Batubara Tiris, India Bakal Tingkatkan Impor dari Indonesia

AKURAT.CO, Permintaan batubara yang tinggi di India terus mengalami lonjakan. Tingginya kebutuhan sumber energi batu hitam ini dilatari tingginya pasokan listrik pada pabrik-pabrik yang menggunakan batubara sebagai bahan bakar utama.

Meningkatnya jumlah pemakaian batubara ini menjadi celah bagi perusahaan batubara swasta untuk melakukan impor dari perusahaan batubara global, seperti asal Indonesia Adaro Energy, Whithaven Coal, dan Glencore Australia.

Coal India sebagai perusahaan tambang batubara milik negara tidak mempunyai pasokan lebih terhadap persediaan batubara. Selain itu, kurangnya kereta logistik pembawa batubara juga menjadikan masalah ini semakin rumit.

"Coal India sudah tidak mempunyai persediaan yang cukup untuk disalurkan ke PLTU. Adanya keterbatasan infrastruktur (kereta api) menjadikan semuanya menjadi serba terbatas," kata Rajendra Singh selaku Direktur Pertambangan Batubara India dilansir dari Reuters, Senin (26/2).

Kurangnya infrastruktur di India juga menjadikan 10 dari PLTU yang ada di India kekurangan bahan bakar. Sebanyak 45 pabrik lainnya terpaksa tutup sementara untuk menunggu pulihnya persediaan batubara.

Apabila impor ini dilaksanakan, akan bertolak belakang dengan kebijakan India yang membatasi impor dari negara lain dan mengoptimalkan industri-industri lokal. []
Sumber : Ekonomiakurat., 26 Februari 2018
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar