21
Februari, 2018dibaca normal 3:30 menit
·
Mobil-mobil produksi Daimler, termasuk Mercedes-Benz sengaja
dilengkapi perangkat lunak tertentu agar lolos uji emisi
Daimler, BMW, Volkswagen, Porsche, Audi,
dan Mercedes-Benz tersandung kasus manipulasi standar emisi kendaraan
bermotor.
tirto.id - Fakta
bahwa moda transportasi berbahan bakar fosil menyumbang faktor pemanasan global
membuat standar emisi kendaraan bermotor tak terelakkan. Gas sisa pembakaran
mesin yang keluar lewat pipa-pipa knalpot kendaraan memancarkan kosida
nitrogen, karbon monoksida, dan sederetpolutan lainnya.
Selain pemanasan global, penggunaan bahan bakar fosil pun membahayakan
kesehatan, khususnya organ pernapasan.
Sedangkan kendaraan bermesin diesel dengan
standar Euro 4 minimal harus mengkonsumsi bahan bakar solar dengan kandungan
sulfur maksimal
350 ppm. Standar ini mewajibkan mesin
diesel menenggak produk Pertamina Dex yang
punya kandungan sulfur di bawah 300 ppm, atau produk lainnya yang memenuhi
standar tersebut.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, jumlah total kendaraan bermotor Indonesia mencapai 129.281.079 unit, terdiri dari mobil penumpang sebanyak 14.580.666 unit, mobil bus 2.486.898 unit, mobil barang 7.063.433 unit, dan yang terbanyak adalah sepeda motor 105.150.082 unit. Semua ini menghasilkan polutan di jalan dan perlu perbaikan dalam hal emisi.
Baca juga artikel terkait INDUSTRI OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS) 2016, jumlah total kendaraan bermotor Indonesia mencapai 129.281.079 unit, terdiri dari mobil penumpang sebanyak 14.580.666 unit, mobil bus 2.486.898 unit, mobil barang 7.063.433 unit, dan yang terbanyak adalah sepeda motor 105.150.082 unit. Semua ini menghasilkan polutan di jalan dan perlu perbaikan dalam hal emisi.
Baca juga artikel terkait INDUSTRI OTOMOTIF atau tulisan menarik lainnya Tony Firman
(tirto.id - ton/win)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar