JAKARTA - Kurs rupiah kembali melemah melawan dollar AS pada perdagangan Rabu (21/3), setelah kemarin sempat unggul.
Pelemahan
mata uang Garuda terjadi seiring mulai berlangsungnya pertemuan Federal
Open Market Committee (FOMC) dan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia.
Mengutip
Bloomberg, Rabu pukul 09.16 WIB, nilai tukar rupiah di pasar spot
melemah 10 poin atau setara 0,07% ke level Rp 13.758 per dollar AS.Di
saat bersamaan, otot mata uang Paman Sam juga sejatinya mengendur.
Indeks dollar spot diperdagangkan turun dari 90,37 ke level 90,30.
Ads
Ekonom
Bank Permata Josua Pardede mengatakan, dollar AS tertekan sejak kemarin
karena pelaku pasar yang cenderung wait and see menjelang rapat FOMC.
Sebenarnya, pelaku pasar sudah yakin The Federal Reserve akan menaikkan
suku bunga acuan. Hanya saja, pasar masih penasaran soal arah kebijakan
The Fed pasca kenaikan tersebut.
Analis Monex Investindo Futures
Faisyal menilai, pelaku pasar juga tengah dilanda kekhawatiran terhadap
dampak perang dagang yang diusung Presiden Donald Trump.Faisyal
memprediksikan, hari ini, rupiah akan bergerak terbatas dalam rentang Rp
13.730-Rp 13.770 per dollar AS.
Sementara Josua memperkirakan, rupiah
akan bergerak di kisaran Rp 13.700-Rp 13.800 per dollar AS. Para analis
menilai sentimen Rapat Dewan Gubernur BI di tengah pekan ini tak terlalu
berpengaruh pada rupiah.
Pelemahan rupiah sejalan dengan
mayoritas mata uang Asia. Valuasi baht Thailand, dollar Taiwan, dollar
Hong Kong, ringgit Malaysia dan won Korea kalah melawan dollar AS.
Hanya, nilai tukar yen Jepang, dollar Singapura dan peso Filipina yang
unggul terhadap greenback.
Sumber : GoRiau.com, 21 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar