Kompas.com - 12/11/2018, 15:37 WIB PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melakukan pengaliran gas (gas in) ke pabrik oleochemical milik PT Musim Mas Martubung Plant yang terletak di Jalan Rawe, Kelurahan Titi Papan, Kecamatan Medan Deli, Medan, Sumatera Utara. (Dok. Humas PGN) KOMPAS.com - PT Perusahaaan Gas Negara Tbk ( PGN) sampai dengan Kuartal III Tahun 2018 berhasil membukukan pendapatan sebesar 2,45 miliar dolar AS. Capaian ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya 2,17 miliar dolar AS. Pendapatan emiten berkode PGAS tersebut terutama diperoleh dari hasil Penjualan Gas 1,94 miliar dolar AS dan penjualan minyak dan gas 442 juta dolar AS. Sedangkan Laba Operasi Interim Konsolidasian selama triwulan 3 adalah 390 juta dolar AS, dengan laba bersih 218 juta dolar AS atau Rp 3,06 triliun (kurs rata-rata Rp 14.048). Sementara itu, untuk EBITDA (Laba sebelum bunga dan pajak) juga meningkat menjadi sebesar 701 juta dolar AS, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 636 juta dolar AS. "Kami melakukan berbagai upaya efisiensi sehingga mampu mencetak laba di tengah kondisi perekonomian yang sedang mengalami perlambatan," kata Sekretaris Perusahaan PGN, Rachmat Hutama, di Jakarta, dalam keterangan tertulis yang Kompas.com terima Senin (12/11/2018). Selama periode Januari hingga Oktober 2018, PGN menyalurkan gas bumi sebesar 828,98 juta kaki kubik per hari (MMscfd). Rinciannya adalah sepanjang Kuartal III pada 2018 volume gas distribusi sebesar 800,10 MMscfd dan volume transmisi gas bumi sebesar 28,88 MMscfd. Rachmat mengatakan, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan perekonomian nasional, PGN optimistis kinerja perusahaan juga akan semakin baik. Meskipun kondisi perekonomian mengalami perlambatan, PGN tetap mengembangkan infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi bagi masyarakat. Baca juga: PGN Sambung Jaringan Gas 56,9 Km di Probolinggo PGN akan semakin agresif membangun infrastruktur gas bumi nasional untuk meningkatkan pemanfaatan produksi gas nasional. Pada kuartal III Tahun 2018, infrastruktur pipa gas PGN bertambah sepanjang lebih dari 35,75 km. Adapun, saat ini total jaringan pipa gas PGN mencapai lebih dari 7.516,70 km atau setara dengan 80 persen dari jaringan pipa gas bumi hilir nasional. Dari infrastruktur tersebut, PGN telah menyalurkan gas bumi ke 1.739 pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik. Lelu 1.984 pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta 177.710 pelanggan rumah tangga yang dibangun dengan investasi PGN. Pelanggan Gas Bumi PGN tersebar di berbagai wilayah mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong, Papua Barat. Saat ini, PGN juga telah mengelola dan menyalurkan gas bumi untuk sektor transportasi melalui 10 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) dan 4 Mobile Refueling Unit (MRU). Selain itu, untuk menunjang penyaluran serta kehandalan jaringan dan pasokan gas ke Pelanggan, PGN juga mengoperasikan 2 Floating Storage Regasification Unit (FSRU) yakni di Jawa Barat dan Lampung. Pada tahun ini, PGN banyak pula melakukan terobosan, salah satunya melalui program 360 degree solution. Dalam program ini, PGN dapat menghadirkan gas bumi dari hulu hingga hilir sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai segmen pengguna gas. Perlu diketahui PGN memiliki Saka Energi yang menyediakan gas bumi di sektor hulu. Ini karena PGN mengembangkan produk gas bumi yakni Liquefied Natural Gas (LNG) yang dilakukan oleh PT PGN LNG Indonesia. Lalu melakukan penyaluran CNG melalui anak usaha PT Gagas Energi Indonesia, sampai melalui anak usaha PGN lainnya. PGN juga dapat menyediakan pasokan gas bumi, listrik, pasokan bahan bakar gas untuk transportasi hingga jasa Engineering, Procurement and Construction (EPC) hingga Informasi Tekonologi Komunikasi bagi para pengguna gas atau pelanggan PGN. "Investasi infrastruktur pipa gas bumi yang dibangun PGN hampir seluruhnya tidak mengandalkan APBN, sehingga tidak membebani negara. Dan, PGN terus berkomitmen memperluas pemanfaatan gas bumi dengan membangun infrastruktur gas bumi di berbagai daerah," ungkap Rachmat. Saat ini, sejumlah proyek infrastruktur sedang digarap PGN, mulai dari proyek pipa gas transmisi Duri-Dumai sepanjang 67 km termasuk pipa distribusi gas di Dumai sepanjang 56 km. Kemudian pengembangan infrastruktur pipa transmisi gas bumi West Natuna Transmission System (WNTS) ke Pulau Pemping, Provinsi Kepulauan Riau. PGN juga mengembangkan pipa gas bumi di Muara Karang-Muara Bekasi sepanjang 42 km. PGN pun masih dalam proses membangun jaringan pipa distribusi gas bumi di Pasuruan, Mojokerto. "PGN terus berkomitmen membangun dan memperluas infrastruktur gas nasional, walau di tengah kondisi ekonomi yang belum membaik," tutup Rachmat. Membangun perekonomian nasional PGN adalah perusahaan milik negara yang dibentuk oleh Pemerintah RI dengan tujuan untuk membangun perekonomian nasional dengan mengutamakan kebutuhan rakyat menuju masyarakat yang adil dan makmur materiil dan spiritual. Hal ini sesuai dengan Pepres No. 19 Tahun 1965 yang menjadi dasar hukum dilahirkannya PGN sesuai Peraturan Presiden No. 19 tahun 1965. Dalam menjalankan amanat tersebut, PGN merintis pengembangan jaringan pipa gas bumi sejak 1974. Saat ini lebih dari 9.763 km pipa transmisi dan distribusi yang berhasil dibangunnya. Baca juga: Dongrak Kinerja Perekonomian, PGN Dukung Pengembangan Kawasan Industri PGN mampu memasok 835,56 Billion British Thermal Unit per Day (BBTUD) gas bumi untuk keperluan pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, SPBG serta rumah tangga. Sebagai upaya peningkatan transparansi dan kemudahan mendapatkan dana untuk pengembangan infrastruktur gas, pada 2003 Pemerintah atas persetujuan DPR mengambil langkah untuk menjadikan PGN sebagai perusahaan terbuka. Saat ini sebesar 56,97 persen saham seri B PGN dimiliki oleh PT Pertamina (Persero) dan sekitar 43,03 persen dikuasai publik dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sementara itu, Pemerintah RI tetap memegang satu saham dwiwarna perusahaan. Sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap gas bumi di dalam negeri dengan sumber yang terbatas, PGN terus berusaha mencari solusi strategis untuk menjamin suplai bagi para konsumen dan mencegah kelangkaan gas bumi di beberapa wilayah. PGN terus mencari suplai gas baru, terutama dari lokasi yang dekat dengan infrastruktur yang ada, serta berupaya mendapatkan volume yang lebesar untuk dialokasikan pada penggunaan di pasar dalam negeri. Video Pilihan Perekonomian Triwulan III Tumbuh 5,17% Ikuti perkembangan berita ini dalam topik: Komitmen PGN untuk Negeri EditorMikhael Gewati TAG: PGN Berita Terkait PGN Dukung Pengembangan Kawasan Industri di Purwakarta TERKINI LAINNYA Pool Advista Finance Resmi Melantai di Bursa KEUANGAN 16/11/2018, 11:10 WIB Kementerian ESDM Gandeng Bank Dunia Untuk Tata Kelola Minerba MAKRO 16/11/2018, 11:00 WIB Negara Mana yang Paling Menarik untuk Pekerja Asing? INSPIRASI 16/11/2018, 10:46 WIB Sri Mulyani Minta Jonan Awasi Impor Solar Pertamina, Ada Apa? MAKRO 16/11/2018, 10:31 WIB Menhub: Masuk 10 Megahub Dunia, Bandara Soekarno-Hatta Banggakan RI MAKRO 16/11/2018, 10:16 WIB PPh Dinaikkan, Impor Barang Mewah Turun... MAKRO 16/11/2018, 09:52 WIB Ingin Coba Investasi Alternatif? Lihat Dulu Potensi dan Risikonya KEUANGAN 16/11/2018, 09:44 WIB INFOGRAFIK: Soekarno-Hatta Tempati Peringkat 10 Bandara Tersibuk Dunia MAKRO 16/11/2018, 09:41 WIB Apple Akan Rekrut Korban Perdagangan Manusia INSPIRASI 16/11/2018, 09:06 WIB Indonesia Kekurangan Talenta Digital di Semua Industri BISNIS 16/11/2018, 08:36 WIB Levi's Dikabarkan Berencana Melantai di Bursa KEUANGAN 16/11/2018, 07:30 WIB Brexit Tak Jelas, Ekonomi Inggris Bisa Resesi MAKRO 16/11/2018, 07:02 WIB BI: Neraca Perdagangan Defisit Sejalan dengan Investasi MAKRO 16/11/2018, 06:35 WIB Sisihkan 7.500 Peserta, 4 Pengusaha Muda Berebut Juara The Big Start Indonesia INSPIRASI 16/11/2018, 06:11 WIB Ini Realisasi Ekonomi Makro Indonesia hingga 31 Oktober MAKRO 16/11/2018, 05:43 WIB LOAD MORE TERPOPULER 1 Banyak Peserta Tak Lolos, Menpan RB Tegaskan Tak Ada Ujian Ulang CPNS Dibaca 98.642 kali 2 Pemerintah Akan Rekrut Karyawan untuk Isi Jabatan Eselon I dan II Dibaca 97.633 kali 3 Masyarakat Diimbau Hindari Tol Jakarta-Cikampek Pukul 22.00-05.00 WIB Dibaca 84.927 kali 4 Operasional Diambil Alih Citilink, Berapa Utang Sriwijaya Air ke Garuda Indonesia Group? Dibaca 66.311 kali 5 Bandara Soekarno-Hatta Masuk Daftar Megahub Terbaik di Dunia Dibaca 53.634 kali NOW TRENDING Polisi: HS Bunuh Satu Keluarga di Bekasi karena Sering Dimarahi SBY Akui Utamakan Kemenangan Demokrat Ketimbang Prabowo-Sandi Kata Cawagub DKI Agung Yulianto, Banjir-Macet Bukan Masalah Utama Warga Jakarta Korban Hilang akibat Kebakaran Hutan California Capai 600 Orang SBY: Rakyat Ingin Dengar Kebijakan dan Program Prabowo-Sandi Teka-teki Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi Menemukan Titik Terang 5 Berita Populer: Pulang dari Bromo Turis Rusia Tidur di Kuburan hingga Matahari Buatan China Berita Populer: Jika AS Perang Lawan Rusia dan China, Saudi Akui Khashoggi Dimutilasi SOCIAL BUZZ Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Pool Advista Finance Resmi Melantai di Bursa https://t.co/vlkhjBCecf 14 m Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Kementerian ESDM Gandeng Bank Dunia Untuk Tata Kelola Minerba https://t.co/VyTPmg4Nq2 24 m Kompas Ekonomi @KompasEkonomi PPh Dinaikkan, Impor Barang Mewah Turun... https://t.co/lCe4Zs1jPI 1 h Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Ingin Coba Investasi Alternatif? Lihat Dulu Potensi dan Risikonya https://t.co/HUbrGo3pHY 1 h Kompas Ekonomi @KompasEkonomi INFOGRAFIK: Soekarno-Hatta Tempati Peringkat 10 Bandara Tersibuk Dunia https://t.co/Yrr3FTvSaU 1 h Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Apple Akan Rekrut Korban Perdagangan Manusia https://t.co/EBnNJwDLrW 2 h Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Indonesia Kekurangan Talenta Digital di Semua Industri https://t.co/38F7AppTCd 2 h Kompas Ekonomi @KompasEkonomi Levi's Dikabarkan Berencana Melantai di Bursa https://t.co/3W4vR8SOFY 3 h Close Ads X
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Kuartal III Tahun 2018, PGN Raih Laba Bersih Rp 3,06 Triliun", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/12/153708526/di-kuartal-iii-tahun-2018-pgn-raih-laba-bersih-rp-306-triliun.
Editor : Mikhael Gewati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar