ACHMAD
FAUZI
Kompas.com -
25/01/2018, 13:20 WIB


Ilustrasi: seorang operator alat berat sedang
merapikan tumpukan sawit untuk dimasukkan ke mesih pengolahan CPO.(KOMPAS/RENY SRI AYU)
MALANG, KOMPAS.com - PT Astra Agro
Lestari Tbk perusahaankelapa sawit (AALI)
memperkirakan harga minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/ CPO) pada 2018
membaik hampir sama dengan harga pada 2017.
Pada
2017, harga CPO mengalami penurunan hingga 20 persen. Rata-rata harga CPO pada
2017 berkisar 2.500 ringgit Malaysia per metrik ton atau Rp 8,75 juta per
metrik ton (kurs 1 ringgit Malaysia, Rp 3.500).
"Harusnya
harga rata-rata tahun ini sama dengan tahun lalu. Kenapa? Kita lihat aja pada
awal tahun ini produksi tidak sebesar yang dikatakan analis," ujar
Presiden Direktur Astra Agro Lestari, Santosa dalam Media Gathering di Malang,
Rabu (24/1/2018).
Menurut
Santosa, harga CPO pada awal tahun 2018 mengalami anomali atau tidak seperti
biasanya. Biasanya jika produksi CPO turun maka harga akan mengalami kenaikan.
"Akan tetapi ini harga dan produksi sama-sama di bawah," kata dia.
Santosa
menambahkan, fenomena seperti tersebut harusnya tidak terjadi. Meski demikian,
pihaknya belum mengetahui faktor penyebab dari fenomena tersebut.
"Mestinya
enggak seperti ini, Kalau produksi semester II membaik, harga akan susah
membaik. Kaau bisa melihat ini (harga) pada produksi semester I selesai,"
imbuh dia.
Sekadar
informasi, pada awal Januari 2018, harga CPO merosot sampai level 2.400 ringgit
Malaysia. Namun, pada Rabu (24/1/2018) harga CPO menguat 0,9 persen
dibandingkan hari sebelumnya menjadi 2.517 ringgit Malaysia per metrik ton.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar