BPS: Ekspor Riau Turun 3,66

PEKANBARU (CAKAPLAH) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat, nilai ekspor Riau berdasarkan harga Free On Board (FOB) pada bulan Februari 2018 mencapai US$ 1.34 miliar atau mengalami penurunan sebesar 3,66 persen dibanding ekspor bulan Januari 2018 sebesar US$ 1.39 miliar.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Riau Aden Gultom kepada CAKAPLAH.COM. Ia mengatakan penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor migas dan non migas masing-masing sebesar 7,48 persen dan 2,88 persen.

Ekspor non migas dari US$ 1.15 miliar pada bulan Januari 2018 turun menjadi US$ 1.12 miliar pada bulan Februari 2018, demikian juga ekspor migas dari US$ 235.13 juta pada bulan Januari 2018 turun menjadi US$ 217.55 juta pada bulan Februari 2018.

Selama Januari-Februari 2018, nilai ekspor Riau mengalami penurunan sebesar 5,57 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang disebabkan oleh turunnya ekspor non migas sebesar 7,41 persen, meskipun ekspor migas naik sebesar 4,90 persen.

"Kenaikan ekspor migas disebabkan oleh naiknya ekspor industri pengolahan hasil minyak sebesar 27,62 persen dan ekspor minyak mentah sebesar 2,43 persen," ujar Aden.

Aden menerangkan, dari 10 golongan barang ekspor non migas terbesar bulan Februari 2018 dibanding Januari 2018 penurunan terbesar antara lain terjadi pada berbagai produk kimia US$ 40.41 juta, bahan kimia organik US$ 8.22 juta, serta ampas dan sisa industri makanan US$ 7.82 juta.

"Sedangkan kenaikan terjadi pada tiga golongan barang, yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati US$ 23.84 juta, jertas dan karton US$ 5.35 juta, dan bahan-bahan nabati US$ 4.01 juta," terangnya.

Lanjutnya, selama Januari hingga Februari 2018, ekspor 10 golongan barang utama non migas  memberikan kontribusi sebesar 99,44 persen terhadap total ekspor non migas. Dari sisi pertumbuhan, ekspor 10 golongan barang utama non migas tersebut mengalarm penurunan sebesar 7,50 persen terhadap periode yang sama tahun 2017.

Perkembangan dan peran ekspor non migas Riau menurut sektor selarna Januari hingga Februari 2018 dibanding periode yang sama tahun 2017, ekspor non migas mengalami penurunan sebesar 7,41 persen.

"Penurunan ini disebabkan oleh turunnya ekspor industri sebesar 8,02 persen. Sedangkan ekspor Penanian selama Januari-Februari 2018 mengalami kenaikan sebesar 105,52 persen dibanding periode yang sama tahun 2017," urai Aden.

Aden menjelaskan, dilihat dari kontribusinya terhadap total nilai ekspor pada Januari hingga Februari 2018, ekspor non migas memberikan kontribusi sebesar 83,38 persen, sedangkan ekspor migas 16,62 persen. Besarnya peranan sektor non migas didukung oleh peran sektor industri sebesar 82,41 persen.
Sumber : Cakaplah, 5 April 2018
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar