JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Musim dingin yang melanda negeri tirai bambu,
membuat harga batubara acuan (HBA) terus melesat. Dikutip dari website
resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), HBA Februari
2018 telah mencapai 100,69 dolar AS per ton atau naik 5,15 dolar AS per
ton dibandingkan bulan sebelumnya.
"Kenaikan harga batubara
ini dipicu tingginya permintaan dari negara China untuk musim dingin,
juga terhambatnya produksi dan pengiriman batubara karena cuaca di
negara tersebut," tulis situs ESDM, Kamis (8/2/2018) .
Adapun, pengawasan dan pembatasan produksi yang ketat dari pemerintah Indonesia juga cukup mempengaruhi pasokan batubara dunia disamping permintaan dari negara Jepang dan Korea yang juga meningkat di musim dingin ini.
Saat ini, Kementerian ESDM sedang memfasilitasi perumusan formula baru harga batubara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO), yang melibatkan PT PLN dan kalangan industri batu bara dalam negeri. Dengan formula baru tersebut diharapkan tarif listrik tidak mengalami perubahan ke depan, guna menjaga daya beli masyarakat, inflasi, dan daya saing industri. Kementerian ESDM sendiri sebelumnya menegaskan bahwa tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan hingga akhir Maret 2018.
Adapun, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen dan ash 15 persen.
Sebelumnya, harga batu bara acuan (HBA) Januari 2018 tercatat naik 1,6 persen dibanding posisi Desember 2017. Data Kementerian ESDM menunjukan HBA bulan Januari sebesar 95,54 dolar ASper ton, naik dibanding bulan sebelumnya yang berada pada level 94,04 dolar AS per ton.(uji)
Adapun, pengawasan dan pembatasan produksi yang ketat dari pemerintah Indonesia juga cukup mempengaruhi pasokan batubara dunia disamping permintaan dari negara Jepang dan Korea yang juga meningkat di musim dingin ini.
Saat ini, Kementerian ESDM sedang memfasilitasi perumusan formula baru harga batubara untuk kebutuhan dalam negeri (DMO), yang melibatkan PT PLN dan kalangan industri batu bara dalam negeri. Dengan formula baru tersebut diharapkan tarif listrik tidak mengalami perubahan ke depan, guna menjaga daya beli masyarakat, inflasi, dan daya saing industri. Kementerian ESDM sendiri sebelumnya menegaskan bahwa tarif listrik tetap dan tidak mengalami perubahan hingga akhir Maret 2018.
Adapun, HBA merupakan harga yang diperoleh dari rata-rata indeks Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt’s 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6.322 kcal/kg GAR, total moisture 8 persen, total sulphur 0,8 persen dan ash 15 persen.
Sebelumnya, harga batu bara acuan (HBA) Januari 2018 tercatat naik 1,6 persen dibanding posisi Desember 2017. Data Kementerian ESDM menunjukan HBA bulan Januari sebesar 95,54 dolar ASper ton, naik dibanding bulan sebelumnya yang berada pada level 94,04 dolar AS per ton.(uji)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar