AKURAT.CO, Berbeda dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), pada pergerakan Rupiah mampu melanjutkan kenaikannya. Meredanya aksi beli pada USD membuat pergerakan USD cenderung melemah tipis.
" Kondisi tersebut dibarengi dengan
turunnya sejumlah imbal hasil obligasi AS seiring mulai diterimanya
potensi kenaikan suku bunga The Fed seiring makin pulihnya ekonomi AS,"
kata Analis Bina Arta Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa
(27/2).
Di sisi lain, suksesnya penerbitan Surat
Berharga Syariah Negara (SBSN) dengan cara Private Placement dengan
nilai nominal Rp500 miliar turut berimbas positif pada Rupiah.
Pergerakan Rupiah yang dapat memanfaatkan pelemahan laju USD diharapkan masih dapat berlanjut agar arah pergerakan Rupiah dapat kembali berlanjut. Diperkirakan Rupiah masih memiliki peluang untuk dapat bergerak naik tipis. Tetap cermati dan waspada jika terjadi pembalikan arah dari Rupiah.
" Rupiah diestimasikan akan bergerak pada kisaran support 13.675 dan resisten 13.640," tandasnya.[]
Sumber : EkonomiAkurat.com, 27 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar