PEKANBARU - Harga minyak sawit mentah atau crude palm
oil (CPO) dunia diprediksi sulit menanjak tahun ini. Bahkan, cenderung
semakin melemah.
Kepala Seksi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan,
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Riau, Tengku
Neni Mega Ayu mengatakan, hal ini disebabkan oleh banyaknya faktor yang
melemahkan pergerakan harga seperti stok CPO yang melimpah dan proyeksi
ringgit Malaysia yang menguat.
Kondisi ini juga dikhawatirkan bakal
mengganggu keseimbangan harga kelapa sawit di tanah air.
"Belum
lagi diterpa oleh isu penolakan Uni Eropa dan kebijakan India yang
menaikkan pajak impor CPO," kata Tengku di Pekanbaru, Rabu (18/4/2018).
Sedangkan
faktor internal, penurunan harga TBS juga dipengaruhi oleh penurunan
harga jual CPO dari seluruh perusahaan sumber data.
"Meskipun harga jual kernel ada yang mengalami kenaikan namun tidak cukup untuk mempertahankan harga TBS," imbuhnya.
Yang
mana, untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami penurunan sebesar Rp
172,29/Kg, Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp
149,52/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp
27,28/Kg, Asian Agri Group mengalami penurunan harga sebesar Rp
105,28/Kg, dan PT. Citra Riau Sarana mengalami penurunan sebesar Rp
120,00/Kg dari harga minggu lalu.Untuk harga jual kernel, Sinar
Mas Group mengalami kenaikan sebesar Rp 188,82/Kg, Astra Agro Lestari
Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 45,46/Kg, Asian Agri Group
mengalami kenaikan harga sebesar Rp 109,38/kg, dan PT. Citra Riau Sarana
mengalami penurunan sebesar Rp 6,00/Kg dari harga minggu lalu. ***
Sumber : GoRiau.com, 18 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar