PEKANBARU - Februari 2018, beras di Riau inflasi.
Itu di tengah komoditi lain yang biasa inflasi, pada bulan itu malah
devlasi. Tapi beras inflasi. Kalau ini tidak bisa dikendalikan, maka itu
bahaya.
Menurut Kepala BPS Riau, Aden Gultom, terjadinya inflasi pada
komoditi beras pada Februari 2018, harusnya menjadi warning bagi
pemerintah untuk berupaya menekan lonjakan inflasi pada dua komoditi
itu. Sebab beras memberikan memberikan bobot cukup tinggi terhadap
sumbangan inflasi daerah.
"Beras dan bensin ini komoditi yang kami khawatirkan. Pada Februari
lalu untuk di Riau beras mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dan
bensin 0,02 persen. Kondisinya bisa tertekan lantaran komoditi yang bisa
menyumbang inflasi, pada Februari lalu ternyata deflasi. Makanya tidak
terlalu berpengaruh. Tapi kalau sama-sama inflasi, maka angkanya akan
sangat tinggi," kata Aden Gultom.
Dia menjelaskan, BPS mengitung inflasi terhadap tiga jenis beras yang
umum terjual di pasar. Seperti beras dengan kualitas rendah, medium dan
premium. Dari tiga jenis beras ini, beras dengan kualitas medium lebih
banyak dikonsumsi.
Sementara untuk bahan bakar minyak (BBM), lanjut Aden Gultom, juga
sensitif. Isu tentang kenaikan harga BBM belakangan disinyalir menjadi
salah satu pemicu inflasi. Termasuk soal harga pertalite yang tinggi di
Riau.
"Mudahan ini bisa dikendalikan karena keduanya berdampak luas
terhadap inflasi. Empat tahun belakangan Februari Riau selalau deflasi.
Ini fenomena yang dipengaruhi pada bulan Januari karena tinggi
inflasinya," tambahnya.
Untuk diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) Riau mencatat sepanjang
Februari 2018 Riau alami deflasi sebesar 0,27 persen. Aden Gultom
menjelaskan, penyebab deflasi didominasi oleh kelompok bahan makanan.
Deflasi tertinggi terjadi di Kota Tembilahan yakni 0,37 persen.
"Sedangkan Kota Pekanbaru mengalami deflasi sebesar 0,27 persen dan
dumai 0,24 persen. Dengan demikian Inflasi Tahun Kalender sebesar 0,29
persen, dan Inflasi Year on Year (Februari 2018 terhadap Februari 2017)
sebesar 3,33 persen," katanya, Kamis, 1 Februari 2018.
Aden menjelaskan, deflasi Riau bulan Februari terjadi karena adanya
penurunan harga yang cukup signifikan pada kelompok bahan makanan yang
mengalami deflasi sebesar 1,89 persen, sedangkan enam kelompok
pengeluaran lainnya mengalami inflasi. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 20 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar