PEKANBARU - Pemprov Riau tengah dipusingkan dengan
ketersediaan bahan pokok kebutuhan masyarakat. Lantaran kondisi Riau
bukan sebagai daerah produsen berpotensi terjadinya gejolak dan tidak
stabilnya harga kebutuhan pokok masyarakat.
Hal ini diungkapkan oleh Sekdaprov Riau, Ahmad Hijazi, Selasa, 24
April 2018 di Pekanbaru. Dia mendesak kepada instansi terkait untuk
sesegera mungkin melakukan inventarisasi dan merangkum data akurat
terhadap masalah ini.
"Masih tingginya kebutuhan Riau terhadap daerah lain berpotensi
melambungnya harga. Inikan sudah menjadi pembahasan lama dan kita semua
sudah tahu masalahnya. Makanya sekarang bagaimana eksekusi supaya itu
bisa diatasi," ujarnya.
Dia berpendapat, Riau secara geografis punya potensi untuk mengatasi
masalah pangan. Bahkan sebagian besar daerah di Riau berpotensi sebagai
lumbung ketahanan pangan. Namun dalam praktiknya masalah ini terkesan
masih dibiarkan oleh dinas dan badan terkait yang menangani masalah
itu.
"Tak mungkin setiap menyambut Ramadan dan lebaran harus seperti ini
terus. Seberapa kuat lah kita mengandalkan daerah-daerah tetangga untuk
kebutuhan pangan kita. Makanya saya katakan, masalahnya sudah jelas,
tapi eksekusi untuk solusi itu yang belum," sambungnya.
Sekadar informasi, untuk memenuhi kebutuhan sembako Riau masih banyak
defisit dan membutuhkan hasil panen dari daerah tetangga seperti
Sumbar, Sumut dan Jambi. Apalagi terhadap komoditi yang menjadi
kebutuhan pokok wajib bagi masyarakat. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 24 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar