PEKANBARU (CAKAPLAH) - Nilai tukar rupiah terhadap mata
uang Dollar Amerika Serikat masih terus melemah. Hari ini saja, Rabu
(25/4/2018) rupiah berada di angka Rp13.889 per Dolar Amerika Serikat
(USD).
Menanggapi hal tersebut Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Riau Budi Febriadi mengatakan jika rupiah terus melemah, tidak menutup kemungkinan pengusaha di Riau bisa gulung tikar.
"Hari ini saja sudah mau tembus Rp14.000 kalau lah sampai nantinya tembus Rp15.000 alamat gulung tikar pengusaha-pengusaha di Riau. Tak hanya pengusaha yang gulung tikar, tapi masyarakat bisa saja sampai "gulung meja makan"," ujar Budi.
Pengusaha properti ini mengatakan saat ini akibat melemahnya nilai rupiah, harga berbagai bahan bangunan sudah semakin melambung tinggi.
"Saya sekarang ni sedang ada membangun perumahan di Tembilahan, Inhil. Harga-harga bahan bangunan di sana melambung tinggi. Contohnya saja harga semen naik hingga Rp65 Ribu per saknya bahkan ada yang lebih, kemudian harga besi ukuran 10 hampir Rp50 ribu perbatang," ujar Budi.
Ia mengatakan melemahnya rupiah ini memang sangat berdampak pada kenaikan harga material bahan bangunan.
"Melemahnya harga rupiah ini ini jelas-jelas memukul stabilitas usaha. Dulu di tahun 97-98 Karet harga karet mencapai Rp15 ribu. Pada saat itu walau Dolar kuat, namun harga komoditinya tinggi, jadi tak terlalu berpengaruh. Nah kalau sekarang apa? Rupiah melemah, Dolar menguat, eh harga komoditi seperti karet, kelapa anjlok semua," ungkapnya.
Lanjut Budi, salah satu akibat lain dari melemahnya rupiah ini adalah dengan terus dinaikkannya Tarif Dasar Listrik (TDL).
"Tahun lalu TDL sudah dinaikkan, akibatnya industri rumah tangga jadi kacau semua. Ini semua adalah efek domino yang sangat dahsyat," pungkasnya.
Sumber : Cakaplah.com, 25 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar