PEKANBARU - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit
Indonesia(Gapki) mencatat ekspor sawit global tergelincir pada Februari
208 atau turun 14 persen. Meskipun harga minyak sawit global cukup
rendah yaitu sekitar 652,5dollar sampai 685 dollar per metrik ton.
Volume ekspor minyak sawit Indonesia non biodiesel dan oleochemical
sepanjang waktu itu hanya mampu 2,37 juta ton saja. Ini jelas turun dari
pencapaian Januari sebesar 2,74 juta ton.
Ketua Umum III Gapki Togar Sitanggang, mejelaskan Imlek lah salah
satu penyebab turunnya daya beli sawit di pasar ekspor.
“Daya beli yang
rendah disebabkan adanya liburan hari raya imlek dan juga jumlah hari
pada bulan berjalan yang pendek sehingga transaksi dagang tidak
maksimal,” katanya seperti dilansir dari bisnis.com, Senin 23 April
2018.
Togar menyebut, secara tradisi transaksi pada Februari memang lebih
sedikit dan kinerja ekspor lebih hemat jika dibandingkan Januari.
Februari ini, negara di bagian Timur Tengah tercatat cukup mendominasi
permintaan sebesar 41 persen atau 209.000 ton di Februari.
Hal ini juga dianggap biasa karena periode transaksi tampak pada pola
bulanan, kalau bulan sebelumnya turun maka bulan berikutnya akan naik.
Kenaikan permintaan minyak sawit juga dicatatkan oleh China sebesar 6
persen atau 326.300 ton di Februari.
Sementara ini, negara tujuan utama ekspor lainnya mengalami
penurunan. Penurunan yang sangat signifikan dicatatkan oleh Amerika
Serikat yakni 50%, atau dari 193.470 ton pada Januari melorot menjadi
95.990 ton di Februari. (bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 23 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar