PEKANBARU - Sisa waktu tinggal beberapa hari lagi, namun pemenang lelang untuk pembangunan 2 fly over di Pekanbaru belum ada pemenangnya.
Sebelumnya Kepala Dinas PUPR Riau Dadang Eko Purwanto mengatakan jika
pada Februari tak ada pemenang tender, maka pembangunan 2 fly over ini
akan ditunda 2019 saja. Mengingat pertimbangan risiko yang terlalu
berat.
Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Ahmad Hijazi, kepada bertuahpos.com
menyatakan kalau dirinya belum berani berkomentar mengenai hal ini.
Karena memang belum ada laporan apapun dari Dinas PUPR terkait informasi
hasil lelang itu.
"Wah, saya belum bisa berkomentar banyak, nanti saya pelajari dulu
ya. Karena memang belum ada laporan resmi dari PUPR langsung ke saya,"
katanya, Senin (26/2/2018) di Pekanbaru.
Dia menambahkan secara perencanaan awal proyek 1 tahun anggaran ini
bisa terlaksana. Usulan sebelumnya juga berdasarkan perhitungan teknis
dari perkiraan rencana pembangunan fly over itu.
"Memang kan kalau merujuk pada perhitungan awal, bisa selesai 2 fly
over ini, secara teknisnya terkerjakanlah. Makanya menurut saya
sebaiknya dikembalikan saja ke rencana teknisnya," sambung Ahmad Hijazi.
Untuk diketahui untuk mengerjakan proyek pembangunan 2 fly
over-simpang SKA dan Pasar Arengka- belum ada pemenangnya hingga saat
ini, Senin (26/2/2018). Dari pantauan di situs resmi pelelangan Pemprov
Riau juga belum memuat perusahaan pemenang yang akan mengerjakan proyek
tersebut.
Dalam pengumuman resmi oleh Pemprov Riau di situs LPSE Provinsi Riau,
sudah ada sekitar 173 perusahaan yang tawarkan diri. Dari jumlah itu,
ada 8 perusahaan dinyatakan gugur karena dianggap tidak layak dan tidak
memnuhi syarat.
Pembangunan Fly OVer Jalan Tuanku Tambusai - Jalan Soekarno Hatta
(simpang SKA) masuk dalam kategori proyek pekerjaan kontruksi pemerintah
daerah Riau, di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi
Riau, dengan pagu anggaran Rp159 miliar
Hal sama juga terjadi untuk pembangunan fly over di simpang Pasar
Arengka. Dari 158 perusahaan yang ikut lelang hingga kini belum ada
pemenangnya. Diantara 158 peserta itu, ada sekitar 11 perusahaan yang
dinyatakan gugur karena tidak masuk dalam kriteria syarat.
Fly over ini juga proyek kontruksi Pemprov Riau di bawah Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau dengan pagu anggaran
sebesar Rp78 miliar.
Sebelumnya Kepala Dinas Pekerja Umum dan Penataan Ruang Provinsi Riau
Dadang Eko Purwanto menyatakan, Februari memang waktu untuk lelang
tender. Namun jika tidak ada pemenamg maka tidak akan dibuka kembali.
Itu artinya pembangunan 2 fly over pada 2018 ini ditunda.
"Kalau tidak ada pemenang tender kami tidak akan buka lagi. Karena
terlalu berisiko. Sebab, proyek ini harus selesai dalam setahun
anggaran," kata Dadang.
Dua fly over yang akan dibangun itu, sebagai upaya untuk mengurai
kemacetan yang terjadi pada 2 titik persimpangan itu. Dimana pada saat
jam masuk dan pulang kerja, volume kendaraan baik roda 2 dan 4 selalu
menyesak sehingga menimbulkan kemacetan panjang.
"Makanya, kalau ini tak ada pemenangnya, maka tidak mungkin untuk
dibuka kembali lelangnya. Karena berisiko kemacetan sebab saat
pembangunan pastinya ruas jalan di kawasan itu akan semakin sempit.
Sementara dalam setahun proyek ini sudah harus selesai," sambungnya.
(bpc3)
Sumber : Bertuahpos.com, 26 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar