Merdeka.com - Popularitas kopi di dunia bahkan di Indonesia kian
meningkat. Jika dulu seringkali dianggap minuman orang berumur, kini
kopi berhasil menjadi minuman kekinian di kalangan anak muda.
Berkembangnya ragam jenis kopi serta menjamurnya kedai-kedai kopi turut
menjadi faktory ang membuat kopi lebih dekat dengan masyarakat dan
menjelma menjadi bagian dari gaya hidup modern.
Data dari ICO (International Coffee Organization) mencatat,
pertumbuhan rata-rata konsumsi kopi di Indonesia lebih besar dari pada
dunia pada umumnya. Tren peningkatan konsumsi kopi ini juga tercermin di
kanal jual beli online. Berdasarkan data Tokopedia, penjualan kopi di
platform marketplace-nya meningkat hampir 3x lipat, dari yang sebelumnya
sekitar 40 ribu produk pada 2016 menjadi hampir 120 ribu produk selama
2017.
Peningkatan popularitas kopi ini peluang besar bagi produsen dan pengusaha kopi lokal yang menjadi merchant Tokopedia.
"Indonesia adalah surganya pecinta kopi, karena hampir seluruh
kopi-kopi terbaik berasal dari sini, seperti kopi Luwak, Toraja, Wamena,
Gayo dan lain sebagainya. Dengan misi pemerataan ekonomi secara
digital, Tokopedia hadir sebagai ekosistem bagi para produsen dan
pengusaha kopi yang tersebar di berbagai penjuru Indonesia agar dapat
lebih mudah menjangkau pelanggan di mana-pun mereka berada," ucap
Co-head Marketplace Tokopedia, Garri Juanda dikutip dari keterangan
resminya di Jakarta, Selasa (27/3).
Saat ini katanya, pembeli dapat menemukan kopi yang dijual langsung
oleh merchant Tokopedia yang berdomisili di Kabupaten Mimika, Papua.
Sebagai bentuk dukungan untuk petani di Indonesia, Tokopedia mengundang
petani-petani kopi lainnya di seluruh pelosok Indonesia untuk dapat
berjualan langsung melalui Tokopedia.
"Ke depan, kami berkomitmen mendukung produsen dan pengusaha kopi
lokal dalam mengembangkan skala bisnisnya. Tokopedia serius dalam
memberikan pendampingan, akses dan edukasi yang dibutuhkan, termasuk
peningkatan kualitas produksi, pemasaran, branding serta penyediaan
fitur-fitur yang memudahkan merchant dalam menjalankan bisnisnya
sehari-hari," tambanya.
Berdasarkan data penjualan Tokopedia, kopi dari jenis bijikopi
Arabika dan Robusta masih menjadi varian yang paling diminati oleh
masyarakat selama tahun 2017. Tidak hanya itu, rupanya mulai banyak
penikmat kopi yang tertarik untuk meracik kopi sendiri ala kafe. Ini
terlihat dalam neraca penjualan di Tokopedia di mana terdapat tiga tipe
produk yang menjadi favorit masyarakat, yakni pour over hand grip,
grindel manual serta elektrik, dan saringan kopi.
Khusus untuk para pecinta kopi, Tokopedia menyediakan laman khusus
berupa Hot List Kopi Indonesia yang mempermudah pengguna mendapatkan
kebutuhan produk kopi lokal. Hingga saat ini, Tokopedia memiliki lebih
dari 4.000 seller kopi yang tersebar di seluruh Indonesia.
Bulan Februari lalu, Tokopedia menjadi sponsor utama sekaligus mitra
pengembangan bagi Koperasi Komunitas Kopi Indonesia (Kokopi) dalam
melaksanakan Kopi United, sebuah pameran kopi nasional yang bertujuan
untuk mendorong industri kopi lokal, terutama dalam meningkatkan
kesejahteraan petani kopi di Indonesia.
Dalam acara, para pegiat kopi bisa belajar mengembangkan berbagai
potensi bisnis terkait komoditas ini. Sedikitnya terdapat 15 nomenklatur
bisnis kopi Indonesia mulai dari penanaman, pengolahan paskapanen,
penjualan biji dan bubuk kopi, pengelolaan kedai kopi, desain dan
perlengkapan kedai kopi, merchandise, oleh-oleh khas daerah, lukisan,
pengharum ruangan, hingga bahan campuran pembuat pakaian.
Kopi United mendapat respons yang sangat baik, diikuti puluhan pelaku
bisnis kopi dari hulu ke hilir dengan transaksi biji kopi mencapai 4,5
ton. Lebih dari 20 ribu pengunjung hadir selama tiga hari berlangsungnya
Kopi United, dengan penjualan kopi mencapai 9000 gelas. [idr]
Sumber : Merdeka.com, 27 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar