PEKANBARU (CAKAPLAH) - Langkah Pemerintah Kota
(Pemko) Pekanbaru menekan penggunaan gas elpiji bersubsidi bagi
masyarakat dan mengganti dengan penggunaan jaringan gas (Jargas) rumah
tangga sudah mulai dilakukan di beberapa Kecamatan di Pekanbaru. Bahkan,
setelah Kecamatan Lima Puluh, tahun 2018 ini dua Kecamatan segera
menyusul diantaranya Pekanbaru Kota dan Sail.
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi belum lama ini
bahkan mendatangi Kantor Migas di Jakarta bersama beberapa pejabat di
lingkungan Pemko Pekanbaru. Kedatangan Ayat ini tak lain untuk meminta
penambahan jumlah kuota jaringan pipa gas rumah tangga. Direncanakan,
penambahan jumlah gas rumah tangga ini akan dilakukan untuk di tiga
Kecamatan setelah Kecamatan Sail, Lima Puluh dan Pekanbaru Kota.
"Penambahan akan dilakukan di tahun 2019 mendatang. Di tahun 2019
akan diprioritaskan lagi di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Sukajadi,
Kecamatan Senapelan dan Kecamatan Marpoyan Damai," kata Ayat.
Untuk tahap bantuan tahun 2019 tersebut itu, usulannya masuk di tahun
2018. Bahkan, untuk jaringan gas rumah tangga tahap ketiga ini, Pemko
Pekanbaru akan merencanakan lebih matang. "Semoga bantuan ini nantinya
segera terwujud dengan baik untuk masyarakat ditiga kecamatan," ujarnya.
Dengan beroperasinya gas kota nantinya maka akan mengurangi pemakaian
elpiji tabung tiga kilogram. "Keuntungannya pakai gas kota harga lebih
murah, keberlangsungan suplai dan keselamatan terjamin," imbuhnya.
Ayat menyebut, keberhasilan masuknya jaringan gas rumah tangga ke
masyarakat tidak lepas dari adanya peran serta dan dukungan masyarakat
sehingga pembangunan city gas berjalan tanpa kendala.
"Seperti ketika pemasangan pipa gas dan instalasi harus dikawal oleh
SKPD terkait sehingga tidak ada kendala. Untuk itu, ini perlu dukungan
semua pihak dan saya berharap Pekanbaru bisa mencontoh Pemda Prabumulih
yang telah sukses menjalankan program ini," ungkapnya.
Kota Prabumulih, dikatakan Ayat menjadi kota percontohan dimana
pemerintah maupun warganya sangat kooperatif dan mendukung program
Jaringan Nasional (Jargas). Kedua faktor itu menjadi kunci penting
keberhasilan program jargas yang bisa ditiru kota/kabupaten lain di
Indonesia.
"Di Prabumulih sekarang sudah 32.000 Sambungan Rumah tangga (SR)
jaringan City Gas. Jumlah ini merupakan yang terbesar di Indonesia dan
pilot project city gas nasional," kata Ayat menambahkan.
Keberhasilan yang dilakukan Pemda Prabumulih tidak lepas dari adanya
peran serta dan dukungan masyarakat sehingga pembangunan city gas
berjalan tanpa kendala. "Seperti ketika pemasangan pipa gas dan
instalasi harus dikawal oleh SKPD terkait sehingga tidak ada kendala.
Untuk itu, ini perlu dukungan semua pihak dan saya berharap Pekanbaru
bisa mencontoh Pemda Prabumulih," pintanya.
Disisi lain, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota
Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut, mengatakan program Jaringan Gas rumah
tangga ini adalah sebuah bentuk terobosan menuju smartcity melalui
perwujudan smart energy dan smart ekonomi.
"Upaya ini mendapatkan momentum tatkala Pemerintah melalui kemeterian
ESDM memprogramkan citygas di beberapa kota diseluruh Indonesia. Untuk
Kota Pekanbaru telah dilakukan tahapan pembangunan city gas dimaksud
sejak tahun 2015," kata Ingot.
Ia menyebut, pada pertengahan tahun 2016 lalu sudah dilaksanakan "Gas
In" yang dilakukan langsung oleh Walikota Pekanbaru di Kecamatan
Limapuluh. Dimana pada tahun tersebut telah
dilakukan pemasangan
sebanyak 3713 sambungan rumah tangga.
"Pada tahun 2017 dilanjutkan dengan kecamatan Sail dan sebagian
Pekanbaru Kota sebanyak lebih dari 3000 sambungan lagi. Untuk
selanjutnya Pemko Pekanbaru telah mengusulkan 10.000 sambungan lagi
untuk Kecamatan Sukajadi, Marpoyan Damai, dan Kecamatan Bukit Raya,"
imbuhnya.
Dalam operasionalnya, Pemerintah Kota Pekanbaru dan Pertagas Niaga
telah menunjuk PT Sarana Pembangunan Pekanbaru (SPP) sebagai Operator
melalui mana masyarakat pelanggan dapat berinteraksi tentang
penmanfaatan city gas.
"Diharapkan melalui citygas ini masyarakat bisa mengakses energi
dengan lebih mudah, lebih murah, dan lebih cerdas. Disamping itu, dengan
kapasitas yang besar, maka citygas juga diharapkan akan mendorong
tumbuh kembangnya Industri Rumah Tangga," ujarnya.
Sementara itu, Heri salah satu warga di Kecamatan Sail sangat
menyambut baik langkah Pemko Pekanbaru yang menerapkan program City Gas
bagi rumah tangga ditengah susahnya mendapatkan gas elpiji. "Jika
masyarakat di Kecamatan lain masih mengantri gas elpiji, kami sudah ada
jargas rumah tangga. Tinggal bagaimana kita menikmati dan menjaga jargas
ini," katanya.
Tidak hanya Heri, Daryanti juga mengapreasi langkah Pemko Pekanbaru
yang telah menyalurkan Jargas kepada masyarakat di Kecamatan Pekanbaru
Kota. "Alhamdullilah, dengan adanya jargas kami lebih mudah saat
memasak. Tidak lagi harus susah payah mencari gas elpiji karena dirumah
sudah ada jaringan gas rumah tangga," bebernya.
Sebelumnya, Manager City Gas PT Pertagas Niaga Virani Yusita Sari
saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah pernah melakukan rapat
koordinasi dengan pihak hulu gas yakni PT Energi Mega Persada Bentu
selaku suplayer serta Pertamina.
"Nantinya gas kota sudah bisa langsung mengalir ke rumah tangga yang sudah dipasangi jaringan pipa selama ini," kata Virani.
Nantinya, Pemko Pekanbaru akan mempercayakan pengelolaan City Gas
(Gas Kota) ke Perusahaan Daerah Kota Pekanbaru. "Pemerintah Kota
Pekanbaru mempercayakan pengelolaan bisnis gas kota (city gas) di
Kecamatan Limapuluh kepada anak Perusahaan Daerah Pembangunan," ujar
Ingot.
Ditambahkan mantan Kabag Humas Pemko Pekanbaru, pemberian kepercayaan
ini sudah sesuai aturan dan atas sumbang saran dari Pertagas Niaga yang
kini membangun sambungan jaringan.
"Untuk penyerahan sudah dikaji
sejauh mana kesiapan Perusahaan Daerah," imbuhnya.
Menurut Ingot anak perusahaan Perusahaan Daerah yang akan mengelola
bisnis ini diharapkan mampu menekan biaya subsidi dan hindari penambahan
modal. "Dalam kondisi keuangan yang saat ini krisis, Pemko tidak ingin
kedepan gas kota ini beroperasi tetapi menambah beban pengeluaran
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)," pungkasnya.
(ADVERTORIAL)
Sumber : Cakaplah.com 26 Februari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar