Indonesia Ekspor 17 Ton Pala Senilai Rp 1,45 Miliar ke Mesir

Kairo - Perusahaan Indonesia, PT Eshan Agroindo Mulia, mengekspor 17 ton pala ke Mesir. Ekspor pala tersebut memiliki nilai USD 105.400 (sekitar Rp 1,45 miliar).

"Komoditas pala sangat diminati masyarakat Mesir, ditandai dengan permintaan yang terus meningkat dan hari ini kita menyaksikan bersama penandatanganan kontrak senilai USD 105,400 untuk pembelian 17 ton buah pala dari PT Eshan Agroindo Mulia oleh perusahaan Mesir, yaitu Al Tawfick & Al Karam Import & Export," kata Duta Besar LBBP RI Cairo, Helmy Fauzy, dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (29/3/2018).

"Transaksi ini merupakan installment pertama dari kesepakatan bisnis secara keseluruhan antara kedua perusahaan ini, yang nilainya akan mencapai USD 632.400 dalam setahun," kata , seusai menyaksikan penandatanganan kontrak," imbuhnya.

Penandatanganan kontrak dilakukan pada Rabu (28/3) kemarin. Ke depan direncanakan akan ada pengiriman pala ke Mesir setiap dua bulan sekali.

Atase Perdagangan KBRI Cairo Burman Rahman menambahkan, volume ekspor produk buah pala Indonesia ke Mesir pada tahun 2017 mampu menghasilkan devisa sebesar USD 942.000 atau naik sebesar 193,46 persen dibanding tahun 2016.

Selain pala, produk rempah-rempah Indonesia yang nilai ekspornya ke Mesir juga terus meningkat adalah cengkeh, yang pada tahun 2017 mencapai USD 1,085 juta, atau naik 50,28 persen dibandingkan perolehan ekspor pada tahun 2016 yang sebesar USD 722.000.

"Kontrak bisnis seperti yang kita saksikan penandatanganannya hari ini merupakan buah dari upaya promosi yang secara konsisten kami lakukan di Mesir, dan diharapkan kedepannya akan terus berkembang lagi," tutur Duta Besar Helmy.
(rna/fiq)
Sumber : Detiknews, 29 Maret 2018
Share:

Laba Bersih PLN Sepanjang 2017 Anjlok Rp 4 Triliun

AKURAT.CO, PT PLN (Persero) sepanjang tahun 2017 berhasil membukukan laba bersih mencapai Rp4,42 triliun. Laba itu anjlok separoh dari pencapaian laba tahun sebelumnya senilai Rp8,15 triliun.

Direktur Human Capital Managemen PLN Muhammad Ali beralasan bahwa turunnya laba PLN tidak lepas dari peran harga batu bara sebagai energi primer yang melonjak mengikuti harga pasar.

"Laba pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp8,15 triliun. Penurunan laba terutama disebabkan oleh kenaikan biaya energi primer batu bara," ujar Muhammad Ali di Jakarta, Rabu (28/3).

Ia menjelaskan, harga batubara di akhir tahun 2016 mengalami kenaikan yang cukup pantas tidak mencapai USD 90 per metriks tonnya. Padahal 58% produksi listrik PLN berasal dari energi primer batubara.

Karena naiknya harga batubara itu. PLN harus Melakukan efisiensi untuk menekan biaya pokok tarif listrik. Bahkan biaya produksi PLN mengalami kenaikan mencapai Rp16,46 triliun.

“Pada tahun 2017, biaya pokok produksi PLN naik Rp 16,46 triliun akibat kenaikan harga batubara menyesuaikan dengan harga HBA pasar,” kata dia.

Hal itu lah, yang menjadi penyebab utama turunnya laba bersih PLN tahun 2017 dibanding tahun sebelumnya. Yang turun mencapai lebih dari Rp 4 triliun. Kedepan ia mengatakan PLN akan terus melakukan efisiensi dan menekan biaya produksinya. []
Sumber : Akurat.co, 28 Maret 2018
Share:

Riau Diperkirakan Alami Inflasi Tinggi dengan Naiknya Harga BBM

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Riau kemungkinan akan mengalami angka inflasi tinggi pada Maret ini. Kenaikan inflasi itu lantaran dipengaruhi naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu belakangan.

Kepala Devisi Advesory dan Pengembangan Ekonomi dari Bank Indonesia perwakilan Riau, Irwan Mulawarman mengatakan, administered price seperti ini terkesan sangan membebani masyarakat dan akan sangat memberi pengaruh terhadap kelompok folotail food (kelompok makanan).

"Sebab hampir semua barang yang masuk ke Riau berasal dari daerah lain. Jika harga BBM naik maka ada beban yang naik sehingga akan berimbas pada kenaikkan bahan pokok rumah tangga," katanya saat diwawancarai, Rabu 28 Maret 2018 di Pekanbaru.

Irwan menjelaskan, hal lain yang juga dikhawatirkan ialah jika benar adanya pengurangan subsidi BBM. Itu berarti otomatis beban biaya angkutan bahan pokok akan lebih naik. "Seberapa besar dampaknya kami juga belum menghitung. Tapi nanti kita lihat dulu hasil laporan bulan inflasi dari BPS," katanya.

"Kemungkinan akan terjadi inflasi di atas prediksi bisa saja terjadi. Apalagi dengan 2 kali kenaikan harga BBM. Yang jelas selama bahan pangan di Riau tidak bisa mencukupi kebutuhan lokal maka hal-hal semacam ini akan sangat sensitif terhadap inflasi," katanya.

Dalam laporan Badan Pusat Statistik (BPS) awal Maret 2018 lalu, Kepala BPS Riau, Aden Gultom juga sudah mengingatkan bawa BBM dan beras perlu mendapatkan kewaspadaan yang serius. Sebab beras dan BBM begitu banyak dikonsumsi oleh masyarakat.

"Sepanjang Februari, 3 kota di Riau yang dilakukan pengurangan BPS mengalami deflasi. Hanya bensin dan beras yang mengalami inflasi. Jika sembako lain juga inflasi, maka angkanya akan sangat tinggi. Karena untuk beras dan bensin itu begitu banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Itu artinya, andil komoditi ini terhadap inflasi begitu tinggi," katanya. (bpc3).
Sumber : Bertuahpos.com, 28 Maret 2018
Share:

Capaian Kunjungan Wisman ke Riau Tahun 2017 Melebihi Target 2018 dan 2019

PEKANBARU - Setelah menjadikan Provinsi Riau sebagai The Homeland of Melayu pada tahun 2015, capaian wisatawan mancanegara (wisman) tahun 2016 di Riau melonjak sekitar 49,1 persen dibandingkan tahun 2017.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Ahmad Hijazi mengatakan, bahwa jumlah kunjungan wisatawan asing tersebut dihitung pada setiap orang yang melakukan perjalanan ke suatu negara dalam hal ini Indonesia yakni ke Riau, dengan kriteria selain untuk bekerja dan tidak kurang dari setahun. Yang mana, kunjungan tersebut dihitung melalui pintu masuk negara.

"Wisman yang berkunjung ke beberapa destinasi wisata di Riau sangat banyak dan melonjak tajam," kata Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi di Hotel Aryaduta Pekanbaru dalam Musrenbang Provinsi Riau 
Tahun 2018 bersama seluruh perwakilan kabupaten dan kota se Riau, Rabu (28/3/2018).

Berdasarkan laporan, papar Hijazi, jumlah kunjunhan wisman ke Riau mengalami kenaikan signifikan dari tahun ke tahun. Diketahui, bahwa pada tahun 2014 mencapai 47.934 wisman, kemudian naik mencapau 52.971 wisman pada tahun 2015, meningkat menjadi 61.742 wisman pada tahun 2016 dan melonjak tajam menjafi 92.087 wisman di tahun 2017 lalu.

"Capaian tahun 2017 kemarin sudah melebihi target tahun 2018 dan 2019. Sebab, target 2018 sebesar 79.227 wisman dan 88.044 wisman di tahun 2019 mendatang," tandasnya.***
Sumber : GoRiau, 28 Maret 2018
Share:

Harga Cabai Merah di Pekanbaru Turun Hingga Rp 5 Ribu per kilogram

PEKANBARU - Pekan ini, harga cabai merah di Kota Pekanbaru mengalami penurunan, Rabu 28 Maret 2018.

Catatan tim Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, rata-rata cabai merah yang dijual di beberapa pasar yang ada di Kota Pekanbaru turun di kisaran harga Rp 2.000 hingga Rp 5.000 per kilogramnya.

Penurunan harga cabai merah yang signifikan tercatat pada jenis cabai merah Jawa. Tercatat cabai merah Bukit Tinggi mengalami penurunan harga hingga Rp 42.500.

"Cabai di Pekanbaru harganya terus turun hingga akhir pekan ini. Khusus cabai merah Jawa dan Bukit Tinggi turunnya sudah terpantau sejak Senin lalu," ujar Kepala DPP Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut.

Sementara untuk jenis cabai lainnya, kepada bertuahpos.com Ingot turut menjelaskan harga cabai hijau dan cabai rawit di Pekanbaru justru mengalami kenaikan.

"Benar cabai hijau dan cabai rawit harganya naik di kisaran Rp 2.000 hingga Rp 6.000 per kilogram," jelas Ingot.

Berikut update harga cabai terkini di Kota Pekanbaru:
-Cabai merah Bukit Tinggi Rp 52.000/kg
-Cabai merah Medan Rp 42.500/kg
-Cabai hijau Rp 40.000/kg
-Cabai rawit Rp 58.000/kg. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 28 Maret 2018
Share:

Bank Dunia Prediksi PDB Tumbuh 5,3 Persen

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Bank Dunia memprediksi kinerja perekonomian Indonesia tetap positif. Namun, ada beberapa risiko yang harus diwaspadai. Di antaranya, perdagangan global yang melambat dan melemahnya konsumsi rumah tangga.

‘’Perkiraan perekonomian tetap positif dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai rata-rata 5,3 persen pada periode 2018–2020,” ujar Country Director Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Leste Rodrigo A Chaves dalam rilis laporan triwulanan perekonomian Indonesia di Soehanna Hall, Selasa (27/3). Dia memaparkan beberapa risiko terhadap proyeksi pertumbuhan tersebut.

Di sisi eksternal, meningkatnya proteksionisme global berisiko pada pemulihan yang mulai terjadi dalam perdagangan internasional dapat terhenti. Hal itu akan membebani pertumbuhan global dan harga-harga komoditas.

”Meskipun normalisasi kebijakan Amerika Serikat sedang berlangsung proporsional, pengetatan moneter yang tidak terduga dapat mengakibatkan arus keluar modal (capital outflow) secara mendadak dari negara-negara berkembang,” jelasnya.

Dari sisi domestik, kon­sumsi rumah tangga memang sempat menguat pada kuartal akhir tahun lalu. Namun, menurut Rodrigo, tahun ini tetap ada risiko bahwa konsumsi rumah tangga stagnan, bahkan melemah dalam jangka menengah.

”Di tingkat domestik semakin melambatnya pertumbuhan konsumsi sektor swasta yang menjadi sumber lebih dari separuh PDB negara. Karena itu, setiap perlambatan dalam konsumsi pribadi dapat memiliki dampak yang signifikan terhadap total pengeluaran,” katanya.

Ekonom Utama untuk Bank Dunia di Indonesia Frederico Gil Sander menambahkan, ada beberapa hal yang diperkirakan bisa mendorong konsumsi. Di antaranya, tren inflasi rendah, pengeluaran menjelang pemilu, dan perbaikan harga komoditas. Meski demikian, pergerakan konsumsi diprediksi mentok di angka 5 persen.

”Konsumsi mungkin akan membaik, tapi kemungkinan hanya menetap di 5 persen. Lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya, tapi tetap lebih tinggi daripada 2008 dan sebelumnya,” ungkapnya.

Frederico menuturkan, laporan triwulanan perekonomian difokuskan pada pentingnya negara untuk mengumpulkan lebih banyak pendapatan dan membelanjakannya dengan lebih baik untuk mendukung pertumbuhan inklusif. Kebijakan fiskal bisa memainkan peran lebih besar untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif.(ken/c25/fal/lim)
Sumber : Riaupos.co, 28 Maret 2018
Share:

Normalisasi Peningkatan Waduk PDAM Telan Rp35 Miliar

BENGKALIS (CAKAPLAH) - Dalam rangka memaksimalkan penyediaan air baku di kota Bengkalis, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BBWS) III Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) mengucurkan dana sebanyak Rp35 miliar kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bengkalis. Dana tersebut untuk normalisasi peningkatan waduk.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Bengkalis, melalui Kepala Bidang Cipta Karya, Zulpan, Selasa (27/3/2018).

Zulpan mengatakan, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 mendatang, Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas PUPR akan bekerjasama dengan PDAM Bengkalis untuk menyukseskan wacana tersebut.

"Untuk tahap awal ini sedang dilakukan survei pendahuluan pendataan dan pemetaan waduk PDAM Bengkalis yang kita miliki," ungkap Zulpan.

Menurutnya, ada beberapa pembangungan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019 mendatang. Seperti normalisasi waduk di Desa Wonosari Kecamatan Bengkalis, pembangunan intake, pemangunan rumah pompa dan pembangunan rumah genset.

“Kemudian, juga akan dilakukan pembangunan pipa transmisi air baku, pembangunan rumah jaga dan kantor, pekerjaan mekanikal elektrikal, pekerjaan sarana dan prasarana lainnya seperti turap pengaman tebing, jalan semenisasi, paving block dan penghijauan di sekitar waduk,” tuturnya.
Sumber : Cakaplah, 28 Maret 2018
Zulpan juga berharap, dengan dilakukan peningkatan waduk ini nantinya dapat berjalan sebagaimana mestinya, sesuai dengan planing dan harapan yang diinginkan. Sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih baik lagi untuk masyarakat.
Sementara itu, Direktur PDAM Bengkalis Jufrizal mengucapkan terimakasih kepada kementerian PUPR melalui Pemkab Bengkalis atas adanya kegiatan PDAM Bengkalis yang dibiayai langsung dari dana APBN.

"Kami siap bekerjasama dengan instansi terkait sehingga kebutuhan air bersih di kota Bengkalis dapat berjalan lancar," tutup Jufrizal.

Turut diketahui hadir dalam survei pemetaan konsultan supervisi BBWS Dwi dan tim serta Direktur PDAM Bengkalis Jufrizal, yang melakukan peninjauan disejumlah titik rencana pembangunan.
Share:

Update Harga Sayuran di Pekanbaru, Wortel, Buncis dan Mentimun Naik

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU –  Beberapa jenis sayuran di Pekanbaru mengalami kenaikan harga serentak memasuki pekan ini Rabu 28 Maret 2018.

Dari pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, setidaknya ada tiga jenis sayuran yang mengalami kenaikan harga.
Adapun sayuran yang mengalami kenaikan harga diantaranya, wortel, mentimun, dan buncis.

"Rata-rata sayuran yang naik berada di kisaran harga Rp 1.000 hingga Rp 2.000 perkilogramnya," terang Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Lain halnya dengan tiga jenis sayuran tadi, Ingot menerangkan adapula beberapa jenis sayuran yang justru mengalami penurunan harga dibandingkan pekan sebelumnya. Kenaikan juga tercatat di kisaran Rp 1.000 hingga Rp 2.000 perkilogramnya.

"Yang turun salah satunya ialah harga tomat. Jika sebelumnya tomat Rp6.000 perkilogram, pekan ini menjadi Rp 5.000 perkilogram," pungkas Ingot.

Berikut update harga sayuran terkini di Kota Pekanbaru:
-          Kacang kedelai Rp10.000/kg
-          Kacang tanah Rp24.000/kg
-          Kacang hijau Rp20.000/kg
-          Ubi kayu Rp2500/kg
-          Ubi jalar Rp5000/kg
-          Bawang merah Rp28.000/kg
-          Bawang putih Rp40.000/kg
-          Tomat Rp5.000/kg
-          Wortel Rp12.000/kg
-          Kentang besar Rp9.000/kg
-          Kentang kecil Rp8.000/kg
-          Kol Rp5.000 /kg
-          Mentimun Rp6.000/kg
-          Buncis Rp10.000/kg. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 28 Maret 2018
Share:

Rupiah Terus Melemah, Rp13.746 per USD

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada pembukaan perdagangan hari Rabu (28/3/2018) masih lemah. Hari ini rupiah berada di angka Rp13.746 per USD.

Mengutip data bloomberg, rupiah melemah 4 point dibanding penutupan hari sebelumnya yang berada di angka Rp13.742 per USD. Dalam pergerakan hariannya, rupiah bergerak di kisaran Rp13.731-Rp13.753 per USD

Sementara itu, berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah hari ini berada di posisi Rp13.745 per USD. Melemah hingga 37 point dibandingkan dengan penutupan hari kemarin yang berada di posisi Rp13.708 per USD.

Adapun harga jual yang ditawarkan Bank Indonesia adalah Rp13.814 per USD. Smentara untuk harga beli adalah Rp13.676 per USD.
Berikut nilai tukar rupiah terhadap mata uang lain:
  • Dolar Australia : kurs jual Rp10.634.02 : kurs beli Rp10.525.05
  • Dolar Singapura : kurs jual Rp10.565.20 : kurs beli Rp10,457.26
  • Yen Jepang : kurs jual Rp13.086.40 : kurs beli Rp12,953.21
  • Euro Eropa : kurs jual Rp17.155.61 : kurs beli Rp16,982.86
Sumber : Cakaplah, 28 Maret 2018
Share:

Harga Ayam Ras di Pekanbaru Naik Hingga Rp 23 Ribu Perkilogram

BERTUAHPOS.COM (BPC), PEKANBARU – Harga ayam di Kota Pekanbaru pekan ini kembali mengalami kenaikan.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru mencatat, Rabu 28 Maret 2018, naiknya harga ayam terjadi pada ayam ras.

"Harga ayam ras pekan ini naik di kisaran harga Rp 1.000 perkilogramnya," ujar Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut.

Namun naiknya harga ayam ras tidak terjadi pada harga daging ayam kampung di beberapa pasar Kota Pekanbaru.

"Harga ayam kampung masih sama di harga Rp48.000 perkilogramnya," tutur Ingot.

Jika harga ayam ras naik, harga telur ayam di Kota Pekanbaru justru mengalami penurunan harga pekan ini.

"Harga telur ayam kembali turun. Pekan ini turunnya di kisaran Rp 200 perbutirnya," terang Ingot.
Berikut update harga ayam dan telur terkini di Pekanbaru:
-          Ayam ras Rp 23.000/kg
-          Ayam kampung Rp 48.000/kg
-          Telur ayam ras Rp 1.300/butir
-          Telur ayam kampung Rp 2.300/butir
-          Telur itik Rp 2.500/butir. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 28 Maret 2018
Share:

Holding Migas Perkuat Ketahanan Energi

JAKARTA (RIAUPOS.CO)  - Pembentukan Holding BUMN Minyak dan Gas (Migas) dinilai sangat tepat. Itu mengingat persaingan global semakin ketat. Apalagi, saat ini tengah terjadi perang dagang (trade war) begitu sengit melibatkan Amerika Serikat (AS) melawan Cina.

“Kami berharap setelah terbentuk holding migas jadi holding energi. Itu karena energi fosil semakin menipis,” tutur Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara, di Jakarta, Senin (26/3).

Meski mendukung bilang Marwan, pembentukan Holding BUMN Migas harus ada aspek legal, finansial dan lain-lain. Lebih penting negara harus menjadi penguasa alias tetap di bawah kontral negara. “Jadi, DPR harus dilibatkan. Sebab ada transfer aset,” ujarnya.

Selain itu, aspek goog corporate governance (GCG) harus diperhatikan. Tidak boleh dilupakan soal kehadiran lembaga pengawas. Karena pada dasarnya, pada sejumlah perusahaan ada pengawas masih tetap banyak penyimpangan. “Jadi, kekhawatiran BPK tidak bisa mengawasi BUMN menjadi PT,” ujar Marwan.

Sementara, mantan Sekjen Kementerian BUMN Said Didu menyebut istilah holding itu secara frame terlalu besar. Gas itu harus dimanfaatkan sebanyak-banyaknya untuk kepentingan rakyat. Karena itu, jauh lebih bagus Perusahaan Gas Negara (PGAS) dan Pertagas digabung. “Jadi, kalau tidak digabung, PGN menguasai distribusi. Pertagas mempunyai ladang gas tetapi, tidak ada distribusi. Kalau digabung lebih bagus dan efisien,” ujar Said.

Di sisi lain, Direktur LM FEB-UI Toto Pranoto mengatakan dalam fenomena global, BUMN tetap punya peranan. Pada sejumlah negara, BUMN bisa menjalankan fungsi komersil dan melakukan pengerjaan penugasan. Jadi, adanya holding harus dapat menambah nilai dan kinerja meningkat. “Ya, percuma kalau tidak ada nilai tambah,” ujar Toto.

Sekadar diketahui, holding Migas dipastikan segera terbentuk. Pasalnya, Presiden Joko Widodo telah membubuhkan tanda tangan persetujuan atas Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 tahun 2018 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia dalam Modal Saham Pertamina.

Aturan itu merupakan landasan hukum dialihkannya saham negara pada PT PGN kepada PT Pertamina. Adapun jumlah saham seri B milik Negara di PGN mencapai 56,96 persen dari total jumlah saham beredar. Pengalihan saham itu tidak termasuk saham seri A Dwiwarna hanya dimiliki negara dengan hak-hak khusus tidak dimiliki klasifikasi saham seri B.

Di mana, saat ini Kemen­te­ri­an BUMN menunggu Keputusan Menteri Keuangan (KMK) terkait nilai saham pemerintah di PGN akan dialihkan kepada Pertamina. “Sekarang hanya menunggu KMK keluar, lalu Pertamina gelar RUPS,” ujar Deputi Bidang Usaha Tambang, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN Fajar Harry Sampurno, dalam keterangan pressnya pekan lalu.(dai/jpg)
Sumber : Riaupos.co, 28 Maret 2018
Share:

Harga minyak dunia turun tipis tertekan pelemahan ekuitas dan kenaikan persediaan AS

Merdeka.com - Harga minyak dunia bergerak sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Penurunan harga terjadi karena tertekan kemerosotan di pasar ekuitas dan data kelompok industri yang menunjukkan peningkatan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah AS.

Patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei, sempat menyentuh USD 71 per barel sebelum akhirnya turun dan menetap satu sen AS lebih rendah pada USD 70,11 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Mei, turun 30 sen AS menjadi menetap di USD 65,25 per barel di New York Mercantile Exchange.

Dalam perdagangan elektronik pasca-penyelesaian (penutupan), ketika volume lebih tipis, harga untuk kedua acuan minyak tergelincir bersama pasar ekuitas, dan kemudian turun lagi setelah kelompok industri American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan lebih besar dari perkiraan dalam persediaan minyak AS.

Pada satu titik, WTI jatuh lebih dari satu dolar AS. WTI diperdagangkan pada USD 64,69 per barel, turun 86 sen, pada pukul 16.42 waktu setempat (20.42 GMT).

Persediaan minyak mentah AS naik 5,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 Maret, menjadi 430,6 juta barel, kata API. Persediaan AS diperkirakan turun 287.000 barel, Departemen Energi AS akan merilis angkanya pada Rabu pagi waktu setempat.

Sementara itu, dolar AS rebound dari level terendah lima minggu sebelumnya karena ketegangan perdagangan berkurang. Penguatan greenback membuat komoditas berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

"Indeks dolar AS mencuat dan itu mungkin membebani harga," kata Phillip Streible, ahli strategi pasar senior di RJO Futures di Chicago.

Brent telah meningkat lebih dari lima persen bulan ini, sementara WTI naik lebih dari empat persen. Mereka berada di jalur untuk kenaikan kuartalan ketiga berturut-turut, yang terakhir terjadi pada 2010.

Sementara kedua kontrak telah meningkat, Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, mengatakan Brent telah mengungguli WTI. Selisih antara kedua kontrak Mei telah melebar, katanya, yang menyiratkan keberhasilan OPEC dalam memangkas pasokan.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC), Rusia dan negara-negara produsen lainnya sepakat lebih dari setahun lalu untuk mengurangi pasokan.

Kesepakatan itu akan berakhir pada akhir tahun ini, tetapi Putera Mahkota Saudi Mohammad bin Salman mengatakan kepada Reuters bahwa OPEC dan Rusia bekerja pada kesepakatan untuk bekerja sama selama 10 hingga 20 tahun lagi, meskipun itu tidak secara khusus berarti pemotongan akan terus berlanjut selama itu.

Namun, para analis mengatakan kekuatan pasar saat ini mungkin tidak bertahan lama. Analis Barclays Research mengatakan mereka memperkirakan defisit pasokan beberapa bulan terakhir akan memberi jalan bagi surplus pada kenaikan produksi AS. [idr]
Sumber : Merdeka.com, 28 Maret 2018

Share:

Siang Ini Mahasiswa Riau Demo Pemprov Riau Berupaya Turunkan Pajak, Pertamina Malah Naikkan Harga Pertalite

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Rabu (27/3/2018) siang nanti mahasiswa Riau akan menggelar demi di Kota Pekanbaru. Aksi ini digelar sebagai bentuk kekecewaan atas kembali naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite oleh Pertamina.

Ada 4 lokasi yang akan menjadi titik aksi demo ini. Pertama di SPBU Jalan Nangka, Kantor Radio Republik Indonesia (RRI) Jalan Sudirman, Kantor DPRD Riau jalan Sudirman dan juga kantor Pertamina. Demo akan digelar sekitar pukul 13.30 WIB.

Bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas pada jam tersebut, hendaknya memperhatikan titik - titik aksi dan berupaya mencari jalan alternatif untuk menghindari kemacetan.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kenaikan harga pertalite membuat kuping mahasiswa panas. Dari Rp8.000 kini pertalite naik jadi Rp8.150 per liter. Mahasiswa Riau akan menggelar aksi dan menduduki kantor Pertamina perwakilan Riau.

Demikian dikatakan Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Riau (UR), Rinaldi Pare Pare.
Ia memandang di tengah keterpurukan ekonomi, pemerintah melalui Pertamina kembali mendera rakyat dengan menaikkan harga BBM. Apalagi, pemerintah provinsi sudah berupaya menurunkan pajak pertalite, malah Pertamina menaikkan harga pertalite.

"Kali ini kami menuntut pemerintah, rasionalisasikan kenaikan harga BBM. Selain itu Pertamina juga harus segera memenuhi janjinya menambah kuota BBM jenis premium di Riau," tegas Rinaldi.
Sumber : Cakaplah, 28 Maret 2018
Share:

Rupiah di Pasar Spot Kembali Melemah 0,03%

JAKARTA - Kekuatan rupiah rupanya tak bertahan lama. Kemarin, rupiah spot kembali melemah 0,03% ke level Rp 13.742 per dollar Amerika Serikat (AS).

Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual mengatakan, dollar AS mengalami teknikal rebound. "Sentimen utama masih berasal dari perkembangan isu tarif dagang antara AS dan China. Kabar negosiasi antara kedua negara membuat tensi agak mereda," kata dia, Selasa (27/3).

Analis Valbury Asia Futures Lukman Leong menambahkan, selain faktor teknikal, tidak ada sentimen lain yang mempengaruhi pergerakan rupiah. The greenback masih terkena imbas negatif dari hasil FOMCTak heran jika, rupiah di kurs tengah Bank Indonesia terlihat menguat 0,49% ke posisi Rp 13.708 per dollar AS.Alhasil, Lukman pun memprediksi rupiah hari ini menguat dalam rentang Rp 13.700-Rp 13.760 per dollar AS. Sementara David menebak, pergerakan rupiah di rentang Rp 13.700-Rp 13.750 per dollar AS.
Sumber : GoRiau.com, 28 Maret 2018
Share:

Harga Bawang Putih di Pekanbaru Melejit, Pedagang Kurangi Stok Penjualan

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Dua bulan jelang puasa, harga bawang putih dikeluhkan masyarakat. Pasalnya saat ini harga bawang putih mencapai Rp40.000/Kg nya. Hal ini terjadi di beberapa pasar tradisional di Kota Pekanbaru. 
Salah seorang pedagang harian di Jalan Cipta Karya, Panam, Aceng mengatakan atas kenaikan harga bawang putih yang sangat signifikan tersebut pedagang terpaksa mengurangi jumlah pembelian.

"Sejak sepekan terakhir harga bawang putih melonjak tajam. Jika harga normalnya bawang putih hanya berkisar Rp26 ribu sekarang tembus Rp36 ribu hingga Rp40 ribu. Bahkan kemarin sampai Rp46.000," ungkapnya.

Ia juga mengaku hanya sedikit membeli bawang putih untuk dijual lagi. "Mahal dek. Nggak sanggup beli banyak karena bawang putih mahal sekali. Dari normalnya Rp26 ribu sekarang naik drastis jadi Rp40 ribu," jelasnya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutaushut membenarkan kenaikan harga bawang putih memang cukup siginifikan.

"Kami sudah koordinasikan dengan stake holder terkait. Kalau dari asumsi karena harga perolehannya mungkin juga mahal di tingkat agen sehingga harga jual jadi mahal. Untuk kepastiannya kita masih menunggu dari stake holder lain," ungkap Ingot.

Meski harga bawang putih tersebut naik signifikan, untuk pasokan menurut Ingot, masih aman. Namun pihaknya tetap mewanti-wanti distributor agar tidak berbuat curang dan mengambil kesempatan jelang Ramadan untuk keuntungan pribadi.

"Distributor kita minta untuk menjalankan usaha dengan fair tidak baik memanfaatkan situasi jelang Ramadan untuk mengambil keuntungan yang luar biasa. Ini menjadi catatan, kita sering dihadapkan dengan persoalan yang berulang- ulang, tentu solusi dan kerjasama dari semua pihak harus jelas. Kita belum berani berasumsi masalah ini karena ada permainan spekulan," pungkasnya.
Sumber : Cakaplah.com, 27 Maret 2018
Share: