InfoSAWIT, JAKARTA – Menghadapi reaksi dari tudingan
miring dari pihak Uni Eropa, Indonesia sebagai produsen minyak kelapa
sawit terbesar di dunia kini giat memperluas pasar minyak sawit baru.
Segala cara dilakukan sampai melakukan kesepakatan diluar kebiasan lewat
menukar minyak sawit dengan kapal jet Sukhoi.
Tulis Reuters, hingga saat ini kawasan Uni Eropa adalah tujuan
ekspor minyak sawit terbesar kedua setelah India untuk Malaysia dan
Indonesia, dengan pangsa pasar global bernilai US$ 40 miliar.
Sayangnya
pengguna minyak sawit di Uni Eropa kerap menuding kelapa sawit asal
Indonesia menjadi biang meningkatnya kebakaran dan perusakan hutan, hal
ini mendorong Indonesia membuka pasar baru dari Afrika sampai Myanmar.
Langkah ini dilakukan guna mengantisipasi adanya penurunan serapan
minyak sawit asal Indonesia ke Uni Eropa, pada akhirnya industri pun
terpaksa memasuki pasar baru kendati dengan harga yang lebih ekonomis,
untungnya Indonesia lebih baik dari Malaysia lantaran biaya produksi
yang lebih rendah.
Tutur Deputi Menko Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kemenko,
Musdhalifah Machmud, prinsipnya pelaku sawit di Indonesia tidak
sediktipun untuk melepas kontrak perdagangan, justru terus melihat
potensi perdagangan yang ada. (T2)
InfoSawit.com 13 Maret 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar