JAKARTA - Kekuatan rupiah rupanya tak bertahan lama. Kemarin, rupiah
spot kembali melemah 0,03% ke level Rp 13.742 per dollar Amerika Serikat
(AS).
Ekonom
Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, dollar AS mengalami
teknikal rebound. "Sentimen utama masih berasal dari perkembangan isu
tarif dagang antara AS dan China. Kabar negosiasi antara kedua negara
membuat tensi agak mereda," kata dia, Selasa (27/3).
Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, selain faktor teknikal, tidak ada sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah. The greenback masih terkena imbas negatif dari hasil FOMCTak heran jika, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia terlihat menguat 0,49% ke posisi Rp 13.708 per dollar AS.Alhasil, Lukman pun memprediksi rupiah hari ini menguat dalam rentang Rp 13.700-Rp 13.760 per dollar AS. Sementara David menebak, pergerakan rupiah di rentang Rp 13.700-Rp 13.750 per dollar AS.
Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, selain faktor teknikal, tidak ada sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah. The greenback masih terkena imbas negatif dari hasil FOMCTak heran jika, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia terlihat menguat 0,49% ke posisi Rp 13.708 per dollar AS.Alhasil, Lukman pun memprediksi rupiah hari ini menguat dalam rentang Rp 13.700-Rp 13.760 per dollar AS. Sementara David menebak, pergerakan rupiah di rentang Rp 13.700-Rp 13.750 per dollar AS.
Sumber : GoRiau.com, 28 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar