YOGA SUKMANA Kompas.com - 16/11/2018, 05:43 WIB Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bersama jajaran pejabat eselon I Kementerian Keuangan saat konferensi pers mengenai UU APBN 2019 yang baru disahkan DPR RI di gedung Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (31/10/2018) malam.(KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERA) JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memaparkan perkembangan terkini realisasi ekonomi makro Indonesia dari Januari-31 Oktober 2018. Untuk pertumbuhan ekonomi, Januari-Oktober 2018 baru mencapai 5,17 persen. Padahal target di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018, ekonomi tumbuh 5,4 persen. "Ini agak sedikit di bawah asumsi APBN," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Kamis (15/11/2018). Sementara itu inflasi terjaga diangka 3,2 persen, belum melewati asumsi di APBN 2018 yang sebesar 3,5 persen. Baca juga: Januari-Oktober 2018, Utang Pemerintah Capai Rp 333,7 Triliun Selain itu tingkat bunga SPN 3 bulan sebesar 4,9 persen, masih lebih rendah dibanding asumsi di APBN 2018 sebesar 5,2 persen. Adapun nilai tukar rupiah justru sudah jauh melebihi asumsi APBN 2018 yang sebesar Rp 13.400 per dollar AS. Realisasinya mencapai Rp 14.209 per dollar AS secara rata-rata hingga 31 Oktober 2018. Sementara itu harga minyak mentah Indonesia mencapai 69 dollar AS per barrel, lebih tinggi dari asumsi di APBN 2018 yang sebesar 48 dollar AS per barrel.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Ini Realisasi Ekonomi Makro Indonesia hingga 31 Oktober", https://ekonomi.kompas.com/read/2018/11/16/054300926/ini-realisasi-ekonomi-makro-indonesia-hingga-31-oktober.
Penulis : Yoga Sukmana
Editor : Erlangga Djumena
Tidak ada komentar:
Posting Komentar