PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Petani sawit di Desa Lalang Kabung, Kecamatan
Pelalawan Kabupaten Pelalawan semangat memanen hasil kebunnya. Pasalnya
pada pekan ini, harga tandan buah segar (TBS) sawit mulai merangkak
naik, sehingga meningkatkan pendapatan mereka.
“Ya alhamdulillah, meski harga TBS naik tipis dari pekan lalu, namun kami cukup gembira dan sangat semangat memanen hasil kebun sawit. Harga TBS pada pekan lalu Rp1.350 per kg, saat naik menjadi Rp1.400 per kg,” jelas Syaputra (39) patani sawit Desa Lalang Kabung, Senin (2/4).
Diungkapkan pria yang memiliki kebun sawit seluas lima hektare ini, kenaikan harga TBS ini dipicu beberapa faktor. Salah satunya petani tak perlu bingung menjual hasil panen karena ada pabrik lokal (Peron) yang baru berdiri beberapa bulan lalu dan cukup membantu.
“Dengan adanya Peron ini, menyebabkan terjadinya persaingan harga antar pabrik kelapa sawit (PKS), sehingga petani cukup diuntungkan. Harga jual yang ditawarkan kepada petani juga tinggi, sehingga sebagian petani rela melepas hasil panen mereka ke Peron. Jadi, para petani tidak susah menjual hasil panennya. Tinggal pilih saja, mau dijual ke PKS, tengkulak atau Peron,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain harga TBS merangkak naik, faktor lain yang membuat gembira para petani mulai meningkatnya jumlah produksi. Hal ini disebabkan tercukupinya keperluan air pohon sawit. Dampak dari dari kondisi alam yakni musim hujan sejak beberapa pekan terakhir.
“Jadi, dampak hujan yang turun mengguyur sejak beberapa pekan terakhir, menyebabkan kondisi sawit menjadi semakin subur. Buah sawit semakin banyak. Mudah-mudahan harga TBS bisa naik lagi, sehingga membuat petani semakin sejahtera,” tutupnya.(amn)
“Ya alhamdulillah, meski harga TBS naik tipis dari pekan lalu, namun kami cukup gembira dan sangat semangat memanen hasil kebun sawit. Harga TBS pada pekan lalu Rp1.350 per kg, saat naik menjadi Rp1.400 per kg,” jelas Syaputra (39) patani sawit Desa Lalang Kabung, Senin (2/4).
Diungkapkan pria yang memiliki kebun sawit seluas lima hektare ini, kenaikan harga TBS ini dipicu beberapa faktor. Salah satunya petani tak perlu bingung menjual hasil panen karena ada pabrik lokal (Peron) yang baru berdiri beberapa bulan lalu dan cukup membantu.
“Dengan adanya Peron ini, menyebabkan terjadinya persaingan harga antar pabrik kelapa sawit (PKS), sehingga petani cukup diuntungkan. Harga jual yang ditawarkan kepada petani juga tinggi, sehingga sebagian petani rela melepas hasil panen mereka ke Peron. Jadi, para petani tidak susah menjual hasil panennya. Tinggal pilih saja, mau dijual ke PKS, tengkulak atau Peron,” ujarnya.
Ditambahkannya, selain harga TBS merangkak naik, faktor lain yang membuat gembira para petani mulai meningkatnya jumlah produksi. Hal ini disebabkan tercukupinya keperluan air pohon sawit. Dampak dari dari kondisi alam yakni musim hujan sejak beberapa pekan terakhir.
“Jadi, dampak hujan yang turun mengguyur sejak beberapa pekan terakhir, menyebabkan kondisi sawit menjadi semakin subur. Buah sawit semakin banyak. Mudah-mudahan harga TBS bisa naik lagi, sehingga membuat petani semakin sejahtera,” tutupnya.(amn)
Sumber : Riaupos.co, 3 April 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar