Liputan6.com, Tokyo - Harga emas jatuh usai mencapai level
tertinggi dalam 6 minggu terpicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS)
dan peningkatan risiko di pasar keuangan global. Meski demikian logam
mulia masih memiliki penopang yakni serangkaian ketegangan geopolitik di
beberapa negara.
Melansir laman Reuters, Rabu (28/3/2018), harga emas di
pasar spot turun 0,7 persen menjadi USD 1,.343,84 per ounce. Ini usai
menyentuh posisi tertinggi sejak 16 Februari USD 1.356,66 per barel.
Sementara harga emas berjangka AS untuk perdagangan April turun USD 13, atau 1 persen, ke posisi USD 1.342 per ounce.
Dolar AS tercatat menguat terhadap mata uang lainnya. Ini memunculkan
risiko pasar yangn mengurangi minat investor terhadap mata uang utama
ini. Maklum, Dolar yang lebih kuat membuat emas menjadi lebih mahal.
Sebelumnya pasar saham melonjak menanggapi laporan jika AS dan China
bernegosiasi untuk mencegah perang dagang, merusak daya tarik emas
sebagai tempat berlindung yang aman.
"Akan ada beberapa bulan pembicaraan sebelum adanya ketidakpastian di
sekitar situasi perdagangan global dapat terhapus. Dan sementara itu,
emas terkadang akan menguntungkan," kata Simona Gambarini, Ekonom
Komoditas di Capital Economics.
Kondisi Geopolitik
Hal
yang mempengaruhi pasar emas lainnya datang dari kondisi geopolitik.
Salah satunya dari Rusia, yang mengatakan akan mengambil langkah balasan
terkait keputusan AS untuk mengusir 60 diplomat negaranya dengan
tuduhan mata-mata.
Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.
Adapun harga perak tercatat turun 0,7 persen menjadi USD 16,54 perounce setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu di posisi USD 16,80.
Harga Platinum turun 1,1 persen menjadi USD 941,99 per ounce, mencapai USD 935, terendah sejak 3 Januari. Harga Palladium meningkat 0,1 persen ke posisi USD 974,50 per ounce.
Sumber : Merdeka.com, 28 Maret 2018
Pelaku pasar juga masih melihat soal perkembangan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS. Suku bunga yang lebih tinggi memang akan membuat emas menjadi investasi yang kurang menarik.
Adapun harga perak tercatat turun 0,7 persen menjadi USD 16,54 perounce setelah mencapai level tertinggi dalam tiga minggu di posisi USD 16,80.
Harga Platinum turun 1,1 persen menjadi USD 941,99 per ounce, mencapai USD 935, terendah sejak 3 Januari. Harga Palladium meningkat 0,1 persen ke posisi USD 974,50 per ounce.
Sumber : Merdeka.com, 28 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar