Awal pekan, Rupiah bergerak stagnan di level Rp 13.781 per USD

Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat bergerak stagnan di perdagangan hari ini, Senin (26/3). Rupiah dibuka di level Rp 13.781 per USD atau menguat tipis dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di Rp 13.782 per USD.

Mengutip data Bloomberg, Rupiah melanjutkan menguat usai pembukaan di level Rp 13.766 per USD, lalu melemah kembali di level Rp 13.774 per USD. Saat ini, Rupiah berada di level Rp 13.770 per USD.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro menyebut bahwa salah satu tantangan jangka pendek yang dihadapi Indonesia saat ini adalah penurunan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika (USD).

Menurutnya, penguatan nilai tukar Rupiah harus dilakukan secara lebih fundamental. Bukan hanya melalui operasi moneter atau intervensi pasar dengan cadangan devisa, tapi melalui kebijakan yang lebih fundamenal.

Dalam konteks merealisasikan kebijakan yang lebih fundamental, kata Bambang, salah satu yang bisa dikedepankan adalah penguatan ekspor jasa sebagai sumber devisa. Pariwisata atau tourisme termasuk kategori ekspor jasa yang bisa menghasilkan devisa dan memperkuat Rupiah secara permanen.

"Jadi jangan hanya berhenti pada ekspor barang, ekspor jasa juga tidak kalah penting karena ekspor jasa mempunyai multiplayer effect yang luar biasa," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (15/3).
Menurut Bambang, penguatan nilai tukar Rupiah secara fundamental juga bisa dilakukan dari sisi capital account. Ada yang sifatnya hot money, portofolio, dan Foreign Direct Investment (FDI). 

Kalau dalam jangka pendek yang harus diperhatikan adalah portofolio karena langsung berdampak terhadap Surat Utang Negara (SUN), pasar modal dan ujungnya terhadap rupiah. Berikutnya dari komponen pertumbuhan seperti konsumsi. [azz]
Sumber : Merdeka.com, 26 Maret 2018 

Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar