PEKANBARU - Petani salahkan pemerintah yang tak
pernah memberikan arahan. Petani tidak tahu apa sebenarnya yang membuat
harga getah karet mereka dibandrol dengan harga murah.
Seperti yang dikatakan petani karet asal Kabupaten Rokan Hulu Riau, Kurin kepada bertuahpos.com, Senin (12/2/2018).
"Apa karena kualitas karet kami kurang?," kata Kurin.
Apabila benar kualitas yang menjadi permasalahan dalam anjloknya
harga getah karet tersebut, Kurin mengatakan seharusnya ada sosialisasi
dari pemerintah terkait solusi yang bisa dilakukan.
"Ya kalau memang kualitas yang jadi masalahnya. Seharusnya mereka
(pemerintah, red) turun ke lapangan. Kasih arahan ke petani. Bukan diam
saja seperti ini," ujarnya.
Hal serupa juga dikatakan Toyib, yang juga merupakan petani karet di Kabupaten Rokan Hulu.
"Jangan petani saja disalahkan karena katanya kualitas karet kami
jelek. Pemerintah tunjukkan lah ke petani, bagaimana caranya agar karet
yang diproduksi petani bisa bagus," katanya.
Menurutnya, harga karet saat ini tidak sesuai dengan harga komoditas dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.
"Dulu harga karet dan komoditas itu seimbang, sekarang jauh. Waktu
harga Rp 25.000 per kilogramnya, harga rokok masih Rp 10.000. Sekarang
harga karet Rp 6.000 harga rokok Rp 20.000.
Belum lagi kebutuhan
lainnya, bagaimana rakyat mau sejahtera," ungkapnya.
Seperti diketahui, petani karet terus mengeluh akibat harga getah karet anjlok sejak tahun 2014. (bpc11)
Sumber : Bertuahpos.com, 12 Februari 2018

Tidak ada komentar:
Posting Komentar