AKURAT.CO, Rilis angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,07
persen tampaknya tidak cukup kuat menahan pelemahan. Di sisi lain,
masih terapresiasinya USD seiring dengan respon positif pelaku pasar
terhadap kenaikan data ketenagakerjaan turut membuat laju Rupiah kembali melemah.
Bahkan adanya pernyataan dari Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution
yang optimis perekonomian masih bisa tumbuh sesuai proyeksi pada 2018
yaitu 5,4 persen, meski ekonomi keseluruhan tahun 2017 hanya tumbuh 5,07
persen juga tidak banyak berpengaruh pada Rupiah.
Bahkan adanya pernyataan dari Menko
Bidang Perekonomian Darmin Nasution yang optimis perekonomian masih bisa
tumbuh sesuai proyeksi pada 2018 yaitu 5,4 persen, meski ekonomi
keseluruhan tahun 2017 hanya tumbuh 5,07 persen juga tidak banyak
berpengaruh pada Rupiah.
"Laju Rupiah
yang kembali melanjutkan pelemahannya terimbas pada masih
terapresiasinya laju USD," kata Analis Bina Artha Sekuritas Reza
Priyambada di Jakarta, Selasa (6/2).
Masih adanya potensi kenaikan USD tersebut membuat pergerakan Rupiah berpeluang kembali melemah. Laju Rupiah berada di bawah target support 13458. Tetap waspada berbagai sentimen yang dapat memicu pelemahan kembali.
"Diperkirakan Rupiah nantinya akan bergerak pada kisaran support 13.532 dan resisten 13.505," jelasnya.[]
Sumber : Ekonomi Akurat, 6 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar