PEKANBARU - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS)
Provinsi Riau, Aden Gultom mengatakan ekspor nonmigas di Provinsi Riau
masih terpaku pada dua negara utama, yakni Tiongkok dan India.
BPS
mencatat, penjualan ke dua negara itu berkontribusi 38,24 persen pada
Januari 2018.
Berdasarkan data yang
dimilikinya, ekspor nonmigas ke Tiongkok mencapai 167,64 juta dolar
Amerika Serikat (AS) setara dengan Rp2.307.565.974.483 atau Rp2,3
triliun. Sedangkan, India mencapai 166,44 juta dolar AS setara dengan
Rp2.291.047.964.644 atau Rp2,2 triliun.
"Jika dibandingkan periode
Desember 2017, share ke Tiongkok ini mengalami penurunan yang cukup
besar yakni dari 167,64 juta dolar Amerika Serikat turun sebesar 48,09
juga dolar Amerika Serikat setara Rp661.959.244.290 atau Rp661 miliar,"
kata Aden Gultom di Pekanbaru, Sabtu (17/3/2018).
Secara
keseluruhan, lanjut Aden, ekspor nonmigas ke sepuluh negara tujuan utama
memberikan kontribusi sebesar 72,87 persen terhadap total nilai ekspor
non migas Riau. Dari sepuluh negara tujuan utama, lima diantaranya
selain Tiongkok dan India yang memberikan kontribusi terbesar yaitu
Belanda, Pakistan dan Amerika Serikat.
Yang mana, share ekspor ke Belanda mencapai 108.55 juta dolar AS setara
Rp1,49 triliun dengan persentase 12,42 persen. Disusul Pakistan yang
mencapai 72.80 juta dolar AS setara Rp1,002 triliun dengan persentase
8,33 persen. Selanjutanya, dan Amerika Serikat mecapai 66.67 juta dolar
AS setara Rp917 miliar.
"Kontribusi kelimanya mencapai 66,63 persen sedangkan lima negara lainnya memberikan kontribusi sebesar 6,24 persen," ujarnya.
Kendati
demikian, dari sepuluh negara terbesar tujuan ekspor non migas,
dibanding bulan Desember 2017, sebanyak lima negara mengalami penurunan
dan lima negara mengalami peningkatan. Penurunan terbesar terjadi pada
ekspor ke negara Pakistan 53.96 juta dolar AS setara Rp742 miliar,
Tiongkok 48.09 juta AS setara Rp661 miliar dan India 38.06 juta dolar AS
setara Rp523 miliar.
Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada
ekspor ke negara Amerika Serikat 34.65 juta dolar AS setara Rp476
miliar, Bangladesh 28.33 juta dolar AS setara Rp389 miliar, dan
Singapura 23.00 juta dolar AS setara Rp316 miliar.
"Perkembangan
dan peran ekspor nonmigas Riau menurut sektor selama Januari 2018
dibanding periode yang sama tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 11,47
persen. Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor industri sebesar
11,88 persen. Sedangkan ekspor Pertanian selama Januari 2018 mengalami
kenaikan sebesar 64,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2017,"
tandasnya. ***
Sumber : GoRiau.com, 17 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar