SAKINA RAKHMA DIAH SETIAWAN
Kompas.com - 05/02/2018, 17:30 WIB

Kepala Badan Pusat Statistik Suhariyanto bersama jajaran
menyampaikan rilis data ekspor-impor, perkembangan upah buruh, dan nilai tukar
eceran rupiah di kantor pusat BPS, Senin (15/1/2018). (KOMPAS.com / ANDRI
DONNAL PUTERA )
JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik
( BPS)
melaporkan,pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2017 tercatat
sebesar 5,07 persen. Adapun produk domestik bruto (PDB) berdasarkan angka
berlaku mencapai Rp 13.588,8 triliun dan PDB per kapita Rp 51,89 juta.
Kepala BPS Suhariyanto menyebut, struktur perekonomian
Indonesia secara spasial tahun 2017 masih didominasi kelompok provinsi di Pulau
Jawa. Kontribusi Pulau Jawa terhadap perekonomian Indonesia mencapai 58,49
persen.
Kemudian, diikuti oleh Sumatera sebesar 21,66 persen,
Kalimantan 8,.20 persen, dan Sulawesi 6,11 persen. Adapun sisanya sebesar 5,54
persen berada di pulau-pulau lainnya.
Data BPS menyebut, kontribusi Bali dan Nusa Tenggara
terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3,11 persen. Adapun kontribusi
Papua sebesar 2,43 persen.
"Seperti biasanya, Jawa dan provinsi-provinsi di
dalamnya mencatat kontribusi terbesar," kata Suhariyanto dalam konferensi
pers di Jakarta, Senin (5/2/2018).
Meskipun demikian, Suhariyanto menyoroti pula tingginya
pertumbuhan ekonomi di seluruh provinsi yang ada di Sulawesi. Bahkan,
pertumbuhannya berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional, yakni di atas 6
persen.
BPS mencatat, pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan sebesar
7,23 persen, Sulawesi Tengah sebesar 7,14 persen, dan Sulawesi Utara 6,32
persen. Adapun pertumbuhan ekonomi Gorontalo tercatat sebesar 6,74 persen dan
Sulawesi Barat 6,67 persen.
Terkait dengan kontribusi Bali terhadap pertumbuhan ekonomi,
angkanya cenderung menurun. Hal ini disebabkan dampak erupsi Gunung Agung yang
mengganggu aktivitas perekonomian di kawasan tersebut.
Adapun pertumbuhan ekonomi Sumatera tahun 2017 mencapai 4,30
persen, Jawa sebesar 5,61 persen, dan Kalimantan 4,33 persen.Pertumbuhan
ekonomi Sulawesi mencapai 6,99 persen, Bali dan Nusa Tenggara sebesar
3,73 persen, serta Maluku dan Papua 4,89 persen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar