahan konsesi juga naik karena jumlah tanah yang diangkat lebih banyak," ujar Sandro, Senin (26/3).

Eddy Porwanto, Direktur Keuangan DOID, berharap, kinerja DOID tahun ini bisa tetap tumbuh. Ia menargetkan volume overburden removal sepanjang tahun ini bisa mencapai 375 juta hingga 425 juta bank cubic meter (bcm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan volume tahun lalu yang sebesar 340 juta bcm.

Kenaikan kontrak baru tahun ini juga cukup signifikan. "Pada awal tahun ini, kontrak kami sudah mencapai US$ 5 miliar dan diharapkan sampai akhir tahun ini naik US$ 2 miliar menjadi US$ 7 miliar," kata Eddy.

Menurut dia, peluang tambahan kontrak jasa tambang bakal makin besar pada tahun ini karena harga batubara masih dalam tren bullish. Dus, para pengusaha batubara bakal memanfaatkan momentum ini untuk ekspansi.

Namun, Sandro mengingatkan soal potensi kenaikan ongkos produksi akibat naiknya harga minyak dunia. "Meski ditanggung oleh penambang batubara, tapi kenaikan ongkos produksi akan mempengaruhi harga sparepart yang berhubungan dengan pertambangan," ujar dia.

Pada akhir perdagangan kemarin, harga saham DOID bertengger di level Rp 975. Sandro memberi target harga Rp 1.500 untuk saham DOID sampai akhir tahun ini. 
Sumber : Kontan.co.id, 26 Maret 2018
Share:

Rupiah Terpuruk di Rp13.780 per USD

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan Senin (26/3/2018) masih lemah. Hari ini rupiah berada di angka Rp13.780 per USD.

Mengutip data bloomberg, rupiah memang menguat sedikit yakni 2 point dibanding penutupan akhir pekan sebelumnya yang berada di angka Rp13.782 per USD. Dalam pergerakan hariannya, rupiah bergerak di kisaran Rp13.762-Rp13.783 per USD.

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di posisi Rp13.776 per USD. Menguat sedikit jika dibandingkan dengan penutupan akhir pekan lalu yang berada di posisi Rp13.780 per USD. Namun memang penguatan hanya di angka 4 point saja.

Adapun harga jual yang ditawarkan Bank Indonesia adalah Rp13.845 per USD. Sementara untuk harga beli adalah Rp13.707 per USD.

Sementara itu nilai tukar rupiah dengan mata uang lain tercatat sebagai berikut:
Dolar Australia : kurs jual Rp10.693.88 : kurs beli Rp10.585.92
Dolar Singapura : kurs jual Rp10.552.59 : kurs beli Rp10.443.43
Yen Jepang : kurs jual Rp13.195.77 : kurs beli Rp13.060.50
Euro Eropa : kurs jual Rp 17.127.65 : kurs beli Rp16.952.82
Sumber : Cakaplah, 26 Maret 2018
Share:

Premium Langka karena Dibatasi

JAKARTA (CAKAPLAH) - Mantan Sekretaris Jenderal Kementerian BUMN Said Didu menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Premium karena PT Pertamina (Persero) diberi batasan tertentu untuk menyiapkan BBM bersubsidi itu.

"Pemerintah sekarang memberikan jumlah Premium yang harus disiapkan Pertamina. Kalau lebih dari itu, ditangkap," katanya dalam diskusi di Jakarta, Senin (26/3/2018).

Kondisi tersebut, lanjut Said, diperburuk dengan kenaikan harga BBM jenis Pertalite sehingga seolah membuat Premium menjadi langka.

"Karena orang pindah ke Premium, sedangkan jumlah Premium dibatasi," ujarnya.

Sekjen Kementerian BUMN periode 2004-2009 itu mengatakan harga Pertalite naik karena tidak termasuk produk BBM bersubsidi sehingga kemudian menjadi pelarian para pengguna Pertamax ke Premium yang dibatasi.

Dengan kondisi seperti itu, pemerintah menurut Said harus hadir untuk menangani keresahan masyarakat.

"Kalau memang dinyatakan langka, maka pemerintah bisa menugaskan lagi untuk tambah Premium," katanya.

Dia meminta DPR RI, yang selama ini banyak ramai meneriakkan kelangkaan Premium, seharusnya bisa berupaya untuk menambah kuota Premium.

"Kan yang memutuskan angkanya mereka. Kalau begitu tingga ditambah saja, selesai," katanya.

Said mengaku BUMN yang diberi penugasan seharusnya tidak terus dikambinghitamkan atas kenaikan harga yang menyangkut hajat hidup rakyat.

"BUMN sekarang jadi kambing hitam macam-macam. Sama halnya dengan Bulog, dibilang harga gabah tidak ditampung BUlog, tapi di sisi lain HPP juga tidak dinaikkan," pungkasnya.
Sumber : Cakaplah, 26 Maret 2018
Share:

Rapat Kerja Dengan Bank Riau Kepri, Komisi II DPRD Anambas Usulkan Tambah Jaringan Kantor

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Komisi II DPRD Anambas mengapresiasi kinerja Bank Riau Kepri tahun 2017 dimana tingkat pertumbuhan ekonomi Sumatera 4,30% lebih rendah dibandingkan dengan tumbuhnya ekonomi Indonesia sebesar 5.07% dan ditambah lagi pada pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau pada tahun 2017 hanya sebesar 2.71% dan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepri 2.01% maka dengan hasil kerja keras seluruh insan Bank Riau Kepri diperoleh laba bersih sebesar Rp 454.395 miliar pada tahun buku 2017 dan angka tersebut lebih tinggi dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 452.9 miliar.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Komisi II Bidang Keuangan DPRD Kabupaten Anambas H. Dannun ketika melakukan kunjungan kerja ke Kantor Pusat Bank Riau Kepri pada Senin (26/3/18). 

Hadir dalam kunjungan tersebut Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Anambas Samsil Umri, beserta anggota komisi II Jasril, Indrayana, Yuklius dan Nur Adnan Nala, Sekretaris DPRD Kabupaten Anambas Taufik Effendi dan Kuasa Bendahara Umum Daerah Kabupaten Anambas Agustian. 

Rombongan Komisi II DPRD Kabupaten Anambas ini diterima langsung oleh Direktur Utama Bank Riau Kepri DR. Irvandi Gustari, beserta Direktur Operasional Denny Mulya Akbar di Ruang Rapat Direksi lantai 8 Gedung Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri.

Turut hadir pada acara ini dari Bank Riau Kepri yaitu Pindiv Projas Wahyudi Gustiawan, Pindiv IT Wan Muklis dan Pemimpin Cabang Pembantu Anambas Desrian.

Bentuk apresiasi lainnya dari anggota DPRD Kabupaten Anambas tersebut adalah terkait Dana pihak ketiga (DPK) yang diraih bank kebanggaan masyarakat Riau dan Kepri ini pada akhir tahun 2017 adalah bertumbuh sebesar 37.11% yaitu dari Rp 12.049 T pada akhir tahun 2016 menjadi Rp 16.520 T pada akhir tahun 2017. 

Hal yang perlu dicermati bersama adalah mengenai komposisi dana Pemerintah Daerah vs dana non Pemerintah Daerah yaitu dana Pemerintah Daerah dengan porsi 3.34% dan dana non Pemerintah Daerah sebesar 96.66% pada akhir tahun 2017 yang lalu, hal ini berarti Bank Riau Kepri mempunyai kesanggupan kemandirian dalam DPK.  

Lebih lanjut mengenai pertumbuhan asset yang diraih Bank Riau Kepri pada tahun 2017 yaitu bertumbuh sebesar 20.13% dan pencapaian itu jauh diatas pertumbuhan asset perbankan di Indonesia yaitu berkisar sebesar 10.59%. Pertumbuhan asset itu secara nominal adalah pada akhir tahun 2016 sebesar Rp 21.221 T bertumbuh menjadi Rp 25.492 T pada akhir tahun 2017 atau meningkat sebesar Rp 4.3 T. 

Untuk BOPO Bank Riau Kepri pada akhir tahun 2017 yaitu sebesar 78.1% dan hal itu jauh lebih efisien dibandingkan dengan perbankan pada buku II secara nasional yaitu sebesar 85.65%. BOPO merupakan perbandingan biaya operasional terhadap pendapatan operasional dan ini merupakan ukuran efisiensi suatu bank. 

BOPO Bank Riau Kepri dibandingkan dengan 4 BPD lainnya di Sumatera yang sama-sama memiliki asset diatas Rp 20 T (Bank Sumut, Bank Nagari, Bank Sumsel Babel dan Bank Aceh) dimana Bank Riau Kepri jauh lebih efisien dibandingkan 4 BPD tersebut. 
Dalam pertemuan itu Komisi II DPRD Kabupaten Anambas mengusulkan dibukanya jaringan kantor di Palmatak dan Letung-Jemaja. 

Disamping itu Komisi II DPRD Kabupaten Anambas juga mengusulkan peningkatan status Kantor Cabang Pembantu di Ibu kota Kabupaten menjadi berstatus Kantor Cabang, lebih lanjut dari anggota Komisi II juga mengusulkan penambahan ATM di Palmatak dan membuka jaringan kantor baru di Kantor Bupati yang baru. 

Wakil Ketua I I DPRD Kabupaten Anambas Samsil Umri menyampaikan bahwa status Bank Riau Kepri dengan tidak adanya pemegang saham satupun yang punya saham diatas 51% maka sesuai dengan Undang-undang Pemda No 23 tahun 2014 pasal 339 ayat 1 disebutkan 

“Perusahaan perseroan daerah adalah BUMD yang berbentuk PT yang modalnya terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% sahamnya dimiliki oleh satu daerah”, dengan demikian menurut Wakil Ketua I I DPRD Kabupaten Anambas Samsil Umri, Bank Riau Kepri bukan lagi termasuk kategori BUMD, hal ini harus menjadi perhatian bersama agar para pemegang saham dapat secara kontinyu sehingga nantinya ada salah satu pemegang saham memiliki jumlah saham diatas 51%.

Menurut Samsil Umri Pemerintah Kabupaten Anambas akan segera menyelesaikan Ranperda penambahan modal di Bank Riau Kepri dan juga menurutnya menambah penyertaan modal di Bank Riau Kepri sangat menjanjikan dan menguntungkan dimana ROE nya sekitar 20%.

Secara menyeluruh pada pertemuan tersebut pada kata penutup dari Wakil Ketua I I DPRD Kabupaten Anambas Samsil Umri menyatakan sangat puas dengan kinerja Bank Riau Kepri tahun 2017 yang lalu, ujarnya. (rls)
Sumber : Bertuahpos.com, 26 Maret 2018 
Share: