Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memacu investasi di sektor ESDM pada 2018. Investasi akan meningkat di tengah harga energi global yang rendah.
Mengutip dari laporan Kementerian ESDM bertema mewujudkan energi berkeadilan, Kamis (29/3/2018), investasi ditargetkan
naik hampir dua kali lipat pada 2018.
Diharapkan investasi sektor ESDM
mencapai USD 50,96 miliar pada 2018 dibandingkan posisi 2017 sebesar USD
26,7 miliar.
Investasi di sektor ESDM tersebut akan disumbangkan dari sektor
kelistrikan mencapai USD 24,89 miliar pada 2018. Sektor kelistrikan akan
menyumbangkan kontribusi terbesar investasi sektor ESDM. Pada 2017,
investasi sektor kelistrikan sekitar USD 9,1 miliar.
Target kenaikan investasi selanjutnya berasal dari sektor minyak dan
gas (migas) mencapai USD 16,76 miliar pada 2018. Kontribusi investasi
sektor migas mencapai USD 10,2 miliar pada 2017.
Kemudian investasi di
sektor minerba diharapkan mencapai USD 7,31 miliar pada 2018 dari posisi
2017 sebesar USD 6,1 miliar.
Kementerian ESDM terus mendorong investasi di energi baru dan
terbarukan. Oleh karena itu, diharapkan investasi di energi baru dan
terbarukan dapat meningkat menjadi USD 2,01 miliar pada 2018 dari posisi
2017 sebesar USD 1,3 miliar.
Wakil Menteri ESDM
Arcandra Tahar menegaskan, investasi ditargetkan naik hampir dua kali
lipa pada 2018 ini juga perlu pengawasan. Apalagi di tengah harga energi
global yang rendah dalam tiga tahun ini menjadi tantangan tersendiri
bagi sektor ESDM.
“Perlu kita awasi dan evaluasi terus agar target optimis ini dapat tercapai,” ujar Arcandra.
Selain itu, pemerintah memitigasi dengan kebijakan yang tepat. Ini
mengantisipasi pergerakan harga energi global. Salah satunya menerapkan
kontrak gross split migas yang lebih adil.
Ini dilakukan untuk
melindungi investor saat harga minyak rendah dan windfall bagi
pemerintah saat harga minyak bagus.
Sumber Liputan6.com, 29 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar