Sumber : InfoSawit.com, 8 Februari 2018
JAKARTA - Kementerian Perdagangan merevisi target
pertumbuhan ekspor dari semula 5-7% meningkat menjadi 11%. Revisi target
peningkatan ekspor ini disampaikan Menteri Perdagangan Enggartiasto
Lukita di acara penutupan Rapat Kerja Kemendag pada Jumat (2/2) di Hotel
Borobudur, Jakarta. Revisi target pertumbuhan ekspor ditetapkan atas
berbagai masukan dari Raker Kemendag yang berlangsung pada 31 Januari-2
Februari 2018.
"Beberapa faktor yang dapat mendorong pencapaian target pertumbuhan
ekspor sebesar 11% yaitu kondisi pemulihan ekonomi global, perbaikan
harga komoditas di pasar internasional seperti batu bara, kemenangan
Indonesia atas tudingan antidumping produk biodiesel sawit oleh Uni
Eropa, pembukaan pasar sawit nontradisional di Afrika dan Asia Selatan,
serta hasil evaluasi dari Atase Perdagangan dan International Trade
Promotion Centre (ITPC) di kantor perwakilan perdagangan di luar
negeri,” jelas Enggartiasto, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, belum lama ini.
Upaya lain yang akan dilakukan Kemendag adalah menyusun skema imbal
dagang dengan melibatkan para eksportir dan importir. “Kemendag akan
membentuk tim imbal dagang dan mengajak para pengusaha untuk melakukan
ekspor dengan skema ini,” jelasnya.
Selain itu, Mendag juga menekankan pentingnya melakukan pembenahan
regulasi yang dapat menghambat ekspor melalui perjanjian perdagangan
dengan negara lain. Mendag juga kembali menyampaikan perintah Presiden
Joko Widodo yaitu Kementerian/Lembaga harus dapat menghilangkan ego
sektoral dan menyamakan pemikiran serta persepsi yang sama untuk
kepentingan nasional.
Kemendag juga akan mengusulkan kepada Kementerian Koordinator Bidang
Perekonomian untuk mengintegrasikan jadwal promosi di sepanjang tahun
2018 kepada Kementerian/Lembaga lainnya. Ini dimaksudkan agar promosi
yang dilakukan menjadi lebih maksimal.
Evaluasi terhadap perwakilan perdagangan di luar negeri juga akan
dilakukan secara terus menerus.
“Atase Perdagangan dan ITPC merupakan
ujung tombak peningkatan ekspor Indonesia. Untuk menggarap pasar di
negara potensial, Kemendag berencana membuka kantor Atase Perdagangan di
Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar,” tandas Mendag. (T2)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar