Merdeka.com - Direktur Perencanaan Korporat PLN Syofvi Felienty
Roekman mengatakan, penggunaan BBM untuk kegiatan pembangkitan listrik
terus menurun. Hal ini sejalan dengan target penurunan penggunaan Bahan
Bakar Minyak (BBM) untuk pembangkit listrik mencapai 0,4 persen pada
tahun 2025.
"Kami terus mengurangi penggunaan BBM, pembangkit diesel kita kurangi," kata Syofvi di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (23/3).
Tercatat, porsi BBM dalam bauran energi pembangkitan listrik di tahun
ini mencapai 4,2 persen atau 3 ribu kilo liter (kl), menurun dari tahun
2017 sebesar 5,99 persen. Ini diakibatkan oleh beroperasinya pembangkit
dengan bahan bakar yang lebih efisien, sehingga mengurangi penggunaan
Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD).
"Konsumsi BBM 5,99 tahun ini 4,2 persen. Kita melihat seperti ini," imbuhnya.
Dia menambahkan, PLN akan terus mengurangi penggunaan BBM untuk
kegiatan pembangkitan listrik, dan menggantinya dengan pembangkit jenis
Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan porsi sebesar 23 persen pada 2025.
"Kemudian sampai 2025 hanya tinggal 0,4 persen untuk daerah 3 T
(terluar, terdepan dan terpencil) kita memang tidak punya pilihan
(menggunakan selain BBM)," tandasnya.
Sumber : Merdeka.com, 22 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar