Penulis
-
Juli 2018
POTRET24.COM –
Menteri Perancanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang
Brodjonegoro menjelaskan beberapa faktor penyebab angka kemiskinan turun pada
2018 ini. Angka kemiskinan di Indonesia mencapai 9,82 persen pada tahun ini.
Menurut
Bambang, salah satu faktornya adalah tepat waktunya bantuan sosial dari
pemerintah.
“Nah
2018 ini presiden sudah menegaskan ke semua menteri yang terlibat dari sejak
Januari sudah harus tepat sasaran. Tepat sasarannya itu tidak hanya dari PKH,
tapi juga rastrah, bantuan pangan non tunai, plus kartu sehat dan pintar tadi
dan juga dana desa digulirkan lebih awal,” ujar Bambang di kantornya, Selasa
(17/7/2018).
Bambang
menceritakan, pada 2017 lalu bantuan sosial dari pemerintah sempat terlambat.
Karena hal itu, saat dilakukan survei angka kemiskinan jadi tinggi.
“Di
awal 2017 itu ada keterlambatan, sehingga ketika dilakukan survei orang itu
merasa tidak terima. Kalau tidak pernah terima itu kan berarti pengaruh ke
pengeluarannya. Pengeluarannya jadi tidak sebesar yang seharusnya, sehingga
akhirnya dia terkategori miskin, meskipun tadinya dia mungkin tidak miskin,”
ucap dia.
Bambang
menambahkan, sejak Maret 2017 sampai Maret 2018 jumlah penduduk miskin turun
sebanyak 1,82 juta jiwa.
“Jadi
maret 2017 dengan maret 2018. Didalam periode satu tahun tersebut kita lihat
jumlah penduduk miskin yang berkurang 1,82 juta jiwa. Tingkat kemiskinannya
berkurang sampai 0,82 persen dalam setahun,” kata Bambang.
Sebelumnya,
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami titik terendah dalam
hal persentase kemiskinan sejak tahun 1999, yakni sebesar 9,82 persen pada
Maret 2018.
Dengan
persentase kemiskinan 9,82 persen, jumlah penduduk miskin atau yang pengeluaran
per kapita tiap bulan di bawah garis kemiskinan mencapai 25,95 juta orang.
“Maret
2018 untuk pertama kalinya persentase penduduk miskin berada di dalam 1 digit.
Kalau dilihat sebelumnya, biasanya 2 digit, jadi ini memang pertama kali dan
terendah,” kata Kepala BPS Suhariyanto saat menggelar konferensi pers di
kantornya, Senin (16/7/2018).
sumber
: Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar