Pelemahan Rupiah Naikkan Beban Utang

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kekhawatiran akan pelemahan kurs sepanjang tahun muncul di tengah potensi kenaikan acuan suku bunga The Fed. Selain itu, menurut ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, kondisi fundamental ekonomi domestik kian melemah.

Hal tersebut berdampak pada deviasi realisasi kurs rupiah dengan asumsinya dalam APBN yang kian besar. ”Sementara itu, pada 2018 pemerintah mempunyai kewajiban membayar utang luar negeri 9,1 miliar dolar Amerika Serikat,” kata Bhima kemarin.

Jika yang digunakan asumsi kurs Rp14.000 per dolar AS, selisih pembayaran utang luar negeri pemerintah mencapai Rp5,5 triliun. Menko Perekonomian Darmin Nasution mengungkapkan bahwa nilai tukar rupiah memang sulit untuk sesuai dengan asumsi dalam APBN tahun ini. ’’Mungkin tidak kembali ke Rp13.500 atau Rp13.400 per dolar AS,’’ katanya, Selasa (24/4).

Meski begitu, mantan gubernur Bank Indonesia (BI) itu mengungkapkan, hingga saat ini, pihaknya menilai belum perlu melakukan penyesuaian asumsi makro. Dia menekankan bahwa sekali pun rupiah sulit kembali ke asumsi yang sudah ditetapkan pemerintah, akan ada pergerakan rupiah yang lebih baik. ’’Tidak ada sesuatu yang membuat kita harus melakukan (perubahan asumsi, red),’’ ujarnya.

Pemerintah pun masih melakukan penghitungan terkait dengan dampak pelemahan rupiah terhadap pembayaran utang. ’’Saat ini kami masih melakukan kalkulasi secara cermat ten­tang efek kurs rupiah ini,’’ ucap Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Scenaider Siahaan kepada JPG, kemarin.

Menurut Scenaider, masih terlalu dini memperkirakan dampak rupiah terhadap pembayaran utang pemerintah dalam valas. Sebab, hal tersebut baru bisa diproyeksikan setelah ada laporan realisasi kinerja APBN semester pertama ini. ’’Kalau sekarang masih belum bisa melihat efeknya, mengingat pembayaran kewajiban tersebar dari awal tahun sampai akhir tahun,’’ jelasnya.

Kepala Subdirektorat Perencanaan dan Strategi Pembiayaan DJPPR Kemenkeu  Erwin Ginting menuturkan, pelemahan terhadap rupiah itu bersifat sementara. Dalam jangka panjang, pelemahan tersebut tidak hanya berdampak pada pembayaran kewajiban utang. ’’Tapi juga ekonomi secara keseluruhan. Misalnya, impor yang akan lebih mahal dan bisa mendorong inflasi,’’ katanya.

Namun, Erwin tidak memungkiri bahwa pelemahan rupiah tersebut berdampak pada bertambahnya beban pembayaran kewajiban utang oleh pemerintah. Meski begitu, dia menekankan pemerintah telah memikirkan langkah antisipasinya. ’’Pemerintah bisa melakukan lindung nilai alami untuk mengurangi risiko kurs. Jadi, pembayaran jatuh tempo utang valas dilakukan dengan menggunakan penerimaan negara dalam valas,’’ ucapnya.

Hingga 31 Maret, jumlah utang pemerintah mencapai Rp4.136,49 triliun dengan porsi utang valas 109,6 miliar dolar AS. Rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 29,78 persen. Jumlah utang tersebut meningkat sebesar 13,14 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya saat jumlah utang mencapai Rp3.655,85 triliun.(ken/c20/sof/das) 
Sumber : Riaupos.co, 25 April 2018
Share:

Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam di Pekanbaru Sudah Naik Rp3 Ribu


PEKANBARU - Menjelang bulan Ramadhan tahun ini, harga-harga bahan pokok di beberapa pasar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mulai merangkak naik, khususnya telur dan daging ayam.
Berdasarkan pantauan tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Senin (23/4/2018), diketahui harga telur dan daging ayam masing-masing naik Rp3 ribu per kilogramnya.
"Kalau harga telur ayam ini sudah empat hari naik, dulu Rp36 ribu per papan atau Rp1.200 per butirnya. Kalau sekarang sudah naik menjadi Rp39 ribu per papan," kata salah seorang pedagang di Pasar Cik Puan, Yati ketika ditemui GoRiau.com, Senin pagi.
Sedangkan, lanjut Yati, harga daging ayam diperkirakan setiap harinya bisa naik Rp500 per kilogram. Bahkan, beberapa hari belakangan ini saja harga daging ayam mencapai Rp26 ribu per kilogram.
"Sebelumnya Rp22 ribu per kilogram. Ini sudah Rp26 ribu, karena naiknya sedikit tapi terus-terusan. Naik Rp500, besok Rp500, besoknya begitu lagi. Harga tertinggi yang selama kami berjualan itu tembus Rp30 ribu," ujarnya.***
Share:

Duh, Harga Kelapa Sawit di Riau Turun Tiga Kali Lipat Dari Pekan Lalu


Duh, Harga Kelapa Sawit di Riau Turun Tiga Kali Lipat Dari Pekan Lalu
Ilustrasi. (Internet)
PEKANBARU - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau kembali mengalami penurunan dari pekan lalu, yakni turun sebesar Rp56,62 per kilogramnya.
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan, periode 25 April - 1 Mei 2018 ini, harga CPO terpantau sebesar Rp7.829,49 dan harga kernel sebesar Rp5.790,28.
"Terjadi penurunan sekitar tiga kali lipat dari pekan lalu. Pekan lalu turun sebesar Rp17,77 dan periode ini turun Rp56,22 per kilogeam," ungkap Tengku Neni kepada GoRiau.com di Pekanbaru, Rabu (25/4/2018).
Berikut penetapan harga TBS kelapa sawit di Riau selama periode 25 April - 1 Mei 2018, sebagai berikut : kelapa sawit umur 3 tahun Rp1.307,37; kelapa sawit umur 4 tahun Rp1.459,70; kelapa sawit umur 5 tahun Rp1.561,90; kelapa sawit umur 6 tahun Rp1.608,04; kelapa sawit umur 7 tahun Rp1.669,36.
Selanjutnya, kelapa sawit umur 8 tahun Rp1.721,42; kelapa sawit umur 9 tahun Rp1.776,82; kelapa sawit umur 10 tahun-20 tahun Rp1.826,24; kelapa sawit umur 21 tahun Rp1.782,09.
Kemudian, kelapa sawit umur 22 tahun Rp1.737,22, kelapa sawit umur 23 tahun Rp1.693,06, kelapa sawit umur 24 tahun Rp1.675,25, dan kelapa sawit umur 25 tahun Rp1.604,03. Â ***

Share:

Jika Rupiah Terus Melemah, Pengusaha Riau Terancam Gulung Tikar

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Nilai tukar rupiah terhadap mata uang Dollar Amerika Serikat masih terus melemah. Hari ini saja, Rabu (25/4/2018) rupiah berada di angka Rp13.889 per Dolar Amerika Serikat (USD).

Menanggapi hal tersebut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau Budi Febriadi mengatakan jika rupiah terus melemah, tidak menutup kemungkinan pengusaha di Riau bisa gulung tikar.

"Hari ini saja sudah mau tembus Rp14.000 kalau lah sampai nantinya tembus Rp15.000 alamat gulung tikar pengusaha-pengusaha di Riau. Tak hanya pengusaha yang gulung tikar, tapi masyarakat bisa saja sampai "gulung meja makan"," ujar Budi.

Pengusaha properti ini mengatakan saat ini akibat melemahnya nilai rupiah, harga berbagai bahan bangunan sudah semakin melambung tinggi.

"Saya sekarang ni sedang ada membangun perumahan di Tembilahan, Inhil. Harga-harga bahan bangunan di sana melambung tinggi. Contohnya saja harga semen naik hingga Rp65 Ribu per saknya bahkan ada yang lebih, kemudian harga besi ukuran 10 hampir Rp50 ribu perbatang," ujar Budi.

Ia mengatakan melemahnya rupiah ini memang sangat berdampak pada kenaikan harga material bahan bangunan.

"Melemahnya harga rupiah ini ini jelas-jelas memukul stabilitas usaha. Dulu di tahun 97-98 Karet harga karet mencapai Rp15 ribu. Pada saat itu walau Dolar kuat, namun harga komoditinya tinggi, jadi tak terlalu berpengaruh. Nah kalau sekarang apa? Rupiah melemah, Dolar menguat, eh harga komoditi seperti karet, kelapa anjlok semua," ungkapnya.

Lanjut Budi, salah satu akibat lain dari melemahnya rupiah ini adalah dengan terus dinaikkannya Tarif Dasar Listrik (TDL).

"Tahun lalu TDL sudah dinaikkan, akibatnya industri rumah tangga jadi kacau semua. Ini semua adalah efek domino yang sangat dahsyat," pungkasnya. 
Sumber : Cakaplah.com, 25 April 2018
Share:

Diskriminasi Minyak Sawit Jadi Penyebab Harga TBS di Riau Turun

PEKANBARU - Diskriminasi terhadap minyak sawit masih saja terjadi. Sehingga menyebabkan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit di Riau pekan ini juga terkoreksi. 

Hal ini diungkapkan oleh Kasi Promosi dan Penjamin Mutu, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan T Neni, Rabu, 25 April 2018 di Pekanbaru. 

"Diskriminasi itu terakhir dilakukan oleh jaringan supermarket Inggris Iceland Co yang melakukan kampanye untuk menghentikan penggunaan minyak sawit pada merknya pada akhir 2018," katanya. 

Dia menjelaskan, selain itu, India untuk kembali mengerek pajak impor CPO juga semakin membebani pergerakan harga CPO. Bahkan kabar tersebut menutupi sentiment kenaikan permintaan menjelang Ramadhan. 

"Faktor-faktor ini menyebabkan pergerakan harga CPO menjadi menurun," katanya. 

Untuk ketahui, harga TBS penetapan ke 17 bulan April 2018, periode 25 April sampai 01 Mei 2018 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit. 

Jumlah penurunan terbesar adalah pada kelompok umur 10 sampai 20 tahun yang mengalami penurunan sebesar Rp56,62 kilogram atau mencapai 3,01 persen dari harga minggu lalu. 

"Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.826,24 per kilogram," kata Kasi Pengolahan dan Mutu Produk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan T Neni, Rabu, 25 April 2018 di Pekanbaru. 

Berikut daftar harga TBS di Riau selama sepekan ke depan: Umur 3 tahun Rp1.307,37, umur 4 tahun Rp1.459,70, umur 5 tahun Rp1.561,90, umur 6 tahun Rp1.608,04, umur 7 tahun Rp1.669,36, umur 8 tahun Rp1.721,42, umur 9 tahun Rp1.776,82, umur 10 sampai 20 tahun Rp 1.826,24, umur 21 tahun Rp 1.782,09, umur 22 tahun Rp 1.737,22, umur 23 tahun Rp1.693,06, umur 24 tahun Rp1.675,25, umur 25 tahun Rp 1.604,03, indeks K: 90,97, Harga CPO Rp7.829,49, Harga Kernel Rp. 5.790,28. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 25 April 2018
Share:

Turun Lagi, Harga TBS Usia 10 Tahun Pekan Ini Hanya Rp1.800

PEKANBARU - Harga TBS penetapan ke 17 bulan April 2018, periode 25 April sampai 01 Mei 2018 mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit. 

Jumlah penurunan terbesar adalah pada kelompok umur 10 sampai 20 tahun yang mengalami penurunan sebesar Rp56,62 kilogram atau mencapai 3,01 persen dari harga minggu lalu. 

"Sehingga harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.826,24 per kilogram," kata Kasi Pengolahan dan Mutu Produk Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan T Neni, Rabu, 25 April 2018 di Pekanbaru. 

Dia menjelaskan, penurunan harga TBS minggu ini dipengaruhi oleh penurunan harga jual CPO dan kernel dari seluruh perusahaan sumber data. Untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp82,67 kilogram. 

Sementara itu di Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp296,77 kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp65,45 kilogram, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp108,73 kilogram dari harga minggu lalu.

"Sedangkan untuk harga jual kernel, Sinar Mas Group mengalami penurunan sebesar Rp385,10 kilogram, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp220,00 kilogram, dan Asian Agri Group mengalami penurunan sebesar Rp280,21 kilogram dari harga minggu lalu," katanya. 

Berikut daftar harga TBS di Riau selama sepekan ke depan: Umur 3 tahun Rp1.307,37, 
umur 4 tahun Rp1.459,70, 
umur 5 tahun Rp1.561,90, 
umur 6 tahun Rp1.608,04, 
umur 7 tahun Rp1.669,36, 
umur 8 tahun Rp1.721,42, 
umur 9 tahun Rp1.776,82, 
umur 10 sampai 20 tahun Rp 1.826,24, 
umur 21 tahun Rp 1.782,09, 
umur 22 tahun Rp 1.737,22, 
umur 23 tahun Rp1.693,06, 
umur 24 tahun Rp1.675,25, 
umur 25 tahun Rp 1.604,03, indeks K: 90,97, Harga CPO Rp7.829,49, Harga Kernel Rp. 5.790,28. (bpc3) 
Sumber : Bertuahpos.com, 25 April 2018
Share:

Atur Harga DMO Gas

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Pemerintah tengah mem­­­­­­pertimbangkan pengaturan harga DMO (domestic market obligation) gas untuk pembangkit listrik. Pertimbangannya, tarif listrik tidak naik. Di sisi lain, harga gas yang menjadi beban PLN terus naik akibat meningkatnya harga minyak mentah dunia.

Direktur Jenderal Kete­nagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengatakan, untuk pembangkit, harga gas yang kompetitif berada di ang­ka 7–8 dolar AS per mmbtu. ’’Tren ICP (Indonesian crude price) naik. Kalau berdasar ICP ya masih mahal dan tidak kompetitif,’’ ujarnya di gedung DPR, Selasa (24/4).

Selama ini perhitungan harga gas masih menggunakan 14,5 persen dari ICP. Acuannya adalah Permen ESDM Nomor 45 Tahun 2017 tentang Pemanfaatan Gas Bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik. 

Padahal, sebelumnya perhitungan harga gas hanya mencapai 11,5 persen dari ICP. Dengan perhitungan sekarang, PLN harus membeli gas sekitar  8,97 dolar AS per mmbtu dengan ICP Maret 2018 sebesar 61,87 dolar AS per barel. ’’Jadi, berat juga kan,’’ imbuhnya.

Untuk itu, pemerintah akan mengatur DMO gas bagi pembangkit listrik. Direktur Perencanaan Korporat PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN Syofvi Felienty Roekman mengatakan, pengaturan harga DMO gas cukup pentiSng bagi PLN. Sebab, meskipun porsi pembangkit listrik tenaga gas hanya mencapai 22 persen dari total pembangkit, BPP (biaya pokok penyediaan) gas lebih tinggi daripada batu bara.(vir/c7/sof/das) 
Sumber : Riaupos.co, 25 April 2018
Share:

Tak Bisa Lagi Andalkan Devisa

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Rupiah yang melemah dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Bank Indonesia (BI) semakin aktif melakukan intervensi pasar. Setelah Senin (23/4) rupiah per dolar AS di pasar spot bertengger di level Rp13.975 (kurs Bloomberg), Selasa (24/4) rupiah mengalami penguatan 0,62 persen ke level Rp13.899. Di kurs tengah BI, rupiah ada di level Rp13.900 per dolar AS.

Gubernur BI Agus DW Martodojo mengatakan, BI terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai fundamentalnya.

“BI telah melakukan intervensi baik di pasar valas maupun pasar SBN (surat berharga negara) dalam jumlah cukup besar,” katanya dalam keterangan pers, Selasa (24/4).

Rupiah sendiri telah melemah 2,64 persen sejak Januari 2018. Sementara sejak 2 tahun belakangan, rupiah melemah 5,5 persen. Dua tahun lalu, rupiah masih dihargai Rp13.169 per dolar AS. Menurut Agus, dengan masuknya BI ke pasar pelemahan yang lebih dalam dapat ditahan, sehingga rupiah tak melemah sedalam mata uang di negara-negara berkembang lainnya.

BI tetap mewaspadai risiko berlanjutnya tren pelemahan nilai tukar rupiah, baik yang dipicu oleh gejolak global maupun yang bersumber dari kenaikan permintaan valas oleh korporasi domestik. Beberapa faktor eksternal yang membuat rupiah melemah antara lain dampak kenaikan suku bunga AS, perang dagang AS dengan Cina, kenaikan harga minyak serta eskalasi tensi geopolitik terhadap berlanjutnya arus keluar dana asing dari pasar SBN dan saham.

Sementara dari sisi internal, rupiah anjlok karena keperluan pembayaran impor, dividen dan utang luar negeri yang tinggi. Ketiga hal tersebut memang cenderung meningkat pada kuartal II.

“Untuk itu, BI akan tetap berada di pasar untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai fundamentalnya,” lanjut Agus.

Intervensi pasar menjadi salah satu penyebab berkurangnya cadangan devisa. Setelah pada Januari 2018 cadangan devisa pecah rekor di posisi 131,98 miliar dolar AS, pada Maret lalu cadangan devisa menyusut menjadi 126 miliar dolar AS. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan cadangan devisi hanya bisa ditambah dengan meningkatkan ekspor.

Pemerintah sudah berusaha dengan mengundang negara-negara Afrika ke Indonesia melalui forum di Bali pada awal April lalu. Tujuannya adalah untuk memperluas perdagangan Indonesia ke Afrika. Begitu pula kerja sama perdagangan dengan Eropa dan Australia.

”Kita mepercepat semua perundingan perdagangan free trade dengan Australia. Kita mempercepat membuka pasar lebih bagus dengan cara (melalui) hubungan bilateral ataupun multilateral dengan negara-negara lain,” ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Selasa (24/4).(rin/jun/jpg) 
Sumber : Riaupos.co, 25 April 2018
Share:

Data Produksi Perikanan Tak Terukur, Ini Kata Pemprov Riau

BERTUAHPOS.COM, PEKANBARU - Kinerja Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Riau perlu dievaluasi terutama terhadap data produksi perikanan selama ini tidak terukur dan dianggap tidak punya akurasi kuat. Sehingga sulit untuk menentukan arah kebijakan di sektor itu.

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi, Rabu, 25 April 2018. Dia melihat pada prinsipnya masalah demikian tidak hanya terjadi di DKP, tapi juga instansi lain terutama di bidang urusan pangan

"Dinas Kelautan dan Perikanan salah satu contoh bahwa mereka tidak punya data produksi yang akurat dan terukur. Maka arah kebijakan juga bias. Harusnya terukur berapa jumlah produksi ikan tangkap," katanya.

Padahal, dia menambahkan, Pemprov Riau sejak awal sudah berbicara banyak tentang potensi itu di sepanjang 2.000 kilometer lebih garis pantai di Riau.

"Potensinya kan besar. Garis pantai kita saja 2.000 kilometer lebih. Sekarang kita bicara produksi. Coba dong diukur. Berapa produksinya, petakan apa saja potensi, target setiap tahun tercapai atau tidak. Kalau jelas datanya itukan bisa diukur," katanya.

Dia mengakui bahwa memang untuk menyelesaikan masalah pada satu sektor butuh waktu puluhan tahun dan kerja keras. "Yang penting cara bekerjanya dulu," sambungnya.

Soal dana, kata Hijazi, itu urusan mudah sebab ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendukung bagaimana capaian prosuksi perikanan di Riau meningkatkan. Diantaranya menggunakan pendekatan partisipasi.

"Dan ini juga termasuk di dinas lain, seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dan lainnya. Semuanya sama saja. Selama ini memang hasil produksi itu yang tidak terukur," sambungnya. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 25 April 2018
Share:

Beras Lokal Mampu Tutupi 37 Persen Permintaan, Swasembada Pangan di Riau Masih Jauh

PEKANBARU - Hasil panen gabah kering giling (beras) lokal masih jauh dari kata cukup. Beras lokal hanya mampu menutupi sekitar 37 persen kebutuhan beras. 63 persen lainnya terpaksa harus didatangkan dari luar. Jika kondisinya demikian, maka Riau masih sangat jauh dari swasembada pangan seperti yang sudah didengung-dengungkan. 

Terhadap masalah beras ini, Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ahmad Hijazi juga sempat "sekak mat" Disperindagkop UKM Riau dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Riau pada Rakor antisipasi kelangkaan sembako saat Ramadan dan Idul fitri, Senin kemarin. Sebab kedua instansi masih harus bekerja keras untuk menutupi kebutuhan beras di Riau. 

"Konektivitas perdagangan perlu melakukan pekerjaan yang lebih serius lagi untuk memenuhi kebutuhan beras di Riau. Kami sangat mengharapkan Disperindagkop UKM Riau yang melakukan itu," katanya, Selasa, 24 April 2018 di Pekanbaru. 

Sementara, Hijazi juga menyentil Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Riau. Sebab masalah ini seharusnya bisa terdata secara baik mendorong produktivitas hasil panen gabah kering petani. Padahal, menurut dia, sebagian besar daerah di Riau berpotensi dan bisa mencukupi kebutuhan daerah.

"Saya dulu, waktu jadi Kepala Dinas di Batam itu bisa, kok. Padahal Batam itu tidak punya lahan sama sekali, di sana kan daerah industri. Memang perlu kerja keras. Bekerjasama dengan semua pihak untuk mendatangkan beras dari berbagai daerah dan tercukupi. Riau seharunya juga seperti itu, tinggal bagaimana memaksimalkan kerja sama kemudian memanfaatkan potensi daerah," sambungnya. 

Hijazi menambahkan, kondisi defisit kebutuhan pokok di Riau tidak hanya terjadi pada komoditi beras, tapi juga dialami oleh komoditi lain. Bahkan sektor perikanan di Riau tidak terdata secara baik berapa jumlah produksinya. Padahal, sambungnya, Riau punya 2.000 kilometer lebih garis pantai yang bisa dimanfaatkan masyarakat. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Warga Pekanbaru Keluhkan Naiknya Harga Bawang Merah

Warga Pekanbaru Keluhkan Naiknya Harga Bawang Merah
PEKANBARU - Masyarakat Riau, khususnya Pekanbaru keluhkan harga bawang. Dimana  harga bawang merah di beberapa pasar tradisional kembali melonjak sejak dua pekan terakhir. 

Diantaranya Pasar Tradisional SP 1 Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir dan Pasar Cik Puan, Pekanbaru.

Diduga kenaikan harga bawang di pasaran disebabkan karena cuaca ekstrim. Sehingga kenaikan bawang merah pun bervariasi dari beberapa pasar tradisional.

Kenaikan mulai Rp 10-15 ribu per kilogram. Kini harga bawang berada di kisaran Rp 40 ribu per kilogram.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa 24 April 2018 harga bawang yang biasanya dengan harga Rp 25 ribu per kilogram naik menjadi Rp 40 ribu per kilogram. 

Dikarenakan kenaikkan harga bawang yang tinggi, masyarakat lebih memilih mengurangi jumlah bawang ataupun lebih membeli bawang sortiran dengan harga lebih miring. 

"Mahal kali bawangnya. Saya jadi beli yang kecil-kecil ajalah, lebih murah," keluh Wati selaku pembeli.

Selain itu, kenaikkan harga bawang ini pun dibenarkan oleh Zulfahri salah satu pedagang di Pasar Cik Puan Pekanbaru. "Rp 40 ribu per kilogram bawang merahnya," ujarnya.

Wati berharap jelang Ramadhan, harga bawang merah dapat normal kembali. "Semoga cepatlah turun," tutup wati. (Syamsiyah C.J)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Jelang Ramadhan, Harga Sayuran di Pekanbaru Naik Hingga Rp3 Ribu Per Kilogram

PEKANBARU – Jelang Ramadhan, harga sayuran di Kota Pekanbaru mulai mengalami lonjakan harga.

Seperti yang diterangkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, ada beberapa jenis sayuran yang mengalami kenaikan harga, Selasa 24 April 2018.

"Tercatat ada enam sayuran yang harganya naik dibandingkan pekan sebelumnya. Diantaranya tomat, wortel, kentang besar, kacang tanah, kol dan mentimun," ujar Ingot.
Ingot menjelaskan, kenaikan harga sayuran di awal pekan ini berada di kisaran Rp1.000 hingga Rp3.000 perkilogramnya.

"Kenaikan paling signifikan tercatat pada kentang besar dan wortel," jelas Ingot.

Berikut update harga sayuran terkini di Kota Pekanbaru:
  • Kacang kedelai Rp9.000/kg
  • Kacang tanah Rp22.000/kg
  • Kacang hijau Rp20.000/kg
  • Kentang besar Rp10.000/kg
  • Kentang kecil Rp8.000/kg
  • Ubi kayu Rp2500/kg
  • Ubi jalar Rp5000/kg
  • Tomat Rp5.000/kg
  • Wortel Rp14.000/kg
  • Kol Rp6.000 /kg
  • Mentimun Rp6.000/kg
  • Buncis Rp8.000/kg. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Harga Bawang Merah di Pekanbaru Naik Hingga Rp40 Ribu Per Kilogram

PEKANBARU –  Memasuki awal pekan, harga bawang di Pekanbaru mengalami kenaikan jika dibandingkan pekan sebelumnya, Selasa 24 April 2018.

Harga Bawang Merah di Pekanbaru Naik Hingga Rp40 Ribu Per Kilogram
Terutama bawang merah, berdasarkan pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru di beberapa pasar, harga bawang merah bahkan naik hingga Rp40.000 per kilogramnya.

Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menerangkan, kenaikan harga bawang merah berada kisaran Rp5.000 perkilogramnya.

Sementara untuk harga bawang putih di Pekanbaru, Ingot menjelaskan harga bawang putih awal pekan ini sama sekali belum mengalami perubahan harga.

"Ya bawang merah naik harganya, tapi bawang putih harganya masih sama dengan akhir pekan lalu," jelas Ingot.

Terus naiknya harga bawang merah di Pekanbaru, terutama jelang memasuki bulan suci Ramadhan, dikarenakan meningkatnya jumlah konsumsi masyarakat Kota Pekanbaru terhadap bawang.

Ingot membantah bahwasanya harga bawang terus naik dikarenakan kurangnya stok bawang yang ada di Pekanbaru.

"Permintaan dan konsumsi terus meningkat. Kalau untuk stoknya masih cukup. Harga bawang merah kini berada di kisaran Rp40.000 perkilogramnya. Sementara bawang putih harganya Rp35.000 perkilogramnya," pungkas Ingot. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Harga Cabai Merah di Pekanbaru Naik Hingga Rp8 Ribu Per Kilogram

PEKANBARU – Harga cabai di Kota Pekanbaru terus mengalami kelonjakan yang cukup signifikan, bahkan kenaikan hingga Rp8.000 per kilogramnya.


Dari Pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru, Selasa 24 April 2018, kenaikan tidak hanya terjadi pada satu jenis cabai saja. Tapi juga terjadi terhadap beberapa jenis cabai.

"Pekan ini harga beberapa cabai mengalami kenaikan jika dibandingkan pekan sebelumnya. 

Kenaikan di kisaran Rp7.000 hingga Rp8.000 perkilogramnya," ujar Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut

Ingot menjelaskan, kenaikan harga cabai paling signifikan terjadi pada dua jenis cabai. Yakni cabai merah Bukittinggi dan cabai hijau.

Sementara untuk jenis cabai lainnya, Ingot menerangkan terutama cabai rawit harganya masih cukup tinggi meskipun Selasa ini mengalami penurunan.

"Harga cabai rawit kini masih berada di kisaran Rp38.000 perkilogramnya," jelas Ingot kepada bertuahpos.com.

Berikut update harga cabai terkini di Kota Pekanbaru:
  1. Cabai merah Bukittinggi Rp38.000/kg
  2. Cabai merah Medan Rp26.000/kg
  3. Cabai hijau Rp32.000/kg
  4. Cabai rawit Rp38.000/kg. (bpc9)
 Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Warga Beli Gas Melon di Tempat Tukang Jahit

PEKANBARU - Kelangkaan gas elpiji 3 kilogram membuat warga mendesak pemerintah agar benar-benar mengawasi peredaran gas elpiji 3 kilogram.

Seperti yang dikatakan Yanti, warga Sukajadi, Pekanbaru. Kepada bertuahpos.com, Yanti mengaku sudah 2 kali membeli gas melon (epiji 3 kilogram) kepada tukang jahit.

"Udah 2 kali. Bagaimana, di pengecer lain gak ada, adanya di situ (tukang jahit). Jadi aku beli di tukang jahit itu," kata Yanti, Selasa 24 April 2018.

Begitu juga yang diceritakan Okta, warga Panam, Pekanbaru. Menurut penuturan dia, harga gas melon di Panam mencapai Rp40 ribu per tabung. Itupun sangat susah untuk didapatkan.

Okta mengatakan penjual beralasan jika gas yang dia dapatkan juga berasal dari pengecer lain, bukan pangkalan. 

"Kata penjualnya seperti itu. Dia dapat dari pengecer lain. Mahal aku beli jadinya, Rp40 ribu per tabung," kata Okta.

Warga kemudian meminta pemerintah agar benar-benar mengawasi peredaran gas melon, agar tidak menyusahkan masyarakat.

"Apalagi mau puasa, pasti akan banyak pemakaian gas. Pemerintah awasi lagi lah, penjualan gas ini," harap dia. (bpc2)
 Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Awal Pekan, Harga Ayam di Pekanbaru Melonjak Naik

PEKANBARU – Harga ayam di Pekanbaru melonjak naik memasuki awal pekan ini, Selasa 24 April 2018.

Awal Pekan, Harga Ayam di Pekanbaru Melonjak Naik
Dari pantauan Dinas Perdagangan dan Perindustrian (DPP) Kota Pekanbaru di beberapa pasar, kenaikan tercatat pada harga ayam ras.

Kepala DPP Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut, menjelaskan kenaikan harga ayam ras berada di kisaran Rp2.000 perkilogramnya.

"Harga ayam ras awal pekan ini naik jika dibandingkan akhir pekan lalu yang hanya berada di kisaran Rp23.000 perkilogramnya," ujar Ingot.

Namun kenaikan harga yang terjadi pada ayam ras  di awal pekan ini, tidak terjadi pada harga ayam kampung.

"Ayam kampung tidak berubah harganya. Masih di kisaran Rp50.000 perkilogramnya," tutur Ingot.
Sementara untuk harga telor di Kota Pekanbaru, Ingot menjelaskan awal pekan ini harga telur tidak terlalu jauh berbeda jika dibandingkan dengan pekan sebelumnya.

"Ya, harga telur ayam yang sempat naik Rp500 perbutirnya akhir pekan lalu, awal pekan ini harganya tidak jauh berbeda," jelas Ingot.

Berikut update harga ayam dan telur terkini di Pekanbaru:
  • Ayam ras Rp25.000/kg
  • Ayam kampung Rp50.000/kg
  • Telur ayam ras Rp1.500/butir
  • Telur ayam kampung R2.500/butir
  • Telur itik Rp3.000/butir. (bpc9)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Harga Elpiji 3 Kilogram Sudah Rp40 Ribu, Pemprov Riau Masih Wacanakan Imbauan

PEKANBARU - Soal harga gas elpiji 3 kilogram semakin tidak masuk akal. Kebijakan memberlakukan distribusi gas melon dengan KK itu sepertinya tidak berguna. Buktinya di sekitar kawasan Kualu, Panam, Pekanbaru. 

Harga gas elpiji 3 kilogram tembus di harga Rp40 ribu. Sementara Pemprov Riau setakat ini masih berwacana pada imbauan. Jika hal seperti ini terjadi di ibu kota Provinsi Riau, bagaimana dengan daerah lain dengan akses jauh dan sulit? 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Riau, Yulwiriati Moesa, kepada bertuahpos.com mengakui baru mengetahui hal demikian. Dia menyatakan belum bisa berkomentar banyak. Hanya saja jika memang kondisinya demikian, pihaknya baru akan turun untuk memantau kondisi di lapangan. 

"Itu nanti lah ya. Kami cek dulu," katanya, kepada bertuahpos.com, Selasa, 14 April 2018 saat ditemui di Gedung Daerah, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. 

Imbauan yang diutarakan hanya sebatas meminta kepada unit usaha yang tidak tergolong usaha mikro untuk tidak menggunakan gas melon. Dia mengakui kalau gas elpiji 3 kilogram itu rawan menimbulkan gejolak. Sehingga pola distribusinya juga harus diperhatikan. 

Sebelumnya, masyarakat Pekanbaru semakin mengeluhkan langkanya gas elpiji 3 kilogram. Selain langka, masyarakat juga terpaksa membelinya dengan harga mahal, Rp40 ribu per tabung.

Seperti yang diungkapkan oleh Okta, seorang warga Panam, Pekanbaru. Okta mengakui jika pagi ini dia sangat kesulitan untuk mendapatkan gas elpiji 3 kilogram. Harga yang dibelinya juga jauh di atas harga normal, yaitu Rp40 ribu per tabung.

"Susah aku dapat gas elpiji 3 kilogram ini. Harus keliling dan dapat pun harganya sangat mahal, Rp40 ribu aku beli," keluhnya kepada bertuahpos.com, Selasa 24 April 2018.

Hal senada juga diungkapkan Andri, warga Marpoyan. Dia mengaku selalu membeli gas elpiji 3 kilogram dengan Kartu Keluarga (KK). Selain itu, dia juga sengaja membeli 2 tabung untuk berjaga-jaga.

"Sengaja aku beli 2 tabung. Jadi, menjelang dapat gas baru, aku masih punya 1 tabung. Kalau tidak begitu, tidak bisa isteri aku masak," kata Andri.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Mansyur mengatakan jika gas elpiji subsidi 3 kilogram memang sengaja dikurangi pemerintah untuk mengurangi subsidi. Pemerintah berencana mengganti gas elpiji subsidi 3 kilogram dengan gas elpiji non subsidi 5 kilogram.

"Kalau saya melihatnya seperti itu. Itu kan hanya membebankan rakyat. Harusnya, tidak seperti ini caranya. Ini hanya akan menambah beban rakyat," kata Mansyur.

Mansyur juga mendesak pemerintah segera menambah kuota gas elpiji 3 kilogram ini. Apalagi, kata Masyur, sebentar lagi akan masuk bulan Ramadhan, dimana penggunaan gas elpiji pasti akan meningkat."Pemerintah harus dapat memenuhi peningkatan pemakaian ini," pungkasnya. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Pemprov Riau Dipusingkan dengan Bahan Pokok

PEKANBARU - Pemprov Riau tengah dipusingkan dengan ketersediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat. Lantaran kondisi Riau bukan sebagai daerah produsen berpotensi terjadinya gejolak dan tidak stabilnya harga kebutuhan pokok masyarakat. 

Hal ini diungkapkan oleh Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Selasa, 24 April 2018 di Pekanbaru. Dia mendesak kepada instansi terkait untuk sesegera mungkin melakukan inventarisasi dan merangkum data akurat terhadap masalah ini. 

"Masih tingginya kebutuhan Riau terhadap daerah lain berpotensi melambungnya harga. Inikan sudah menjadi pembahasan lama dan kita semua sudah tahu masalahnya. Makanya sekarang bagaimana eksekusi supaya itu bisa diatasi," ujarnya. 

Dia berpendapat, Riau secara geografis punya potensi untuk mengatasi masalah pangan. Bahkan sebagian besar daerah di Riau berpotensi sebagai lumbung ketahanan pangan. Namun dalam praktiknya masalah ini terkesan masih dibiarkan oleh dinas dan badan terkait yang menangani masalah itu. 

"Tak mungkin setiap menyambut Ramadan dan lebaran harus seperti ini terus. Seberapa kuat lah kita mengandalkan daerah-daerah tetangga untuk kebutuhan pangan kita. Makanya saya katakan, masalahnya sudah jelas, tapi eksekusi untuk solusi itu yang belum," sambungnya. 

Sekadar informasi, untuk memenuhi kebutuhan sembako Riau masih banyak defisit dan membutuhkan hasil panen dari daerah tetangga seperti Sumbar, Sumut dan Jambi. Apalagi terhadap komoditi yang menjadi kebutuhan pokok wajib bagi masyarakat. (bpc3)
 Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Share:

Jelang Ramadan, Plt Gubri Bilang Harga Bahan Pokok Masih Stabil

PEKANBARU (RIAUSKY.COM) - Plt Gubernur Riau Wan Thamrin Hasyim bersama Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementerian Perdagangan, Dody Edward, meninjau ketersediaan bahan pokok (Bapok) di Riau jelang Ramadan.

Dari tinjaun langsung ke pasar Sukaramai dan pasar Cik Puan beberapa pedagang menyebut harga masi stabil meski sudah ada pergerakan kenaikan harga beberapa bahan pokok seperti telur.

Harga telur sudah mengalami kenaikan hingga 5000 rupiah per papan dalam satu minggu terakhir yang biasanya hanya 34 ribu sekarang sudah 40 ribu per papan.

"Sekarang 40 ribu perpapannya, bisanya cuma 34 sampai 35 ribu. Ini naiknya sudah satu minggu, kalau sebabnya saya kurang tau, kita tergantung distributornya" kata Antoni pedagang telur di Pasar Sukaramai

Sedangkan harga bahan pokok seperti cabe, bawang masi dinilai stabil meski dikisaran harga yang cukup tinggi. Harga cabe sumbar 40 ribu, cabe jawa 28 ribu, cabe rawit 22, harga bawang merah 40, bawang putih 25 ribu.

"Minggu ini harga cabe turun sampai 40 ribu biasanya diatas 40 ribu, ini karna hasil panen melimpah, sama juga harga bawangnya juga ada penurunan dari biasanya diatas 40 ribu juga untuk bawang merah, semoga nanti stabillah hasil panennya kasian kan petaninya juga saya sebagai pedang, intung kami cuma kecil." Buk Tohang salah satu pedang di pasar Cik Puan

Harga bahan pokok seperti beras, gula dan minya harganya masi stabil dan pasokannya juga masi tersedia jelang ramadan, meski daya beli masyarakat sekarang sangat lesu.

"Kalau harga gula, beras, minyak masi stabil belum ada kenaikan. Cuma telur yang udah naik. Tapi daya beli masyarakat sekarang rendah." Kata pak Roni pedagang barang harian.

Ketersediaan bahan pokok masi stabil meski ada kenaikan harga sedikit pada bahan pokok seperti telur, diharapkan nantinya pihak penerintahan mampu menjaga kesetabilan harga hingga menjelang ramadan dan idul fitri. (R07)
Sumber : Riausky.com, 23 April 2018
Share:

Ekspor Sawit Global Tergelincir

PEKANBARU - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia(Gapki) mencatat ekspor sawit global tergelincir pada Februari 208 atau turun 14 persen. Meskipun harga minyak sawit global cukup rendah yaitu sekitar 652,5dollar sampai 685 dollar per metrik ton.

Volume ekspor minyak sawit Indonesia non biodiesel dan oleochemical sepanjang waktu itu hanya mampu 2,37 juta ton saja. Ini jelas turun dari pencapaian Januari sebesar 2,74 juta ton.

Ketua Umum III Gapki Togar Sitanggang, mejelaskan Imlek lah salah satu penyebab turunnya daya beli sawit di pasar ekspor. 

“Daya beli yang rendah disebabkan adanya liburan hari raya imlek dan juga jumlah hari pada bulan berjalan yang pendek sehingga transaksi dagang tidak maksimal,” katanya seperti dilansir dari bisnis.com, Senin 23 April 2018.

Togar menyebut, secara tradisi transaksi pada Februari memang lebih sedikit dan kinerja ekspor lebih hemat jika dibandingkan Januari. Februari ini, negara di bagian Timur Tengah tercatat cukup mendominasi permintaan sebesar 41 persen atau 209.000 ton di Februari. 

Hal ini juga dianggap biasa karena periode transaksi tampak pada pola bulanan, kalau bulan sebelumnya turun maka bulan berikutnya akan naik. Kenaikan permintaan minyak sawit juga dicatatkan oleh China sebesar 6 persen atau 326.300 ton di Februari.

Sementara ini, negara tujuan utama ekspor lainnya mengalami penurunan. Penurunan yang sangat signifikan dicatatkan oleh Amerika Serikat yakni 50%, atau dari 193.470 ton pada Januari melorot menjadi 95.990 ton di Februari. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 23 April 2018
Share:

Jelang Ramadhan, Harga Telur dan Daging Ayam di Pekanbaru Sudah Naik Rp3 Ribu

PEKANBARU - Menjelang bulan Ramadhan tahun ini, harga-harga bahan pokok di beberapa pasar di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau mulai merangkak naik, khususnya telur dan daging ayam.

Berdasarkan pantauan tim Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia di Pasar Cik Puan Pekanbaru, Senin (23/4/2018), diketahui harga telur dan daging ayam masing-masing naik Rp3 ribu per kilogramnya.

"Kalau harga telur ayam ini sudah empat hari naik, dulu Rp36 ribu per papan atau Rp1.200 per butirnya. Kalau sekarang sudah naik menjadi Rp39 ribu per papan," kata salah seorang pedagang di Pasar Cik Puan, Yati ketika ditemui GoRiau.com, Senin pagi.

Sedangkan, lanjut Yati, harga daging ayam diperkirakan setiap harinya bisa naik Rp500 per kilogram. Bahkan, beberapa hari belakangan ini saja harga daging ayam mencapai Rp26 ribu per kilogram.

"Sebelumnya Rp22 ribu per kilogram. Ini sudah Rp26 ribu, karena naiknya sedikit tapi terus-terusan. Naik Rp500, besok Rp500, besoknya begitu lagi. Harga tertinggi yang selama kami berjualan itu tembus Rp30 ribu," ujarnya.***
Sumber : GoRiau.com, 23 April 2018
Share: