Merdeka.com - PT Pertamina (Persero) menaikkan harga jual
beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. BBM yang naik antara
lain Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Racing dan Dexlite. Sedangkan
harga Pertalite tidak berubah. Tetap Rp 7.600 per liter.
Untuk wilayah DKI Jakarta,
harga Pertamax kini dijual Rp 8.900 per liter atau naik Rp 300 per
liter. Harga Pertamax Turbo juga naik Rp 500 per liter dari sebelumnya
Rp 9.600 menjadi Rp 10.100.
Kenaikan juga terjadi di produk Dexlite yang sebelumnya Rp 7.500 per
liter menjadi Rp 8.100 per liter. Sedangkan untuk Pertamina Dex dari
sebelumnya Rp 9.250 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.
Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, penyesuaian
harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis non subsidi akan berdampak pada
naiknya angka inflasi.
"Dan ada risiko inflasi dari harga minyak yang cenderung meningkat.
Kita melihat harga minyak di dunia sudah meningkat tetapi harga BBM di
Indonesia belum disesuaikan, kita dengar yang terakhir sekarang sudah
disesuaikan tentu ada dampak pada inflasi," ungkapnya di Fairmont Hotel,
Jakarta, Selasa (27/2).
Namun demikian, Agus memahami bahwa penyesuaian harga BBM non-subsidi harus dilakukan harga minyak dunia tengah tinggi.
"Kami dapat memahami kalau harga BBM itu ada penyesuaian sehubungan
dengan BBM yang tidak disubsidi dan itu memang harus menyesuaikan
kondisi pasar," katanya.
"Berapa rata-rata harga minyak yang BI lihat, sebelumnya kita
perkirakan ada di rata-rata USD 52 tetapi sekarang ini kita melihat
sepanjang 2018 itu harga rata-rata harga minyak dunia akan ada dikisaran
USD 60," lanjut Agus.
Bank Indonesia melihat bahwa inflasi pada tahun 2018 masih tetap terjaga sesuai target yang dicanangkan Pemerintah.
"Jadi yang ingin kami sampaikan adalah inflasi Januari itu year on
year 3,25 persen, kami melihat sepanjang 2018 masih ada dikisaran 3,5
persen plus minus 1 persen. Kalau sampai akhir tahun itu 3,61 persen,"
tandasnya. [idr]
Sumber : Merdeka.com 27 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar