Share
ANTRE: Warga mengantre mendapatkan elpiji 3 kg di Pangkalan
Susi Jalan Hang Tuah, Selasa (17/4/2018). cr4/mirshal/riau pos
Berita Terkait
KOTA (RIAUPOS.CO) - Beberapa warga terpaksa pulang dengan
tabung kosong saat mengetahui elpiji 3 Kg sudah habis terjual. Hal ini
dirasakan warga Jalan Hang Tuah. Antrean panjang untuk mendapatkan elpiji 3 kg,
membuat beberapa warga harus gigit jari karena tidak kebagian.
Pangkalan elpiji 3 kg milik Susi ini ramai dikunjungi warga, Selasa (17/4). 150 tabung elpiji 3 kg yang habis terjual hanya dalam waktu 60 menit. Susi mengatakan kepada Riau Pos jatah yang diberikan untuk rumah tangga hanya satu tabung saja. “Biar bisa dapat juga warga yang lain,” ujarnya.
Dengan menggunakan fotokopi kartu keluarga dan identitas diri, warga baru bisa mendapatkan elpiji 3 kg. Sedangkan untuk pedagang mikro, Susi memberikan jatah dua tabung dengan catatan membawa surat keterangan dari RW dan RT setempat.
Alasan mengapa untuk rumah tangga hanya diperbolehkan satu tabung, dijelaskannya, karena tabung 3 kg bisa digunakan selama satu pekan. Sehingga mereka bisa datang lagi di pekan berikutnya untuk mendapat gas kembali. Hal ini bertujuan agar, setiap rumah tangga bisa mendapatkan elpiji.
“Tujuannya itu, tapi tetap saja ada yang membandel,”ujarnya.
Susi mencatat nama siapa saja yang membeli elpiji di pangkalannnya, selain itu Susi juga mengenal wajah dari para pembeli. Dengan data yang dimilikinya akan terlihat siapa saja yang membeli elpiji. Untuk bulan ini saja, diungkapkan Susi sudah ada 529 nama yang tercatat membeli di pangkalannya.
Pangkalan Susi dalam seminggu mendapat tiga kali jatah elpiji masuk. Dengan total perminggunya kurang lebih 400 tabung. “Masih tetap kurang untuk mencukupi keperluan warga,” ujarnya.(cr4)
Pangkalan elpiji 3 kg milik Susi ini ramai dikunjungi warga, Selasa (17/4). 150 tabung elpiji 3 kg yang habis terjual hanya dalam waktu 60 menit. Susi mengatakan kepada Riau Pos jatah yang diberikan untuk rumah tangga hanya satu tabung saja. “Biar bisa dapat juga warga yang lain,” ujarnya.
Dengan menggunakan fotokopi kartu keluarga dan identitas diri, warga baru bisa mendapatkan elpiji 3 kg. Sedangkan untuk pedagang mikro, Susi memberikan jatah dua tabung dengan catatan membawa surat keterangan dari RW dan RT setempat.
Alasan mengapa untuk rumah tangga hanya diperbolehkan satu tabung, dijelaskannya, karena tabung 3 kg bisa digunakan selama satu pekan. Sehingga mereka bisa datang lagi di pekan berikutnya untuk mendapat gas kembali. Hal ini bertujuan agar, setiap rumah tangga bisa mendapatkan elpiji.
“Tujuannya itu, tapi tetap saja ada yang membandel,”ujarnya.
Susi mencatat nama siapa saja yang membeli elpiji di pangkalannnya, selain itu Susi juga mengenal wajah dari para pembeli. Dengan data yang dimilikinya akan terlihat siapa saja yang membeli elpiji. Untuk bulan ini saja, diungkapkan Susi sudah ada 529 nama yang tercatat membeli di pangkalannya.
Pangkalan Susi dalam seminggu mendapat tiga kali jatah elpiji masuk. Dengan total perminggunya kurang lebih 400 tabung. “Masih tetap kurang untuk mencukupi keperluan warga,” ujarnya.(cr4)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar