SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan
MSi, menghadiri panen raya ikan keli (lele) di Seitohor, Tebingtinggi
Timur, Kamis (19/4/2018). Program ini merupakan kerjasama The Indonesia
Climate Change Trust Fund (ICCTF) dengan Faperika Unri, Pekanbaru
2017-2018.
Program tersebut dipusatkan di Seitohor, Tebingtinggi Timur, Kepulauan Meranti, Riau.Saat
panen perdana ikan kolam budidaya kelompok masyarakat ini, dihadiri
Kadis Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau Herman Mahmud, Bupati
Kepulauan Meranti Drs H Irwan MSi, Kadis Perikanan Ir Anwar Zainal,
Kabag Humas Helfandi, dan beberapa pejabat lainnya.
Sebagaimana
dilaporkan Ketua Pelaksana, Joko Samiaji, panen ini merupakan momen
puncak setelah beraktivitas selama lebih kurang 16 bulan di Seitohor.
Dana budidaya ikan itu hasil pajak dari warga Inggris yang peduli
kehidupan di dunia, agar lingkungan tidak rusak dan menjadi jelek.
"Ini untuk menyelamatkan gambut. Ada 10 dosen dalam tim ini, ahli kehutanan dan kelautan," kata Joko Samiaji.
Tujuan
dari kegiatan tersebut adalah untuk mengurangi emisi karbon, penambahan
luasan hutan pesisir mangrove, kegiatan masyarakat selain dari apa yang
mereka miliki sebagai pendapatan, atau pendapatan alternatif.
"Kita ada 32 petak kolam ikan keli. Karena ICCTF sangat mendukung kalau kita lestarikan ikan lokal," ungkap Joko.
Selain Ikan Keli, juga ada penanaman bibit bakau, sagu, karet dan selumar.Selain
kelompok masyarakat pembudidaya ikan, ada juga kelompok ibu-ibu
pengolah hasil budidaya, menjadi makanan.
Seperti nugget ikan keli dan
kerupuk ikan keli. Di tempat yang sama, Herman Ahmad mengatakan
bahwa program DKP Riau memang fokus di Pesisir. Diantaranya
pembudidayaan udang dan kakap putih.Untuk tahun ini, Pemprov Riau
akan mengucurkan bantuan sekitar Rp500 juta ke Kepulauan Meranti untuk
kerambah jaring apung, budidaya ikan kakap, ikan emas, dan lainnya.
"Kendala
kita pada pakan. Pakan di kolam keli ini masih menggunakan ikan kecil
dari pengerih dan gumbang. Ini tidak akan cukup untuk ribuan kakap,"
ungkap Ahmad.
Bupati Irwan mewakili masyarakat Kepulauan Meranti
khususnya Seitohor mengucapkan banyak terima kasih atas program ICCTF
itu. Katanya, sangat bermanfaat untuk masyarakat di Kota Sagu.
"Kami
sambut dengan baik program ini. Saya lihat ini proses edukasi ke
masyarakat dalam rangka penanggulangi Karhutla. Semua pihak memikirkan,
bagaimana meminimalkan Karhutla di daerah kita, salah satunya dengan
budidaya ikan keli ini," ujar Irwan.
Kepada masyarakat Seitohor, dipesankan agar bisa memanfaatkan program ini dengan baik.
"Sekarang
ikan keli (lele) menjadi salah satu makanan favorit dan laku di
pasaran. Ini bisa menjadi komiditi bisnis baru yang bisa meningkatkan
perekonomian kita," kata Irwan lagi.
Bupati dua periode itu juga
berharap kedepannya ada proses pembinaan berkelanjutan, sampai
masyarakat mandiri.
"Masyarakat jangan minta bantu bibit terus, harus
mandiri, kalau minta bantu terus ini tidak sehat," kata Irwan.
"Hasil
panen, sebagian simpan buat beli bibit dan pakan, lalu budidaya lagi.
Saya yakin masyarakat di sini bisa. Mudah-mudahan akan banyak turun
bantuan diberikan," harap Irwan. ***
Sumber : GoRiau.com, 19 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar