Rabu, 3 Januari 2018 16:00
Reporter : Mardani
Khofifah. ©2018 Merdeka.com/Imam Buhori
Merdeka.com - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan
hingga September 2017 jumlah penduduk miskin berkurang sebesar 1,19 juta orang.
Hal tersebut salah satunya karena Program Keluarga Harapan (PKH) dinilai tepat
sasaran sehingga kemiskinan turun signifikan.
"Data BPS tersebut
menjadi bukti efektivitas program yang sempat diragukan banyak pihak dalam
mengatasi persoalan kemiskinan di Indonesia," kata Menteri Sosial Khofifah Indar
Parawansa dilansir Antara, Rabu (3/1).
Data BPS menyebut hingga September 2017 jumlah
penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah
garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).
Sementara kondisi Maret 2017 jumlah penduduk miskin sebesar 27,77 juta orang
(10,64 persen).
Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan
pada Maret 2017 sebesar 7,72 persen turun menjadi 7,26 persen pada September
2017. Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada Maret 2017
sebesar 13,93 persen turun menjadi 13,47 persen pada September 2017.
Sementara tingkat ketimpangan pengeluaran
penduduk Indonesia yang diukur oleh Gini Ratio, pada bulan September 2017
berada di posisi 0,391. Angka tersebut menurun sebesar 0,002 poin jika dibandingkan
dengan Gini Ratio Maret 2017 sebesar 0,393.
Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan ada beberapa
faktor utama yang mempengaruhi penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia. Salah
satunya adalah program bantuan dari pemerintah, berupa beras untuk rakyat sejahtera
(rastra) dan Program Keluarga Harapan (PKH) yang berdampak positif terhadap
menurunkan jumlah penduduk miskin.
"PKH juga berkontribusi besar dalam
menurunkan tingkat kemiskinan. Makanya, kami juga sangat mendukung jika
penerima PKH ini ditingkatkan kembali di tahun depan," tutur Suhariyanto.
Dengan capaian tersebut, Mensos Khofifah semakin
optimistis dengan target penurunan angka kemiskinan menjadi satu digit.
Seperti diketahui,
pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan dalam RAPBN 2018 ditargetkan sebesar
9,5-10 persen atau turun dari 2017 yang dipatok 10,5 persen. [dan]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar