Kamis, 23 Agustus 2018 14:56 WIB
Penulis: Ratna Sari Dewi
PEKANBARU - Nasib nelayan di Provinsi
Riau belum sejahtera. Hal tersebut tercermin pada NTNP pada Juli 2018, yang
mengalami penurunan sebesar 1,20 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Hal ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It)
mengalami penurunan sebesar 0,54 persen, sementara indeks harga yang dibayar
petani (Ib) mengalami kenaikan sebesar 0,66 persen.
Turunnya It disebabkan oleh turunnya indeks harga di sebagian
besar ikan pada kelompok penangkapan perairan umum sebesar 1,31 persen dan pada
kelompok penangkapan laut sebesar 0,30 persen.
"Penurunan ini terjadi karena menurunnya harga kerang,
lais, bawal," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, Aden
Gultom di Pekanbaru, Kamis (23/8/2018).Â
Sementara itu, kenaikan Ib disebabkan oleh naiknya indeks
konsumsi rumah tangga sebesar 0,86 persen, khususnya telur ayam ras, daging
ayam ras, rokok kretek filter, dan rokok kretek.Â
"Sedangkan naiknya indeks BPPBM sebesar 0,21 persen
dibandingkan bulan sebelumnya, khususnya es batu, oli atau pelumas, jaring
angkat," ujarnya. ***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar