PELALAWAN - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)
Kabupaten Pelalawan meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) melalui
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar (Disperindagpas) segera
menyikapi meroketnya harga gas bersubsidi.
Meroketnya harga elpiji
3 kg kerap kali terjadi dan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten
Pelalawan. Kondisi ini sudah sangat meresahkan masyarakat.
"Kita minta Disperindagsar untuk melakukan kroscek ke lapangan yang menjadi keluhan masyarakat," tegas Baharudin, kepada GoRiau.com.Ditegaskan Wakil Ketua Komisi II, jika ditemukan adanya indikasi pangkalan yang nakal agar segera ditindak tegas.
"Kalau
memang ditemukan adanya dugaan penyelewengan, harus ditindak tegas.
Beri sanksi tegas kepada mereka pangkalan yang terbukti nakal,"
tandasnya.
Politisi Golkar ini juga meminta kepada Disperindagsar
Pelalawan untuk melakukan operasi pasar. Agar kebutuhan gas melon bagi
masyarakat terpenuhi.
"Untuk menjawab persoalan ini, ya dengan
melakukan operasi pasar. Apalagi jelang bulan puasa ini, rawan
terjadinya permainan harga," pungkas Baharudin, Kamis (12/4/2018).
Diberitakan
sebelumnya, sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Pelalawan terjadi
kenaikan harga elpiji bersubsidi jauh di atas Harga Eceran Tertinggi
(HET).Di Kecamatan Kuala Kampar, elpiji 3 kg dipatok dengan harga
Rp 31 ribu.
Sedangkan di Desa Pangkalan Gondai Kecamatan Langgam di
tingkat pengecer dijual dengan harga Rp 38 ribu.Sementara harga eceran tertinggi elpiji 3 Kg sesuai SK Bupati Pelalawan No: 125 Tahun 2016 sebesar Rp 18.000 per tabung.***
Sumber : Goraiu.com, 12 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar