AKURAT.CO, Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM berencana untuk membangun 18 proyek pipa gas bumi untuk tahun 2012 hingga 2025.
Hal tersebut juga tercantum dalam Rencana Induk Jaringan Transmisi dan Distribusi Gas Bumi Nasional (RIJTDGBN).
Menurut pemaparan Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa, dari 18
pembangunan proyek pipa gas baru ada 2 proyek yang saat ini sudah dalam
proses pembangunan.
"Sudah ada yang Grissik -Pusri itu dikerjakan Pertagas sudah jalan
mungkin 60 persen. Duri -Dumai lagi dikerjakan oleh PGN - Pertagas dan
target selesai bulan November ini," jelasnya.
Dia juga menambahkan proyek pipa Pusri menuju Tanjung Api-Api hingga
ke Muntok saat ini belum masuk tahap lelang namun sudah diajukan ke BUMD
Sumatera Selatan.
"Satu lagi Pusri menuju Tanjung Api-Api sampai ke Muntok sudah
diajukan oleh PPD Sumatera Selatan, BUMD Sumsel. Itu belum tahap
dilelang karena FS sama FEED-nya belum masuk ke BPH," ujarnya.
Selain itu, ada satu lagi proyek pipa gas yang sudah dalam tahap
lelang sejak tahun 2006 yang hingga kini belum dapat dibangun karena
terkendala pasokan gas yaitu pipa Kalija II.
Namun untuk tahun ini pihaknya belum bisa memastikan akan dilakukan
lelang atau tidak, sebab Fansrullah menjelaskan pembangunan pipa gas
tergantung pada dukungan infrastruktur, supply side (sisi ketersediaan)
dan demand side (sisi permintaan). Sehingga pembangunan 15 pipa gas yang
tersisa akan disesuaikan dengan kebutuhan dan dukungan tersebut.
"Kami mau melelang tetapi tetap kami harus berkoordinasi dengan lead
sectornya Menteri ESDM. Jadi kami menunggu dari Menteri ESDM mesti ada
kepastian pasokan gasnya dulu, kalau nggak gimana kami mau lelang,"
tutupnya. []
Sumber : Ekonomi Akurat, 12 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar