AKURAT.CO, PT PLN (Persero) sepanjang tahun 2017
berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp4,42 triliun. Laba itu anjlok
separoh dari pencapaian laba tahun sebelumnya senilai Rp8,15 triliun.
Direktur Human Capital Managemen PLN Muhammad Ali beralasan bahwa
turunnya laba PLN tidak lepas dari peran harga batu bara sebagai energi
primer yang melonjak mengikuti harga pasar.
"Laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,15 triliun.
Penurunan laba terutama disebabkan oleh kenaikan biaya energi primer
batu bara," ujar Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (28/3).
Ia menjelaskan, harga batubara di akhir tahun 2016 mengalami kenaikan
yang cukup pantas tidak mencapai USD 90 per metriks tonnya. Padahal 58%
produksi listrik PLN berasal dari energi primer batubara.
Karena naiknya harga batubara itu. PLN harus Melakukan efisiensi
untuk menekan biaya pokok tarif listrik. Bahkan biaya produksi PLN
mengalami kenaikan mencapai Rp16,46 triliun.
“Pada tahun 2017, biaya pokok produksi PLN naik Rp 16,46 triliun
akibat kenaikan harga batubara menyesuaikan dengan harga HBA pasar,”
kata dia.
Hal itu lah, yang menjadi penyebab utama turunnya laba bersih PLN
tahun 2017 dibanding tahun sebelumnya. Yang turun mencapai lebih dari Rp
4 triliun. Kedepan ia mengatakan PLN akan terus melakukan efisiensi dan
menekan biaya produksinya. []
Sumber : Akurat.co, 28 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar