Bulog Diharapkan Tampung Panen Raya Padi Masyarakat Secara Maksimal

Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Alexander
TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU -- Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Riau dan Kepulauan Riau diminta untuk menyerap produksi petani pada saat panen raya padi tahun ini, untuk membantu para petani.
Anggota Komisi II DPRD Riau, Sugianto mengatakan, peran Bulogsaat dibutuhkan saat panen Raya seperti ini, sehingga bisa menampung hasil panen masyarakat.
"Kita harapkan Bulog berperan aktif menampung hasil gabah dan beras petani saat panen raya. Sehingga petani Riau terbantu dan dapat bersaing secara harga," kata Sugianto, Senin (12/2).
Selain itu, Bulog menurutnya juga dituntut melakukan antisipasi untuk memutus mata rantai tengkulak yang kerap merugikan petani di Riau. Sehingga dengan menjual langsung kepada Bulog, sesuai harga pembelian pemerintah.
Tengkulak melakukan politik dagang, gabah diambil dari petani kita diolah disana kemudian dijual lagi ke Riau, tentu petani merugi. Kita minta Bulog dapat mengansipasi praktek-praktek tengkulak tersebut.
"Seperti yang terjadi Kuala Kampar, beras larinya ke Batam (Provinsi Kepulauan Riau) ketika ditanya Bulog beralasan tinggi transportasi kesana, apapun itu Bulog tetap harus tampung. Kalau lumbung berasnya di Kepulauan, coba bekerjasama dengan kelompok tani disana," ulasnya.
Ditambahkannya, ketahanan pangan di Riau masih jauh dari kemandirian, hanya 35 persen kebutuhan beras dapat terpenuhi. Sementara, 65 persen dipasok dari provinsi tetangga.

"Padahal lahan persawahan di Riau cukup luas ditambah dengan anggaran yang dialokasikan di Dinas Pertanian setempat cukup besar untuk program tersebut agar hasil produksi beras meningkat. Karena itu, kami meminta kepada dinas pertanian, agar mengevaluasi lagi programnya karena di lapangan amburadul. Diinvestarisir lahan peruntukan sawah. anggaran pembuatan sawah, penanaman dan pemupukan cukup besar," sebutnya. (ale)
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar